#10 RESNOV




Judul buku             : In The Bag
Penulis                     : Kate Klise
Penerjemah           : Nurkinanti Laraskusuma
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit                       : Oktober, 2013
Tebal buku             : 376 hlm
ISBN                          : 978-979-22-9973-1


Semua dimulai pada penerbangan dari Chicago. Dua keluarga dipertemukan dengan tidak terduga berikutnya.

Andrew, seorang perancang pameran yang terbang dari Chicago ke Madrid untuk sebuah pameran seni digital, bertemu dengan seorang wanita yang kemudian memikatnya. Dengan nekad, ia sempat menyelipkan pesan pada tas yang dibawa wanita itu.

Webb, putra dari Andrew, histeris ketika di hotel ia mendapati isi tasnya bukan barang-barangnya. Ia sadar tasnya sudah tertukar dengan tas seorang gadis. Isi tasnya adalah barang-barang anak perempuan.

Daisy, chef terkenal yang selalu mampu membuat restoran tempat ia bekerja  menjadi tempat kunjungan para turis, terkejut mendapati pesan dari dalam tasnya. Baginya pesan itu sangat tidak sopan. Dan banyak asumsi tentang si pengirim dapat ia simpulkan.
Coco, putri Daisy, kesal ketika membuka tasnya penuh dengan barang-barang asing. Ada kemeja, buku dan jeans lusuh. Ia hampir menangis karena liburannya akan gagal tanpa barang-barangnya.


Webb dan Coco dipertemukan kembali melalui email. Coco meletakkan identitasnya di tasnya sehingga Webb pun mengiriminya pesan. Dan mereka kemudian intens berkirim email. Sebelum bertemu, antara keduanya, merasa tertarik dengan pribadi masing-masing.

Pada suatu hari mereka janjian untuk bertemu sekaligus menukar tas. Pertemuan itu dirancang di Paris, tempat Coco tinggal. Sayang, pertemuan itu penuh dengan dugaan-dugaan yang menyebabkan banyak salah sangka.

Andrew dan Daisy pun bertemu kembali di acara pameran. Panitia katering pameran mendadak tidak bisa memenuhi tugasnya karena ada anggota keluarganya yang meninggal. Solange, penanggung jawab pameran, akhirnya meminta sahabatnya, Daisy untuk memasak buat pameran. Daisy pun mengiyakan. Ia terbang dari Paris menuju Madrid.

Di Madridlah akhirnya Andrew kembali bisa melihat wanita yang pernah memikatnya di penerbangannya. Dan di pesta itulah, keduanya merasa cocok. Hubungan keduanya pun semakin dekat.

Hitam putih, gambaran antara kondisi Andrew – Daisy dan Webb – Coco. Andrew dan Daisy makin dekat. Webb dan Coco makin salah paham.

Barcelona kemudian jadi saksi pertemuan dua keluarga. Webb sama sekali tidak menyangka akan kembali bertemu Coco. Untuk Andrew, ini jadi makan malam yang paling berkesan dengan seorang wanita yang ia sukai.

Saat seharusnya antara Andrew dan Daisy bertukar alamat email, konflik lagi-lagi terjadi. Andrew tidak bisa memberikan alamat emailnya karena ia yakin kalau memberikannya maka identitas si-pengirim-pesan-ke-dalam-tas akan terbongkar.

Dengan marah, Daisy mensudahi makan malamnya. Keduanya kembali bersitegang.
Ketika kedua keluarga akan meninggalkan Barcelona dengan pesawat yang sama, insiden ditundanya penerbangan pesawat akibat adanya pemeriksaan teroris, membuka semua rahasia antara anak dan orang tuanya.

Kedua keluarga akhirnya berakhir di penginapan Solange. Bahagia.


--------------------------------------------------------------------------------------------
Ini adalah novel terjemahan pertama yang gue baca. Awalnya kenapa gue sampai membeli novel ini karena penasaran dengan banyaknya artikel di blog tetangga yang banyak meresensi novel-novel terjemahan dan terkesan semuanya bagus.

Sebenarnya gue membeli dua judul. Namun yang akhirnya jadi pilihan untuk gue baca pertama, ya ini, In The Bag.

Seru. Tidak berlebihan gue menyebut begitu. Kisahnya seputar empat orang yang ternyata dua keluarga. Unik sekali plotnya. Dan penceritaan yang super renyah membuat gue nyaman lama-lama membacanya. Apalagi pemenggalan tiap-tiap babnya pendek-pendek. Tambah semangat membacanya.

Setelah membaca novel ini, gue mengerti sulitnya jadi orang tua yang memiliki putra/putri yang mulai beranjak dewasa. Susahnya menghadapi emosi mereka yang labil. Oh, sangat terasa psikologi orang tuanya. Keren (gue belum nikah lho!).

PR-nya, gue pengen baca novel-novel dewasa karya Kate Klise yang lain. Entah ada atau ini satu-satunya karyanya yang berupa novel dewasa. Secara, dari informasi biografinya, Kate Klise ini dulunya suka membuat buku anak-anak.

Kayaknya seru baca novel terjemahan. Ada beda yang terasa sekali dengan plot dan cerita-cerita dari novel lokal. Lebih greget ternyata membaca novel terjemahan.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar