[Buku] Repost: Bad Boys 2 by Nathalia Theodora

Judul buku: Bad Boys #2
Penulis: Nathalia Theodora
Editor: Irna
Ilustrasi sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2015
Tebal buku: 344 hlm
ISBN: 9786020322674

Sophie punya dua masalah pelik.

Satu. Dia tidak sengaja mendengar rencana Edgar, ketua geng SMA Soteria, untuk menghancurkan geng Troy. Sophie lantas memutuskan menjadi mata-mata bagi cowok pujaannya tersebut. Dia sengaja mendekati Edgar, berusaha mengorek informasi dari cowok itu.

Dua. Tanpa sengaja, Sophie menjadi saksi Troy bertemu kembali dengan Natasha, mantan pacar Troy. Dia menjadi tidak tenang, apalagi setelah itu Troy tampak krmbali dekat dengan Natasha. Karena tidak mau kalah, dia pun semakin genjar mendekati Troy.

Akankah identitas Sophie sebagai mata-mata Troy diketahui Edgar? Dan akan berhasilkah Sophie mendapatkan cinta Troy?


Ide Cerita
Dari blurb di atas sebenarnya sudah mewakili menceritakan konflik yang ada di novel ini. Dua hal yang sudah disebutkan di blurb memang menjadi generator cerita dan pembaca akan dijungkirbalikkan emosi dan moodnya selama cerita berkembang hingga di penghujung halaman terakhir.

Kebodohan dan kenekatan Sophie menjadi mata-mata, akan membawa efek petualangan khas detektif bagi pembaca. Beberapa kali gue juga merasa deg-degan dengan tingkah Sophie yang kelewat konyol. Adegan yang bikin tegang salah satunya saat Sophie mau membuka password laptop Edgar. Beberapa kali memasukkan kunci sandi tetapi beberapa kali juga mengalami kegagalan. Sophie tidak mudah menyerah. Dengan instingnya yang berjalan baik, password pun bisa dibobol. Yang membuatnya terasa menegangkan, pembobolan password tersebut harus mempertimbangkan waktu agar tidak diketahui Edgar. Begitu Edgar kelihatan, Sophie harus berperan tidak terjadi apa-apa.

Perkembangan cerita dengan nuansa cinta sangat bisa dirasakan pada kenyataan Sophie yang sangat berharap bisa menjadi cewek spesial untuk Troy. Bayangkan saja, Sophie memendam perasaannya kepada Troy selama tiga setengah tahun. Perjuangannya untuk bisa diperhatikan Troy sangat gigih. Gue bisa mengkategorikan upaya Sophie sebagai hal yang alay. Namun karena soal hati, kealayan Sophie bisa dimaklumi.

Contoh kealayan Sophie salah satunya dengan mengundur menyelesaikan tugas sekolah hingga beberapa hari (cicil) agar bisa ketemu Troy ketika mengerjakannya di rumah Ivy, adiknya Troy. Ini modus banget.

Gaya Bahasa. POV. Plot. Karakter.
Mbak Nathalia ini pinter membuat diksi yang tidak bertele-tele. Langsung pada poinnya tanpa ada proses mengindah-indahkan. Gue membaca novel ini seperti sedang menceritakan kisah Sophie pada temen. Lancar, lincah dan tidak kaku. Atau apakah gaya bercerita sebenarnya dipengaruhi oleh genre novelnya? Novel ini berlabel teenlit dan gaya bahasa yang pas bukan diksi yang memuat banyak keterangan.

Contohnya, Aku langsung merasa lemas. Ternyata Troy benar-benar datang(hal. 280). Kalimatnya bisa dirubah jika diharap harus diperindah. Aku mendadak merasa lemas hingga kakiku bergetar. Ternyata Troy benar-benar datang seperti pahlawan.

Pemilihan penulis sebagai orang pertama sangat pas. Sophie "aku" menjadi subjek yang kemudian menyatu dengan pembaca. Jangan heran jika pembaca akan dibuat tersenyum dan menangis karena pembaca merasakan langsung apa yang dialami Sophie. Kelebihan menggunakan POV Orang Pertama, penulis akan mudah memasukkan pembaca pada situasi, pada perasaan, pada jalan pikiran dari karakter utama novel. Bad Boys #2 sukses menjadikan pembaca sebagai sosok Sophie.

Plot yang dipakai adalah plot maju. Meski pada beberapa bagian narasi, penulis menceritakan ulang secara singkat dan umum apa yang pernah terjadi antara Troy, Austin, Ivy, Sophie, Jason, Lionel dan Natasha. Semua penjelasan itu ada pada buku Bad Boys #1.

Karakter yang muncul di Bad Boys #2 ini sebenarnya akan sangat dihafal jika pembaca sudah menamatkan Bad Boys #1 - nya. Antara kedua bukunya ada perbedaan tokoh utama. Di yang #1, tokoh utamanya Ivy. Dan di yang #2, Sophie yang menjadi pusat perhatian. Karakter Sophie sangat lucu, spontan, baik, cerdas namun konyol. Karakter inilah yang membuat 2 pria menyukainya.Maaf ya biar tidak spoiler gue enggak sebutkan 2 nama tersebut, hehehe.

Karakter Troy itu romantis, cuek dan pemimpin. Perpaduan romantis dan cuek sebenarnya agak aneh. Namun jangan salah, justru perpaduan ini yang membuat karakter Troy sangat tidak umum. Sophie aja sampai berjuang keras mendapatkan Troy.

Karakter Edgar persis seperti karakter Troy. Sayangnya, bumbu romantis dia tidak kelihatan. Ketutup sama sifat cueknya yang terlalu dominan. Karakter Ivy masih condong dominan sebagai sahabat baik. Karakter Natasha sedikit samar. Namun pas kejadian penyandraan itu, gue harus bilang dia itu cewek yang baik.

Bagian Favorit.
Gue perlu membeberkan bagian favorit dari novel yang gue baca. Dan di novel Bad Boys #2 ini, gue punya 2 situasi.

Pertama, Bab 11. Sophie berada pada puncak rasa cemburu. Dan akhirnya ia mengungkapkan perasaannya yang selama tiga setengah tahun dipendam. Analogi yang dipakai penulis juga sangat jenius. Danau es dan Sophie berdiri di atasnya. Emosi pembaca dibuat sendu dan gue sendiri hampir nangis membacanya. Bukan apa-apa, pembaca akan sangat mengenal Sophie sebagai gadis yang ceria dan positif. Gara-gara cinta, ia berubah menjadi sosok gadis yang rapuh penuh luka-luka.

Kedua, bagian ketika karakter cowok memperlakukan cewek dengan sangat baik. Pas Lionel ketemuan sama Sophie, Lionel peka menanyakan Sophie mau minum apa. Dan yang memesankan Lionel sendiri. Lalu yang membayar Lionel juga. Padahal hubungan keduanya hanya sebatas teman. Biasanya kalau temen, akan membiarkan temen memesan sendiri. Gue belajar dari kejadian ini.

Ada lagi, sebagai kakak cowok, Troy sangat menjaga adik ceweknya. Buktinya dia sengaja menggagas makan malam untuk mengintrogasi Austin sebagai pacar Ivy. Troy hanya ingin memastikan Austin bisa menjaga adiknya dan bukan menyakitinya. Terpuji sekali bukan apa yang dilakukan Troy sebagai kakak?

Lain-lain.
Gue baru merasakan penasaran pas baca Bad Boys #2 ini tentang nama SMA yang dipakai penulis. Gue pun googling. Soteria artinya keselamatan (Strong Dictionary, Yunani). Emerald artinya batu permata hijau terang (Bahasa Iberia Roman - Spanyol). Vilmaris artinya Pelindung dari Laut (Bahasa Yunani)

Final. Rating.
Novel ini cocok untuk yang suka kisah seru khas anak SMA dengan konflik sekitarnya; cinta, geng, pergaulan. Gue kasih rating 4 bintang dari 5 bintang.

Kalau harus dibuat buku berikutnya, gue pengen Mbak Nathalia membuat cerita dari sosok Lionel. Biar kerasa bagaimana menjadi sosok Bad Boys yang sebenarnya.

[Artikel ini repost dari blog saya di hapudin.blogspot.com]
Share:

[Buku] Repost: Pulang by Tere Liye

Judul buku: Pulang
Penulis: Tere Liye
Editor: Triana Rahmawati
Penerbit: Republika
Terbit: Oktober 2015 (cetakan kedua)
Tebal buku: iv + 400 hal
ISBN: 9786020822129
Harga: Rp 65.000

Ada yang belum kenal Tere Liye?

Gue juga belum kenal sosok beliau. Tau namanya aja dari karya beliau; novel-novel yang inspiratif. Setelah browsing sana-sini, gue pun sedikit tahu tentang penulis handal ini. Tere Liye berasal dari Sumatera Selatan. Lahir tanggal 21 Mei 1979, tahun 2015 ini berarti berusia 36 tahun. Status; menikah dengan Ny. Riski Amelia dan sudah dikaruniai seorang anak bernama Abdullah Pasai. Ia lulusan Fakultas Ekonomi UI Jurusan Akuntansi. Singkat aja ya. Habis susah nyari informasi pribadi beliau di dunia maya. Kalo penasaran detail yang rada lengkap, masuk link ini aja, cek profil Tere Liye.

Tere Liye tergolong penulis produktif. Sampai gue menulis artikel ini, sudah ada 23 judul buku yang beliau lahirkan.

1 Rembulan Tenggelam di Wajahmu, 2 Bidadari-Bidadari Surga, 3 Moga Bunda Disayang Allah, 4 Hafalan Salat Delisa, 5 Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, 6 Ayahku (Bukan) Pembohong, 7 Kisah Sang Penandai, 8 Sunset Bersama Rosie, 9 Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah, 10 Berjuta Rasanya, 11 Negeri Para Bedebah, 12 Sepotong Hati yang Baru, 13 Negeri di Ujung Tanduk, 14 Burlian, 15 Pukat, 16 Eliana, 17 Amelia, 18 Bumi, 19 Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta, 20 Rindu, 21 Bulan, 22 #AboutLove, 23 Pulang

Dari 23 novel tersebut gue sudah membaca beberapa judulnya. Kode 2, 4, 5, 9, 10, 14, 20, 23. Total ada 8 novel dan bagi gue membaca novel-novel tersebut tidak percuma. Lantaran novel-novel Tere Liye memiliki pesan moral yang mengena dan membangun. Kalau tidak percaya, gue secara pribadi merekomendasikan judul-judul di atas dan silakan nikmati perenungannya.

PULANG.
Novel terbaru Tere Liye yang gue baca. Bukan percintaan (romance) meski sedikit memasukan unsur cinta. Cinta dalam Pulang lebih besar dari hubungan pria wanita. Cinta yang dikemas menjadi hubungan keluarga (ayah-ibu-anak), hubungan persahabatan, hubungan bisnis. Latar belakang yang digunakan di novel ini sangat berbeda dengan novel-novel Tere Liye sebelumnya. Dunia Mafia.

Benar sekali, Pulang ini berkisah tentang seorang anak bernama Agam, yang lebih dikenal dengan nama Bujang, yang suatu hari dijemput oleh Tauke Besar Keluarga Tong. Bapak (Samad) dan Mamak (Midah)nya sempat berdebat mengenai penjemputan Bujang. Mamaknya tahu akan menjadi apa Bujang setelah meninggalkan kampung; jadi Tukang Pukul, sehingga ia berat melepaskan anak satu-satunya itu.

“Mamak tahu kau akan menjadi apa di kota sana… Mamak tahu… Tapi, apa pun yang akan kau lakukan di sana, berjanjilah Bujang, kau tidak akan makan daging babi atau daging anjing. Kau akan menjaga perutmu dari makanan haram dan kotor. Kau juga tidak akan menyentuh tuak dan segala minuman haram.” (Pulang, hal 24)

tau·ke /tauké/ n 1 majikan (yg mempunyai perusahaan dsb); 2 cak bas (kepala pekerja dsb)

Bujang dibawa ke markas besar. Disana ia dijadikan anak angkat oleh Tauke Besar. Pada awalnya Bujang tidak dilatih menjadi tukang pukul. Ia justru diajari banyak ilmu, ia diminta belajar. Lingkungan tukang pukul membuat tugas belajar menjadi sangat tidak nyaman dan kerap Bujang menjadi bahan olok-olokan. Ia pernah meminta untuk diajari latihan tukang pukul tapi selalu ditolak oleh Tauke Besar. Hingga Kopong, salah satu kepala tukang pukul, meminta langsung pada Tauke Besar agar bisa melatih Bujang pada malam harinya dan kali ini disetujui dengan syarat Bujang harus memiliki nilai bagus di setiap pelajaran.

Perkembangan Bujang di Keluarga Tong sangat pesat. Selain menjadi tukang pukul handal, dia juga meraih gelar sarjananya. Sebagai anak angkat dan berkat kemampuannya yang menonjol, Bujang menjadi tukang eksekusi untuk hal besar dan penting dalam kegiatan Keluarga Tong untuk membesarkan nama dan area kekuasaan.

Shadow economy disebut-sebut menjadi usaha yang dilakukan Keluarga Tong. Shadow economy pengertiannya adalah semua aktivitas yang berkontribusi terhadap Produk Nasional Bruto maupun Produk Domestik Bruto tetapi aktivitas tersebut sama sekali tidak terdaftar (Fiedrich Schneider dan Dominik H. Enste dalam Tobing, 2014).

Ada 4 aktivitas yang dilakukan kategori Shadow economy :

1. Produksi bawah tanah (underground production); yaitu aktivitas produktif yang bersifat legal, tetapi sengaja disembunyikan dari otoritas publik dengan tujuan mengelak dari pajak dan peraturan lainnya

2. Produksi ilegal (illegal production); yaitu aktivitas produktif yang menghasilkan barang dan jasa yang dilarang oleh hukum

3. Produksi sektor informal (informal sector production); aktivitas produktif yang legal yang menghasilkan barang dan jasa dalam skala produksi kecil yang umumnya dilakukan oleh usaha rumah tangga yang tidak berbadan hukum

4. Produksi rumah tangga untuk dipergunakan sendiri (production of households for own final use)

Dan di Pulang ini, kegiatan yang dilakukan Keluarga Tong adalah tindakan penyelundupan tanpa melalui Bea Cukai. Aktivitas ini dilakukan pada mulanya. Namun berjalannya waktu, kegiatan itu berubah menjadi aktivitas pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tidak ternilai (Pulang, hal 30).

Pulang sangat pekat dengan deskripsi mengenai kegiatan mafia. Diceritakan beberapa konflik mafia dalam perebutan teritorial yang melibatkan beberapa keluarga hingga menimbulkan perang besar melalui penyerbuan yang bisa merenggut banyak nyawa tukang pukul.

Meskipun dunia mafia dikisahkan sangat dekat dengan Bujang, Tere Liye meramu pesan moral yang kemudian disisipkan dengan sangat apik di dalam ceritanya. Judul Pulang sendiri di sini terkait dengan proses kesadaran Bujang akan hakikat hidupnya yang gelap. Suara Adzan, luka hidup, kehilangan orang-orang tercinta, rasa benci, semua menjadi alasan yang membantu Bujang melalui jalan panjang hingga akhirnya ia tiba di titik baru; Pulang kepada Tuhan.

“… .Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat….” (Pulang, hal. 339)

Karena Pulang mengambil tema mafia, maka tidak heran sepanjang cerita akan ditemui paragraph-paragraf yang menggambarkan perkelahian dengan tangan kosong, benda tajam atau pun senjata api. Ada satu ritual yang dilakukan dalam Keluarga Tong untuk menjadikan kepala tukang pukul yang disebut Amok. Ini merupakan awal perkenalan Bujang dengan perkelahian sebagai tukang pukul. (Pulang, hal. 77-86)

Amuk berasal dari bahasa Melayu, (bahasa Inggris: Amok pengucapan bahasa Inggris: [/əˈmɒk/][3]) adalah perilaku di mana subjek pergi mengamuk dan membunuh orang-orang sebanyak ia dapat sampai ia sendiri terbunuh atau melakukan bunuh diri (https://id.wikipedia.org/wiki/Amuk).

Salah satu adegan menarik ketika Bujang membunuh Ketua Keluarga Lin merupakan adegan yang menunjukan perkelahian dengan senjata tajam. Senjata yang digunakan Bujang adalah kartu nama yang disisipi logam titanium. Menggunakan prinsip shuriken, kartu nama tadi sangat ampuh menebas leher Ketua Keluarga Lin. (Pulang, hal.123 & hal. 135)

Tokoh yang dimasukan dalam cerita Pulang ini sangat berkarakter. Bujang sebagai tokoh utama dilukiskan sosok pria cerdas dan sangat berani. Kopong yang merupakan kepala tukang pukul digambarkan sangar namun berhati baik. Ia sangat menyayangi Bujang lantaran mengingat kebaikan Samad, bapaknya Bujang. Basyir, teman dekat Bujang, sangat berprinsip sebagai keturunan suku Bedouin. Takue Besar yang merupakan pucuk Keluarga Tong, selain cerdas juga sangat bijaksana. Pokoknya masih banyak tokoh lainnya yang memiliki karakter menarik. Sebut saja guru-guru Bujang; Guru Bushi, Salonga, dan Frans.

Suku Badui atau Badawi (بدوي) atau Bedouin adalah sebuah suku pengembara yang ada di Jazirah Arab. Sebagaimana suku-suku pengembara lainnya, suku Badui berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari menggembalakan kambing.

Suku Badui merupakan salah satu dari suku asli di Arab. Perawakan suku Badui yang khas menyebabkan suku ini dapat langsung dikenali. Perawakannya sebagaimana ditulis dalam buku-buku sejarah Arab: suku ini berperawakan tinggi, dengan hidung mancung. Lain halnya dengan suku pendatang yang ada di Arab, suku Badui tetap mempertahankan budaya dan cara hidup mengembara. (https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Badui_(Arab))

Menjelang ke bagian akhir novel, pembaca akan dikejutkan oleh adegan perang antar keluarga, yang sulit dikatakan. Gue sendiri merasa tidak ikhlas ada pengkhianatan sebesar itu. Harus diingat, teman tetaplah teman. Hati manusia siapa bisa selami. Hari ini bilang A, besok bisa bilang Z.

Secara keseluruhan gue suka banget sama novel ini. Rating 4,5 bintang dari 5 bintang. Pas untuk pembaca yang suka cerita action.

[Artikel ini repost dari blog saya di hapudin.blogspot.com]
Share:

[Resensi] Dilan Bagian Kedua by Pidi Baiq


Judul: Dilan Bagian Kedua – Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis: Pidi Baiq
Penyunting naskah: Andika dan Moemoe
Penerbit: Pastel Books
Terbit: Juli 2015
Tebal buku: 344 hlm
ISBN: 9786027870994

Buku menceritakan tentang kisah Dilan dan Milea setelah mereka resmi pacaran. Ya, di buku pertamanya: Dilan – Dia Adalah Dilanku Tahun 1990, ceritanya berakhir saat Dilan dan Milea resmi pacaran dengan menandatangani perjanjian pacaran yang dibubuhi materai. Cerita pada buku ini berkembang luas sekali. Dari mulai saat romantis, saat cemburu, saat cemas, hingga saat semuanya kandas. Spoiler nggak ya saya sebut kalimat di atas? Yang penting saya tidak membocorkan detail mereka berpisah dan apa yang melatarbelakanginya.

Cerita masih menggunakan sudut pandang Milea. Sehingga sosok Dilan tersampaikan rapi dan apik melalui bagaiamana Milea berhubungan dengannya, cerita dari teman-temannya dan orang sekitar seperti Piyan, Wati dan Bunda.

Buat saya buku bagian kedua ini memiliki atmosfir yang sangat berbeda dengan buku pertamanya. Ada bagian kelamnya. Kalau membicarakan humor dari tingkah laku Dilan, di buku ini pun masih terasa. Hanya porsinya lebih ngambang ketika persoalan serius mulai bermunculan. Sedikit serius terasa di bagian akhir buku.

Penulis masih menggunakan teknik menulis yang sama dengan buku pertama. Diksi yang sedikit tidak biasa buat saya. Mungkin diksi yang dipakai Pidi Baiq ada percampuran dengan diksi dialog dalam bahasa sunda. Saya tidak memahaminya. Terlihat dari beberapa dialog atau kalimat yang akhirnya harus diikuti penjelasan makna dalam bahasa Indonesia yang sebenarnya.

Buat saya, buku ini masih memberi kesan usai membacanya. Bagaimana sosok Dilan memang out of the box banget. Malah saya penasaran berapa IQ dia. Dan tidak bisa dipungkiri banyak sekali pesan moralnya. 
“Tawuran itu tidak baik.”
Pagi ini saya baru sadar akan satu kemungkinan. Ini pun berkat teman kantor yang sudah lebih dahului membaca bukunya. Dilan mencintai Milea karena cantik saja, bukan karena ada hal lainnya. Tidak ada pengorbanan apa pun dari Dilan ketika hubungan mereka diuji. Sehingga tampak sekali kalau Milea yang mengejar-ngejar Dilan. 

Saya akhirnya memberi rating buku ini: 3/5
Share:

[Resensi] Mimpi Padma by Ayu Dipta Kirana

Judul: Mimpi Padma
Penulis: Ayu Dipta Kirana
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Terbit: Agustus 2014
Tebal: vi + 198 hlm
ISBN: 9786021383087
Versi: Ebook

Aku belum pernah setakut ini untuk terlelap. Betapa enggannya bertemu Ayah lagi meski hanya dalam mimpi. (hal. 10)
Harapan saya pada buku ini sama tingginya dengan rasa suka saya pada buku Darklit Salon Tua by Christina Juzwar, yang sebelumnya saya baca. Namun setelah saya menamatkan novel ini, saya hanya bisa memberi rating 3/5. Nilai 3 dari rate 5. Ada apa dengan Mimpi Padma?

Novel ini menceritakan tentang gadis bernama Raina Padmadewi, mahasiswi jurusan Arkeologi yang sepeninggal ayahnya belum juga move on. Bawaanya sedih melulu dari mulai prolog hingga ke beberapa bab selanjutnya. Sosok Ayah yang seorang arsitek dan pernah membawanya saat kecil hijrah ke Jakarta, menjadi sosok yang paling diingat Padma. Bagaimana Ayah menggantikan Ibu untuk menceritakan dongeng sebelum tidur. Bagaimana Ayah yang membelai rambutnya sambil bercerita. Bagaimana nasihat-nasihat hidup yang kemudian diingat Padma setelah beliau meninggal. Move on dari sosok Ayah inilah yang menjadi bagian tersulit  bagi Padma.

Sebelum lanjut saya ada beberapa hal yang masih bingung.
1. Saat Padma pindah ke Jakarta, apakah Ibu dan adiknya; Ariana, ikut serta? Sebab tidak ada kisah yang melibatkan mereka selama Padma di Jakarta.
2. Padma pergi ke Jogja sebenarnya untuk pulang kampung atau kuliah? Sebab saya menangkapnya seperti pulang kampung. Tapi justru aneh karena posisi Padma justru ngekos.

Lanjut ya. Padma kuliah dan di tengah ketidak-moveon-an dari kehilangan Ayah, ia bertemu dengan pria bernama Haga Bandawasa, seorang asisten dosen. Mimpi-mimpinya yang dulu selalu soal Ayah berubah dengan munculnya sosok Haga dalan mimpinya. Aneh. Dan sosok Haga inilah yang kemudian membawa Padma pada petualangan di kerajaan Mataram Kuno dan dongeng Roro Jonggrang.

Novel Mimpi Padma bagi saya tidak murni soal hantu. Sebab banyak bagian yang justru membahas tentang sejarah dari candi-candi yang bertebaran di Jogja dan mengulik dongeng Roro Jonggrang. Ini yang kemudian membuat saya bertanya-tanya dimana cerita seramnya. Mungkin ini yang menjadi ketidakpuasan saya akan lini Darklit tapi dibumbui cerita rakyat. Seramnya berkurang banyak.

Kalau membicarakan soal sejarah saya menyukai buku ini. Saya jadi tahu sejarah Mataram Kuno, cerita rakyat Roro Jonggrang, Candi Boko dan masih banyak lainnya. Pokoknya informasi sejarah di Darklit ini sangat kaya. Okelah kalau dalam perjalanan Padma dan Haga memasuki dimensi lain, mereka bertemu dengan banyak mahluk halus. Tapi hantu disini hanya sebatas pelengkap sebab memburu Padma dan Haga sangat singkat dengan alasan Padma dan Haga memasuki dunia mereka. Jadi hantu dalam novel ini bukan letak seramnya.

Porsi kisah roman di novel ini pun sangat mendominasi. Mungkin tujuannya ingin mengeksplor karakter Padma yang awalnya sangat cuek terhadap pria, berubah banyak setelah ia bertemu sosok Haga. Roman yang menurut saya kebanyakan ini otomatis mengaburkan cerita seram. Meskipun romannya memang membuat penasaran. Tapi kan kembali lagi lini novel Mimpi Padma ini Darklit.

Karakter yang ada baik Padma, Haga, Ariel, Bandung Bandawasa, semuanya tidak kuat. Saya tidak mendapatkan karakter favorit di novel ini.

Berikut beberapa catatan saya:
* Jangan bersikap terlalu berlebihan ketika mendapatkan kebebasan tinggal jauh dari orang tua (hal.18)
* Cowok yang punya karakter akan memandang orang lain dengan tatapan tegas (hal.22)
* Prinsip nomor satu dari sehat adalah perut yang terisi (hal.67)
* Tapi tidak ada kematian yang terlalu cepat atau terlalu lama. Semua itu sudah diatur oleh tuhan..(hal.70)
* Jangan pernah sakit ketika sendiri. Rasanya tidak enak kalau terkapar tak berdaya, tapi tidak ada orang yang merawat (hal.)

Untuk typo di novel ini saya hanya menemukan satu. Saya kira itu tidak mengganggu.

Saya sangat bersyukur bisa membaca ebook ini karena pengetahuan sejarah saya bertambah. Ini berkat Bentang Pustaka yang memberi download gratis di Playbooks. Semoga di lain kesempatan ada gratisan ebook novel roman meski bukan judul-judul baru.

Share:

[Resensi] Pesta di Rumah Sigi Sigung by Rien Dj

Judul: Pesta di Rumah Sigi Sigung

Penulis: Rien Dj
Penyunting bahasa: Mastris Radyamas
Penerbit: Lintang (Kelompok penerbit Indiva Media Kreasi)
Terbit: Agustus 2013
Tebal buku: 124 hlm
ISBN: 9786028277808

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih untuk penerbit Indiva Media Kreasi yang sudah menghadiahkan buku-bukunya yang bagus-bagus.

Saya masih ingat kapan terakhir saya membaca buku dengan karakter hewan. Bacaan yang cerita-ceritanya ditujukan untuk menjadi dongeng bagi anak-anak. Yaitu ketika saya masih SD. Saya masih ingat juga, bukunya berukuran besar seukuran kertas folio dengan gambar yang berwarna dan tulisan ceritanya berada di sekitar gambarnya. Cerita si kancil yang mau mencuri timun tapi digagalkan oleh burung beo dengan menirukan suara manusia, adalah salah satu cerita yang masih saya hafal plotnya.

Membaca buku Pesta di Rumah Sigi Sigung menjadi semacam nostalgia cerita-cerita dongeng hewan yang unsur kepolosannya sangat terasa. Delapan belas cerita di dalamnya pun sarat dengan pesan kebaikan yang sangat pas disampaikan kepada anak-anak. Anggap saja pembelajaran nilai kebaikan sejak dini melalui cerita imajinasi yang pada umumnya sangat disukai anak-anak.

Saya sendiri sangat menyukai ceritanya. Karena membaca jenis bacaan seperti ini tidak dibutuhkan nalar yang berat untuk dapat menerima apa yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Sangat gampang dipahami kok pesan moralnya.

Kelebihan lain buku ini, penulis juga memberikan catatan fakta mengenai hewan yang menjadi tokoh utama di dalam cerita. Pembaca akan semakin bertambah wawasan. Misalkan, penulis memberi informasi mengenai kegunaan antena pada semut.

Cerita favorit saya bukan cerita yang menjadi judul bukunya. Saya lebih menyukai cerita Mencari Pembantu Raja. Saya merasa sangat terharu dengan kebaikan hati buaya untuk membantu ayam menyebrang sungai ketika hewan yang lainnya hanya memikirkan kepentingan masing-masing.

Delapan belas judul cerita yaitu Hampir Menang, Lampu Penyelamat, Laba-Laba Pemalas, Sahabat yang Hebat, Pesta di Rumah Sigi Sigung, Meski Tak Secantik Kupu-kupu, Unta Kecil dan Kisah yang Istimewa, Siapakah Aku?, Tugas Tikus, Mencari Pembantu Raja, Sahabat Sejati, Kisah Keluarga Semut, Sepatu Cantik untuk Cece Cicak, Burung Gagak Cerdik, Suara Paling Indah, Aturan Itu Penting, Secantik Hati Bena, Perjuangan Jon.

Yang disayangkan dari buku ini justru pada ilustrasi cerita yang sangat bagus namun masih hitam putih. Alangkah menarik seandainya ilustrasi dibuat berwarna. Pembaca akan sangat terhibur saat membaca ceritanya.

Buku ini saya sarankan dibaca oleh orang tua sebagai bahan cerita untuk menanamkan nilai kebaikan bagi anak-anaknya. Dan pas juga dibaca oleh anak-anak usia SD. Jarang lho sekarang diperpustakaan SD yang menyediakan buku-buku anak-anak seperti buku ini. Akhirnya saya memberi rating 3.5/5.
Share: