#7 RESNOV


Judul buku               : Sweet Seventeen 
Penulis                      : Trivani Desyara
Penerbit                    : Media Pressindo
Terbit                         : -, 2013
Tebal buku                : 148 hlm
ISBN                           : 978 – 979 – 911 – 352 – 8

Namanya Avasya Nestia Putri, siswi kelas dua SMA.  Dan pada tanggal dua puluh lima Desember ia akan berulang tahun. Tujuh belas hari menjelang hari bahagianya itu, ia dikejutkan dengan ucapan Adhi yang akan menembaknya (mengungkapkan rasa cinta) pada ulang tahunnya. Ava kaget. Supprise yang bagi Ava tidak supprise lagi karena Adhi memberitahukannya lebih dulu.

Ava tidak bisa menjawab langsung. Ia malah memberi tantangan pada Adhi agar meyakinkannya kalau ia pantas menerima perasaan darinya. Adhi pun berjuang dengan segenap rasa sayang dan perhatiannya agar Ava tahu kalau perasaannya tulus.

Selain Adhi, ada juga Alex yang sama-sama menyukai Ava. Alex ini sahabat dekat Adhi. Dan melihat gelagat Adhi yang sangat mencintai Ava, Alex memilih mundur.

Hubungan Ava dan Adhi semakin dekat. Bahkan Adhi sudah mengenalkan Ava pada kakak perempuannya, Claudiya. Dan konflik muncul di tengahnya. Diam-diam salah satu sahabat Ava, Nevie, juga menyukai Adhi. Perasaan Nevie pada Adhi bahakn sudah ada sebelum Ava dan Adhi dekat. Hanya Nevie tidak cukup berani untuk mengungkapkannya.


Mengetahui kedekatan Ava dan Adhi, Nevie dibakar rasa cemburu. Ia pun merencanakan menjauhkan Ava dari Adhi dengan mengarang cerita kalau Adhi pernah menembaknya. Ava sedih dan informasi itu pun berhasil mempengaruhinya. Ia membenci Adhi dan membuat keduanya saling menjauh. Adhi pun terpengaruh saat ia dan Nevie memergoki keberadaan Ava yang sedang berduaan dengan Alex di taman.

Berkat teman-temannya dan Kak Claudiya, pertengkaran Ava dan Adhi dapat diselesaikan tepat di hari ulang tahun Ava. Rekaman percakapan antara Nevie dan Rachel jadi kunci keberhasilan mendamaikan kembali hubungan Ava dan Adhi. Nevie sendiri  meninggal saat pulang dari Ava.

Rasa benci di hati Ava dan teman-temannya pada Nevie pupus ketika Nevie meminta maaf di akhir hayatnya.

Yes!! Gue bisa menyelsaikan novel ini hanya dalam hitungan beberapa jam saja, lantaran ketebalan novel ini sangat sedikit. Bangga juga sih karena sebelumnya kecepatan baca gue sangat lambat dan itu pun tidak konsisten.

Novel perdana dari R. A. Trivani Desyara ini sangat menghibur. Temanya sangat remaja banget, cinta anak SMA. Dan tidak heran dibeberapa bagian sempat membuat gue harus kembali mengingat masa SMA.

Mungkin karena novel debut, secara gaya bahasa novel ini masih menggunakan bahasa yang to the point, tidak bertele-tele dan singkat. Gaya ini punya kelemahan karena akan sangat mengurangi detail waktu, tempat hingga kondisi si tokoh.

Secara cerita, bagi gue novel ini sangat cepat menceritakan. Sehingga gue kurang merasakan adanya hal berkesan di ujung novel.

Nilai plus yang ada di novel ini adalah design cover yang menarik, warna warni. Gue sendiri tertarik membaca novel ini karena melihat covernya dahulu. Design yang komersial.

Satu catatan, perlu enggak sih novel ceritanya SMA menceritakan adegan ciuman bibir segala? Ini yang sedikit menggangu gue saat membaca novel ini, first kiss. Ada baiknya menurut gue cerita setting SMA hanya dibatasi pada gandengan tangan dan pelukkan biasa. Sehingga tidak terkesan cabul, hahaha.

“...Di saat aku butuh cahaya, Tuhan kasih aku matahari. Di saat aku butuh warna, 
Tuhan beri aku pelangi. Dan di saat aku butuh cinta dan kedamaian, Tuhan beri kamu,”... (hal. 143)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar