#14 RESNOV

Judul buku          : Betang Cinta yang 
                                     Tumbuh dalam Diam
Penulis                     : Shabrina Ws
Penerbit                   : Quanta
Terbit                        : -, 2013
Tebal buku             : x+182 hlm
ISBN                          : 978-602-02-2389-6

Perjalanan Danum menjadi atlet dayung tak selancar air di sungai. Ia bingung ketika harus meninggalkan Betang, rumah adat di Kalimantan. Baginya Betang sudah seperti hidupnya. Dan yang paling sulit adalah ia harus meninggalkan kakeknya. Meski ada Arba, kakak laki-lakinya, Danum masih berat.

Berkat nasihat dari Arba dan kakeknya, Danum akhirnya pergi meninggalkan Betang demi impiannya, impian kakeknya dan impian Arba. Namun saat ia berlatih, hatinya dikacaukan oleh Dehen, teman masa kecilnya. Perasaannya setelah beranjak dewasa mulai berubah menjadi aneh. Bukan lagi perasaan sebagai sahabat.

Saat mengikuti pertandingan, Danum harus kehilangan kakek tersayangnya. Ia sangat terpukul dengan kehilangan itu. Tapi ternyata Allah memberi kejutan lain. Ayah yang tidak pernah ia lihat akhirnya menemuinya. Ayahlah pengganti kakeknya. Dan menjelang kepergiannya latihan kembali, di rumah ayahnya, Danum dilamar oleh Dehen. Namun Danum tidak mengiyakannya. Ia masih ingin mewujudkan impiannya menjadi atlet dayung

Setelah tiga tahun lamaran Dehen dan Danum mulai mengikuti kompetisi internasional, Dehen melamarnya kembali. Lagi-lagi ia tidak menjawab. Lalu saat liburan lebaran, Danum dikejutkan oleh tamu yang datang ke Betang. Tamu itu adalah Dehen dan keluarganya yang akan melamarnya secara resmi. Danum pun akhirnya menikah dengan Dehen.


--------------------------------------------------------------------------------------------
Gue kembali memberanikan diri membaca novel islami yang diterbitkan oleh Quanta. Dan di postingan [resensi novel] Treatrikal Hati sempat gue sebutkan kenapa menghindari bacaan religius.

Di novel ini gue belajar banyak hal. Mulai dari arti kasih sayang, disiplin, kerja keras dan bersikap dewasa. Semua dibawakan dengan ringan. Bahasanya juga sangat mudah dipahami.

Minus yang membuat gue sedikit menyayangkan adalah plot konflik yang sangat biasa. Meski pada beberapa bagian mengharukan, tapi konflik yang diangkat sangat standar. Kadang gue bisa meninggalkan novel ini tanpa harus terburu-buru membacanya dengan alasan penasaran. Yang sempat membuat gue mengkerutkan dahi adalak eksekusi tiap konflik yang terasa sangat cepat. Padahal kalau lebih di dalami, rasa dalam novel ini akan lebih terasa.

Namun membaca novel ini buat gue sendiri memberi banyak manfaat. Senang juga membaca novel religius.



Share:

2 komentar: