#11 RESNOV



Judul buku             : Gila PHP
Penulis                     : Jacob Julian
Penerbit                   : Ping!!!
Terbit                        : Juni, 2013
Tebal buku             : 204 hlm
ISBN                          : 978-602-7933-75-0


Apa jadinya anak cupu yang doyan main game tapi diam-diam dia menyukai siswi populer ketua cheerleader di sekolahnya? Itulah yang tengah dirasakan Juli di tahun ketiga ia jadi siswa SMA. Atas provokator teman baiknya, Ricky, Juli memikirkan untuk membuat tahun ketiganya menjadi berwarna. Bukan melulu main game.

Saat ada acara OSIS, Ricky mendaftarkan Juli pada salah permainan Truth or Dare di atas panggung yang dipandu Sekar, cewek yang ditaksir mati-matian oleh Juli. Dan di atas panggung itu, Juli mengakui kalau ia menyukai Sekar.

“Tapi, aku suka Sekar. Aku nggak perlu tantangan untuk jadi pacar Sekar.” (hal.70)

Kontan pengakuannya membuat Pram, cowok yang suka nge-bully, panas. Karena ia juga menyukai Sekar. Hassil keputusannya adalah Sekar memberikan tantangan pada Juli dan Pram.

Tantangan pertama, Juli harus membawakan beberapa benda bermerk. Ia berhasil. Tantangan kedua, Juli harus membawakan sate kelinci. Lagi-lagi ia berhasil. Tantangan ketiga, Juli harus membawakan makanan brem dan kripik tempe asli. Tantangan ini juga bisa diselesaikan oleh Juli. Tantangan berikutnya, Juli harus membuat sambal pecel. Keberhasilan Juli sampai tantangan ini cukup mengkhawatirkan Sekar.

Yang paling sakit melihat keberhasilan Juli adalah Friday. Teman yang bukan siapa-siapa dan sudah lama memendam perasaan pada Juli. Tapi meski hatinya perih, ia masih mau menolong Juli untuk beberapa tantangan. Dan Saat tantangan terakhir yang mustahil, Friday juga membantu Juli menyelesaikannya.


“Bawakan aku bulan malam ini,”kata Sekar.

Berkat Friday, tantangan ini dapat dipecahkan oleh Juli. Namun dasarnya Sekar tidak mau mengiyakan Juli jadi pacarnya, maka Pram-lah yang akhirnya menang. Juli terpuruk.

Pada saat kelulusan SMA, Ricky dan Inez memutarkan video perjuangan Juli mendapatkan Sekar. Dan berkat video ini seisi sekolah tahu kelicikan Sekar.

Saat itulah babak game terbaru dimulai. Saat Friday akhirnya terus terang pada Juli mengenai perasaannya.

Orang yang dicintainya bukan seorang gamer. Hanya wanita biasa yang sudah senang untuk menunggui Juli saat bermain game tanpa mengeluh apa pun. Ini yang Juli rasakan sebagai sebuah cinta yang tulus.

--------------------------------------------------------------------------------------------

Sebenarnya gue tuh selektif kalo baca novel yang temanya remaja. Sebab gue enggak suka baca cerita yang kalo diikutin kayak sinetron-sinetron, lebai. Lalu standar yang gue pake adalah cerita itu punya tema yang unik dan enggak pasaran. Contoh hasil pilihan gue adalah novel ‘Mata Kedua’ dan ‘Hati Kedua’. Enggak dangkal lho cara penceritaannya. Dan masalah yang dijadikan dasar cerita bukanlah tema kacangan. Dua novel tersebut mengajarkan bagaimana di usia muda itu untuk mampu berprestasi.

Nah, untuk novel ‘Gila PHP’ ini, mungkin gue pantas menyebutnya sebagai keberuntungan. Novel ini gue beli hampir bulanan yang lalu. Alasan belinya pun karena gue pengen di blog gue itu ada aneka macam novel dari berbagai penerbit. Dan melihat penerbitnyaa; PING!!! (tanda serunya sampe 3), kayaknya bukan penerbit sekelas Gramedia dan Bentang. Jadi di awal ini penilaian gue pada novel ini sangat sebelah mata (kejem banget ya).

Bocoran juga, kalau novel ini selalu kesalip sama novel-novel baru dan udah banyak yang meresensi di blog-blog tetangga. Gue juga waktu itu kurang minat untuk mendahulukannya.
Lalu setelah siap, gue mulai membacanya. Kesan pertama yang gue dapet, novel ini beda ya dari yang lain. Bahasanya ringan banget. Tema yang diangkat pun manusiawi. Bayangkan kondisi para penggila game itu kayak apa. Ya kayak si Juli ini. Maniak banget sama yang namanya game. Bisa berbelas jam dia duduk di komputer atau PSP-nya. Tapi ini emang kondisi nyata. Temen gue aja bisa ngendon di rental PS sampe pagi.

Ada beberapa istilah game yang dipakai dan ini enggak bikin pusing karena ada penjelasannya. Hanya beberapa nama game memang tidak familiar di otak gue karena gue bukan gamer (main game Cuma di HP tok!). Tapi enggak masalah. Bagus malah akhirnya ketika cerita game ini hanya penuh di bab awal. Bab berikutnya malah mengurusi tingkah polah tokoh utamanya, Juli.

Sempet greget juga sama karakter Juli ini. Masa lugu banget sama yang namanya cewek pemberi harapan palsu. Cinta sebegitu membutakannya ya hingga matanya merem sama yang namanya cewek macam Sekar? Huh, dan karakter Juli ini bukan karakter lebai. Di akhir cerita malah gue seneng dan kayaknya nge-fans.

= jadi diri sendiri kayaknya lebih nyaman daripada berubah jadi orang lain=

Oh ya, pelajaran yang disampaikan ayah Friday membuat melek mata dan hati. Kayaknya emang ada yang salah dengan diri kita selama ini (untuk pesannya, terima kasih banyak ya).
Untuk covernya, sayang banget, jelek. Font yang dipakai untuk tulisan ‘Gila PHP’ nya kelihatan enggak ada seni-seni-nya. Terus backround cover yang coklat terang ini, oh, kalau boleh jangan novel deh yang didandanin begitu. Sumpah, enggak menjual. Mungkin harus melihat www.goodreads.com dulu untuk melihat cover-cover novel luar negeri, yang menurut gue, keren-keren-keren.

Buat penulisnya, Jacob Julian, kayaknya perlu dibuat sekuel baru untuk novel ini. Sumpah, kalau ada lanjutannya, pasti akan bikin iri bagaimana gaya pacaran gamer dengan kekasihnya yang bukan gamer. Meski di akhir disebutkan kalau Friday enggak keberatan dengan kekasihnya yang gamer sejati. Setau gue, sabar itu punya kapasitas. Pasti lama-lama mengkel juga kalau diduakan perhatiannya.


Gue juga pengen baca buku sebelumnya, Bleeding Survivor. Pertanyaannya, apakah semenarik novel ini juga buku sebelumnya itu?
Share:

3 komentar:

  1. terima kasih sudah baca ini dan Hollow Bodies. saya menunggu kamu baca Bleeding Survivor dan me-review nya juga!!
    kalo sudah review, sila senggol di @jacobjulian ya!
    atao mungkin sudah baca?
    ya beginilah kalo saya hanya random iseng cari nama saya sendiri di google.
    *maklum jomblo. tapi review kamu berkesan. semoga kalo ada waktu saya akan nulis lanjutan kisah antara Juli dan Mei.

    Jacob Julian

    BalasHapus
  2. oh btw. aku belum tahu reaksi kamu setelah baca ini.
    saya memang agak masalah sama covernya. jadinya kamu bacanya agak belakangan. kalah sama novel teenlit lainnya ya? :))
    kamu bisa kritik penerbit ini lebih meningkatkan kualitas covernya.

    BalasHapus
  3. Yap, betul banget. Entah berapa novel yang sudah gue dahulukan. Novel ini lumayan lama lho enggak dipegang. Mungkin benar, gue harusnya mengkritik penerbitnya ya...oke deh, nanti gue buat kritikkan buat penerbitnya, biar peka sama yang namanya nilai jual cover...dan malah akan mengangkat nama penerbitnya kalau sampai jadi bagus cover-covernya...

    BalasHapus