#12 RESNOV


Judul buku             : Teatrikal Hati
Penulis                     : Rantau Anggun & Binta Al Mamba
Penerbit                   :Quanta
Terbit                        : November, 2013
Tebal buku             : xx+344 hlm
ISBN                          : 978-602-0226-279

Zahra yang sebelumnya adalah seorang artis beralih profesi menjadi sutradara film setelah dirinya berjilbab. Dan tuan Liem memberinya tugas untuk membuat film yang humanis dan mengharukan. Zahra akhirnya memutuskan untuk mengangkat film dari diary ibunya dan novel ‘Lelaki Hatiku’.

Linda akhirnya menerima pinangan dari dokter muda bernama Bagas. Ia menikah dengannya. Dan perjalanan pernikahan mereka sangat dingin. Ditambah dengan momongan yang belum juga hadir di tengah-tengah mereka, psikologi pasangan suami istri ini pun masih saja dingin. Meski sebenarnya, keduanya ingin menjadi hangat hanya tidak tahu memulainya dari mana. Dan setelah umur hampir kepala empat, barulah penantian panjang akan buah hati yang selama ini diharap-harap, terwujud juga. Linda akhirnya mengandung dan ini bukti dari kesabaran.

Gwen adalah gadis yang sukses di bidang arsitek. Ia memiliki trauma dalam menilai laki-laki. Ingatan akan sosok bapaknya yang kasar membuat Gwen menjaga jarak dengan setiap laki-laki yang mendekatinya. Namun sepanjang usianya, ia diikuti mimpi yang sama, bermain dengan bocah gempal yang membawa layangan putus. Dan mimpi ini berhenti setelah ia dijodohkan dengan Hafidh. Gwen akhirnya tahu kalau Hafidh ini adalah sosok masa lalunya juga sosok bocah gempal dalam mimpinya. Gwen akhirnya melabuhkan hatinya pada Hafidh.

Setiyani merupakan wanita paling sabar dengan cinta yang sangat besar. Sekasar apa suaminya, Harjun, menyakitinya, ia tetap bertahan di sampingnya. Senakal apa suaminya ia tetap menaruh harapan kalau suaminya kelak akan berubah. Hingga perasaan cinta yang amat besar itu beralih haluan. Cinta yang dulu ada untuk suaminya berpindah pada dua gadis kecil, anaknya. Hingga Setiyani menghembuskan nafas terakhirnya, dua gadis yang telah ia besarkan dan paling ia banggakan, selalu menjadi cinta terbesarnya.

Setiyani adalah ibu dari Linda dan Gwen.
Zahra adalah anak dari Linda.


-------------------------------------------------------------------------------------------

Yeah!

Lumayan harus berpikir keras membaca novel ini. Karena gaya menulisnya yang lumayan ribet. Banyak tokoh yang kemudian menjadi sudut pandang dan memaksa gue untuk selalu mengingat setiap peristiwa yang dilalui tokoh-tokoh yang ada. Bahkan di akhir novel, gue baru sadar kalau Zahra ini adalah anak dari Linda. Sempat sih di tengah membaca mempertanyakan siapa sebenarnya Zahra. Karena di awal porsi ceritanya seperti terpisah dari kelamnya keluarga Setiyani dan Harjun.

Cerita sedikit ah soal kenapa gue memilih novel ini. Waktu hunting, gue sebenarnya enggak pernah menaruh suka berlama-lama di rak novel religi. Karena beberapa kali gue kecewa membaca novel yang ceritanya sangat padat dan akhirnya pusing sendiri. Novel kok kayak buku agama! Namun begitu gue melihat novel dengan cover cokelat terang dan ada kartunnya, gue merasa penasaran. Ada label ‘Novel Islami’ pada covernya tapi tetap membuat gue membaca ulasan di cover belakangnya. Menarik, itu kata pertama. Terus gue juga mencari judul-judul lainnya dari penerbit Quanta. Akhirnya ada beberapa judul yang sedang gue incar. Dan kayaknya menarik. Setelah kelar membaca novel ini, gue jadi enggak sabar buat membaca novel terbitan Quanta.

Sekarang, apa sih menariknya dari novel ‘Teatrikal Hati’ ini?

Temanya. Gue suka tema yang berbau menjelang pernikahan dan masa setelah pernikahan (mungkin, kebelet pengen nikah juga, hahah). Terus gue juga suka membayangkan karakter dengan sifat-sifat yang unik. Di novel ini karakter-karakternya sangat komplek. Ada yang kekanak-kanakkan, ada yang dewasa, ada yang menggemaskan dan kadang ada juga yang rasanya pengen nabok. Huh, pokoknya seru.

Ini kalimat yang gue stabilo waktu membacanya :

“Jika pernikahan sudah diniatkan ilallah, fillah dan billah, maka seluruh atribut dunia tak penting. Kita mati membawa amal dan doa anak-anak, bukan gelar ataupun harta,”...(hal.232)



Share:

5 komentar:

  1. terima kasih ya sudah di review buku kami.. menjadi semangat lagi untuk kembali nulis :)

    BalasHapus
  2. Duh, sudah ada yg bikin resensinya ya..
    Makasih telah berkenan beli, baca dan menulis kesan tentang novel kami ya.
    Semoga kebaikannya tersampaikan dan manfaat :)

    Salam,
    Rantau Anggun

    BalasHapus
  3. Mbak Binta & Mbak Anggun : Sama-sama Mbak. Semoga harapan novel ini terbit dapat terwujud..

    BalasHapus
  4. Setiyani adalah ibu dari Linda dan Gwen.
    Zahra adalah anak dari Linda.

    Ini plot twist nya D: ? kok review buku malah nyeritain spoiler -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, bener. Tadinya gue malah enggak ngerti spoiler tuh apaan. Karena banyak yang bilang begitu, gue cari artinya. Dan itu bikin menganga. Akhirnya gue rubah mulai meresensi Melbourne - winna efendi. Kalau baca resensi di Desember, pasti beda..heheh, terima kasih sudah berkunjung dan pendapatnya...

      Hapus