[resensi novel] Love Hate Love; Berkesempatan cinta


Judul buku             : Love Hate Love
Penulis                     : YennyFyfy
Penerbit                   : Media Pressindo
Terbit                        : -, 2013
Tebal buku             : 240 hlm
ISBN                          :978-979-911-240-8


Novel ini adalah novel kesekian yang sudah lama gue beli tapi baru gue baca. Bedanya, novel ini sempat gue baca dan hampir selesai. Karena alasan apa, novel ini kemudian terabaikan dan baru kali ini gue baca. Berkat pernah dibaca ini, gue bisa menikmati jalan ceritanya.

Mengisahkan takdir yang mengharuskan Freya harus kembali bertemu dengan Darrel, cowok indo, setelah pertemuan pertamanya yang kurang menyenangkan di bandara. Freya baru saja memutuskan untuk berlibur sebelum ia fokus merintis kantor konsultan keuangannya sendiri. Tapi bertemu dengan Darel ternyata adalah babak panjang dalam liburannya sekaligus kehidupannya.

Cerita awalnya memang sudah klise. Dua tokoh utama yang awalnya selalu ribut dan bertolak belakang kemudian karena intensnya pertemuan membuat keduanya berjodoh. Lalu ada wanita masa lalu yang membayangi keduanya dan ini membuat hubungan antara Freya dan Darel tarik ulur, susah sampai di titik yang seharusnya.

Gue bisa menikmati keseluruhan novel ini tapi ketika selesai tidak ada kesan apapun. Sangat disayangkan sekali. Padahal novel ini cukup berbobot memberi informasi seputar Gunung Bromo. Meski gue belum pernah pergi kesana, dengan membaca deskripsinya saja dan bantuan ingatan pada beberapa scene iklan yang pernah gue lihat, gue bisa membentuk seperti apa bayangan hamparan pasir di sekitar Gunung Bromo itu.

Tebakan gue buat cover yang dominan warna biru tua ini, karena temanya soal gunung, maka jadilah cover dengan gambar kartun gunung yang jumlahnya empat dan berada di lautan yang berombak. Gue no coment. Mungkin kalau diceritakan oleh pendesain covernya, akan ada cerita dibalik gambarnya. Tapi menurut gue, cover ini enggak menjual. Malah lebih terkesan membosankan. Warna yang kurang hidup, kartun yang aneh dan font judulnya yang enggak biasa.

Kesukaan tokoh di novel ini sama sekali enggak ada. Darel, gue enggak suka sama sifatnya yang plin-plan. Menentukan siapa yang masuk dalam hatinya saja susah diputuskan. Freya, manusiawi ketika ia ingin menjadi diri sendiri tapi bukan berarti bersikap kekanak-kanakan. Ini sengaja atau bukan oleh Mbak Yenny memasukkan sifat ini ke dalam tokoh-tokohnya. Hanya saja tidak ada dari tokohnya yang bisa dipilih jadi idola.

Terus gue juga menemukan beberapa kesalahan penulisan:      

1.       ...telah dimodifikasi mesinya sehingga... – mesinnya (hal. 19)
2.      Dan aku sedkit geli... – sedikit (hal. 41)

Dua kesalahan ini gue temukan pada saat membaca yang pertama. Untuk yang kedua kalinya gue mengabaikan.


Jadi, novel ini cukup jadi hiburan saja.
Share:

1 komentar: