[resensi novel] Refrain; Jujur kalau kamu cinta!!


Judul buku             : Refrain
Penulis                     : Winna Efendi
Penerbit                   : Gagasmedia
Terbit                        : -, 2013 (cetakan kedua puluh)
Tebal buku             : vi+318 hal
ISBN                          : 979-780-326-7

Sebenarnya gue lebih suka baca novel dengan tokoh dewasa karena gue banyak belajar dari situ. Tapi pengecualian buat novel ini, pilihan gue setelah nanya sama SPG di Gramedia Grage Mall Cirebon, kalau novel yang gue cari stocknya tinggal empat dan bungkusnya udah kebuka. Ngelus dada. Gue enggak mungkin beli novel yang kertasnya udah lecek gara-gara jadi sample buat pengunjung yang mau baca dulu sebelum beli. Lalu mata gue menelusur deretan novel yang jumlahnya banyak sambil mencari yang bagus. Beberapa judul masuk pilihan, hanya karena kurang sreg dengan cara penulisnya bercerita, pilihan gue jatuh pada novel karya Winna Efendi, Refrain.

Ini novel Mbak Winna yang kedua yang gue baca, setelah sebelumnya gue membaca novelnya yang Melbourne. Kalau dibandingkan antar kedua novel tadi, gue merasa ada yang beda. Di novel Melbourne, Mbak Winna kelihatan sudah bisa membuat kalimat yang rumit tapi enak. Sedangkan di novel Refrain ini, gue merasakan bahasa yang sederhana dan mengalir. Atau mungkin karena tema novel ini ngambil setting SMA, jadi Mbak Winna menyesuaikan bahasanya, gue juga enggak tahu.

Secara garis besar, Refrain menceritakan dua sahabat –Nata & Niki- yang kemudian saling menyukai. Pahit manis kisah mereka yang begitu dekat hingga akhirnya salah satu dari mereka; Nata, mempunyai perasaan yang seharusnya tidak ada; rasa sayang pada Niki. Jelas perasaan dalam hubungan persahabatan yang kemudian tidak lagi murni sebagai sahabat, mempengaruhi ketentraman yang sebelumnya ada. Keduanya mendadak jadi orang yang asing bagi yang lainnya dan saling menjauh karena sama-sama merasa bersalah. Tapi akhirnya mereka bahagia.

Mbak Winna memang keren merangkai kisah sederhana menjadi dramatis. Unik juga cara Mbak Winna membuat kisah dengan objek yang enggak biasa. Contohnya trampolin ini. Gue enggak pernah membayangkan kalau trampolin bisa jadi benda memorable.

Gue suka dengan novel ini. Tapi meski begitu, gue cukup terganggu dengan kesalahan pengetikkan. Ada beberapa kata yang salah (hanya gue enggak menandainya). Padahal novel yang gue baca ini udah novel yang covernya poster filmnya. Seharusnya sudah enggak ada kesalahan begitu. O, ya, novel Refrain ini juga sudah diangkat ke layar lebar. Gue kebetulan enggak nonton filmnya karena pengalaman gue selama ini selalu kecewa dengan film-film indonesia yang diangkat dari novel laris. Kebanyakan enggak utuh sesuai novel dan emosi yang ada di novel sukses hilang entah kemana.

Ada satu yang bikin gue heran ketika baca novel ini, meski di covernya ada foto tokoh dalam filmnya, gue kesulitan memakai karakter mereka dengan cerita ini. Afgan as Nata, bagi gue kurang gagah dan tegas. Meski di novel karakter Nata ini enggak suka olahraga, tapi gue bisa merasakan kalau dia bisa lebih tegas. Afgan di mata gue enggak sama dengan Nata (objektif lho! Jadi jangan ada yang marah ya!) lalu Maudy Ayunda as Niki, masih kurang pas terutama di karakter ceria dan ceplas-ceplosnya. Maudy kelewat sendu dan tenang. Atau karena gue enggak bisa misahin karakter Maudy di film Perahu Kertas?


Segitu resensi gue untuk novel ini. Murni penilaian orang awam lho. Over all, novel ini menghibur dan menyenangkan.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar