[resensi novel] Ai; cinta selalu tepat berlabuh




Judul buku             : Ai
Penulis                     : Winna Efendi
Penerbit                   : Gagasmedia
Terbit                        : -,2103 (cetakan kesembilan)
Tebal buku             : vi+282 hlm
ISBN                          : 979-780-686-3


Suka. Hem, setelah novel Ai yang merupakan novel keempat karya Mbak Winna Efendi yang gue baca selesai gue baca, entah gue harus meresensinya kayak apa. Bingung. Mendadak gue sangat menyukai ide-ide yang Mbak Winna angkat. Kemudian dia menyulam kisahnya dengan begitu menarik.

Novel Ai bukan novel yang settingnya dari Indonesia. Meski tokoh Ai sendiri pernah tinggal di Indonesia, tidak membuat novel ini mengalami taste yang Indonesia. Ini kelebihannya. Gue menyukai alur yang dipakai Mbak Winna. Bukan jenis alur yang rumit dan dengan trik begini gue bisa menikmati novelnya dengan maksimal.

Secara garis besar, kisah Ai ini berkutat diantara dua sahabat dari kecil yang kemudian menjadi sepasang kekasih. Sederhana bukan idenya? Tapi konflik muncul ketika diantara mereka muncul seseorang yang menjadi penghalang. Bukan dalam arti negatif, sebab Shin, pihak ketiganya, bukan diposisikan jadi tokoh antagonis. Ending cerita sudah bisa ditebak, Ai menjadi kekasih Sei.

Gue mulai menyukai cara Mbak Winna mengangkat ide untuk ide novel-novelnya. Novelnya yang sebelumnya sudah gue baca; Refrain, Remember When, Melbourne dan sekarang selesai novel Ai, gue sama sekali enggak merasa jenuh dan bosan. Hebat.



Mungkin ini yang Mbak Winna sebutkan menulis dengan hati. Gue sebagai pembaca bukunya ikut merasakan efek ceritanya. Pokoknya novel-novelnya seru. Ditambah dengan perubahan cover dari yang pernah terbit sebelumnya, novel Ai makin manis saja.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar