[resensi novel] Remember When; tentang kenangan



Judul buku             : Remember When
Penulis                     : Winna Efendi
Penerbit                   : Gagasmedia
Terbit                        : -, 2012 (cetakan kedelapan)
Tebal buku             : viii+252 hlm
ISBN                          : 979-780-487-9



Begitu membaca prolognya, gue sama sekali enggak tertarik dengan ceritanya. Terlihat sangat biasa. Berkat nama baiknya Mbak Winna Efendi, gue pun bersabar meneruskan membaca novel ini. Dan hingga gue selesai membaca novel ini, gue akuin gue tidak menyesal sama sekali.

Remember When ini adalah novel ketiga Mbak Winna yang gue baca. Dan gue sangat suka dengan ceritanya. Idenya sederhana, soal bagaimana bila kita mencintai sahabat padahal kita sendiri sudah memiliki seseorang. Dari ide sederhana ini, Mbak Winna menggali dengan detail kehidupan empat sahabat dengan setting SMA.

Menariknya, karakter yang diambil Mbak Winna untuk tiap tokoh dalam novel ini lumayan unik. Beragam dan lengkap. Freya bisa dibilang introvert, Moses cukup kutu buku, Gia yang super gaul dan Andrian yang urakan. Karakter-karakter begini yang kadang membuat gue sebagai pembaca merasa benar-benar bisa ngebayangin setiap tokohnya menjalani kehidupan kesehariannya. Dan pemilihan POV ke satu, gue makin bisa merasakan perasaan masing-masing tokoh.

Apa yang harus dilakukan ketika hati menyayangi pacar sahabat sendiri? Galau, iya. Mengikuti cerita begini membuat gue menggunakan hati memahami emosi yang terbangun. Gue ikut memikirkan bagaimana baiknya jika berada di situasi itu. Dan ada poin yang membuat gue kaget. Gaya pacaran Andrian dan Gia benar-benar kelewatan. Suka sama suka dan nafsu menjadi alasan logis dan sayangnya efek perbuatan ini hanya mempengaruhi sesaat hubungan keduanya. Karena ending cerita seakan-akan mengabaikan kecelakaan itu. Miris, pacaran anak muda sekarang banget. Dan dari sosok Gia inilah yang membuat gue perlu menghujatnya. Ternyata ada tipe cewek yang begitu bodohnya hingga menyerahkan segalanya untuk pacar yang belum pasti. Pelajaran yang harusnya dipahami oleh setiap pembaca cewek adalah sedekat apapun hubungan yang sudah terjalin dengan seseorang bukan berarti melemahkan protektif terhadap diri sendiri. Pacar sekarang belum tentu jadi pasangan kita di pernikahan sebab masa depan itu misteri.

Tema SMA ini rasanya sudah jadi lahapan utama Mbak Winna. Cerita yang ia buat untuk Remember When dan Refrain tidak pernah membosankan. Seolah Mbak Winna ini menyimpan banyak kejutan untuk setiap kisahnya.

Gaya penceritaan Mbak Winna pun sangat enak. Gue enggak pernah bosan membacanya. Yang paling bikin gue iri mungkin bagaimana ia membuat kalimat yang dirangkai jadi paragraf dan itu menghanyutkan. Ini nilai plus yang gue pelajari dari Mbak Winna.


Informasi terbaru yang gue baca dari blognya Mbak Winna, Remember When ini akan naik tayang ke layar lebar mengikuti Refrain yang sudah lebih dulu tayang di bioskop. Dan gue selalu menghindari film yang diangkat dari layar lebar. Refrain the movie pun belum gue tonton hingga review ini selesai diposting. Dan gue juga enggak akan nunggu Remember When the Movie hingga diputar di bioskop. Sebagai penikmat novelnya, gue cuma bisa ngasih selamat ya karena novelnya akan diangkat ke layar lebar.
Share:

1 komentar:

  1. menurut saya novel ini sanngat menarik, entah kenapa saya merasa kasihan gia... dia yang paling nyesek menurut aku...


    obat kista tradisional
    obat pelangsing herbal

    terimakasih sebelumnya..

    BalasHapus