#13 RESNOV


Judul buku            : Pssst...!
Penulis                     : Dy Lunaly
Penerbit                   : Bentang Belia
Terbit                        : -, 2013
Tebal buku             : viii+ 204 hlm
ISBN                          : 978-602-7975-59-0

Amsterdam – Wira
Kehilangan papa di usia tujuh tahun menumbuhkan rasa marah, kesal dan benci di hati Wira pada sosok papanya. Namun liburan kali ini ia kembali pada kota yang membuatnya merasa pulang kampung tapi meresahkan hatinya.

Berkat Oma-nya, Wira yang semula tidak ingin bertemu papanya, akhirnya harus bertemu. Kondisi berbeda, papa sudah menjadi pemakaman. Disinilah awal leburnya perasaan marah, kesal dan benci yang selama ini mendiami hati Wira.

Belgia – Jiyad
Persahabatan segalanya. Tapi cinta juga memerlukan prioritas. Siapa yang menyangka di Belgia-lah akhirnya Jiyad dan Noura mengakui hubungannya. Mereka ternyata sudah pacaran hampir sepuluh bulan dan hubungannya sengaja mereka sembunyikan dari Wira, Adhia dan Kalyan.

Jiyad dan Noura sengaja melakukan semua itu lantaran perjanjian masa lalu mereka yang melarang berpacaran dengan teman sendiri. Tapi hati, cinta, tak bisa diatur kemana akan berlabuh. Meski sempat timbul pertengkaran karena merasa dibohongi, ketiga sahabat Noura dan Jiyad mau mengakui juga kewajaran jatuh cinta.

Luksemburg – Noura
Kebahagian setelah hubungannya dengan Kak Jiyad dapat di terima ketiga sahabatnya, Noura merasa sangan senang mengikuti perjalanan ini. Ia pun sempat membagi bagaimana ceritanya ia dan Kak Jiyad bisa jadian. Dan di kota ini pula rahasia Adhia terbongkar. Adhia curhat pada Noura tentang siapa cowok yang ia suka dan sebab memendam perasaan cinta ini yang jadi pemicu kemarahan saat dirinya tahu kalau Noura selama ini jadian dengan Kak Jiyad.

Di Luksemburg juga lah, Kak Jiyad mengikat Noura dengan cincin sebagai tanda kalau dialah pemilih hatinya. Sungguh menyenangkan.

Paris – Adhia
Ulang tahun yang sangat berkesan ketika Adhia mendapatkan hadiah berupa perayaannya di depan menara Eiffel. Setidaknya harapannya telah terkabul. Namun kebahagian itu tidak bertahan lama. Ini gara-gara Wira yang tiba-tiba mengungkapkan perasaannya tanpa meminta jawabannya.

Adhia yang sejak awal menyukai Kalyan bingung harus bersikap biasa ketika jelas-jelas ia berada di antara dua cowok . Adhia ingin berdekatan terus dengan Kalyan tapi ia tidak enak hati dengan Wira. Meski saat mengungkapkan perasaan itu, Wira berjanji tidak akan ada yang berubah dengan persahabatn mereka.

Adhia jadi bingung. Ia memilih menjauh dari Wira dan itu malah membuatnya kacau. Ia akhirnya meminta Wira yang menjauh dan Adhia justru merasa kehilangan satu sahabat. Namun setelah berbicara baik-baik, hubungan antara dirinya dan Wira kembali normal.

Venesia – Kalyan
Rasanya sakit ketika melihat orang yang kita sukai berciuman dengan orang lain. Hanya karena kita terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaan kita pada orang yang kita sayangi itu.

Kalyan mengalaminya. Ia sudah lama menyukai Adhia. Tapi sampai perjalanan mereka akan berakhir, Kalyan belum juga berani terus terang. Berkat ulah Wira yang mengarang adegan ciuman itu, Kalyan akhirnya menyatakan perasaannya pada Adhia di atas gondola dengan buku sketsanya. Sungguh romantis, karena jawaban indah yang diberikan Adhia.


--------------------------------------------------------------------------------------------
Latar lima negara yang dikunjungi lima sahabat dengan rahasia-rahasianya membuat gue sedikit berpikir tentang masing-masing tempat. Jujur, gue sama sekali enggak ada bayangan kelima negara yang mereka kunjungi.

Yang bisa gue nikmatin hanya plot dari tokoh-tokohny saja. Sedangkan detail tempatnya, gue enggak bisa membayangkannya.

Dan anehnya setelah membaca novel ini, gue enggak ada keinginan untuk mengunjungi salah satu tempat yang diceritakan. Sayang sekali bukan?

Ya sudah, setidaknya kekecewaan ini terbayar dengan kisah porsinya Adhia. Sangat menyentuh sekali ketika Wira mengakui kalau ia mencintai Adhia. Ada jiwa besar yang dimiliki Wira. Gue sampai iri.

Untuk cover cukup unik. Tapi judulnya saja yang aneh. Bingung ketika ada yang tanya, lagi baca novel apa. Terus gue bilang, Pssst...!






Share:

0 komentar:

Posting Komentar