[resensi novel] My Beautiful Sunrise; Cantik, menikahlah denganku


Judul buku                  : My Beautiful Sunrise
Penulis                        : Kyria
Penerbit                       : Bentang Pustaka
Terbit                           : Agustus 2013
Tebal buku                  : iv+328 hlm
ISBN                           : 978-602-7888-61-6

Awalnya gue memang pernah membaca buku pertamanya Kyria, My Beautiful Sunset. Tapi disini gue enggak akan meresensi secara detail buku pertamanya itu. Mungkin hanya akan menyinggungnya sedikit. Tapi gue janji akan mengulang baca buku itu dan meresensinya secara terpisah.

My Beautiful Sunrise masih menceritakan Indah dan Satria. Mereka kembali dipertemukan setelah empat tahun berpisah. Perpisahan mereka dulu menyimpan tanda tanya dan di novel kali ini semua dituntaskan tentang masa lalu mereka.

Hubungan Indah dan Satria persis seperti spektrum. Naik dan turun. Masa lalu yang tidak indah membungkam semua perasaan antara keduanya. Namun setelah melalui banyak lika-liku, Indah dan Satria menemukan keindahan sunrise-nya masing-masing.

Selain Indah dan Satria, ada tokoh baru menggantikan Kevin, Daniel. Dan muncul juga adik tirinya Satria, Setya. Lalu ada juga karakter unik, Sinittha, yang ternyata penampilannya menipu banyak mata.

Gue memang suka banget dengan karakter Indah dan Satria. Indah itu tipe perempuan yang sangat mengutamakan perasaan dan logika. Ia juga termasuk golongan perempuan yang gampang rapuh. Dan posisinya tepat ketika harus dipasangkan dengan karakter Satria yang urakan, tempramental dan mungkin rada genit. Indah bahkan merasa jengah dengan kejutan-kejutan yang diberikan Satria.

Gue merasa bisa sangat menikmati jalan cerita yang memang panjang. Lintas tahun, cerita yang enggak mudah. Dan gaya bahasa yang digunakan sangat dewasa. Mungkin ini yang membuat gue fall in love sama novel ini. Gue kayaknya lebih tertarik membaca novel-novel dewasa yang tokohnya berkisar umur 20 – 35 tahun. Lebih bisa diraba masalah dan emosi yang dihadapi tiap tokohnya.

Ada beberapa kejutan yang Satria berikan buat Indah yang kadang bikin gue iri. Kok bisa Satria kepikiran begitu? Dan rasanya gue enggak akan menyesal pernah berkenalan dengan Satria dan Indah.

Lalu ada bagian cerita yang hampir bikin gue tergugu. Saat Satria tahu kalau selama ini Setya membencinya hingga adiknya itu bahkan mampu untuk merencanakan memasukan ia ke penjara dengan meletakan narkoba di kopernya. Rasa benci Setya kepada kakak tirinya terlalu banyak. Terhitung sejak papanya bertemu Satria, dan sejak itu papanya selalu mengatakan semua kebaikan Satria hingga Setya merasa dirinya tidak pernah diperhitungkan. Perasaan benci ini yang membuat Setya merencanakan membuat kakaknya terpuruk dalam kehidupan dan karirnya.

Dialog saat Satria dan Setya memaki satu sama lain yang membuat gue terharu. Emosi hubungan saudara meski hanya saudara tiri diperlihatkan Satria dengan baik. Ia tidak pernah membenci Setya meski adiknya itu hampir membunuh orang yang paling ia cintai. Seberapa marahnya Satria pada adiknya, ia tetap memandang Setya adiknya. Dan ia juga tidak ingin menyakiti papanya dengan menyakiti Setya.


Pokoknya menarik dan menghibur. Gue rekomendasikan novel ini buat yang lain.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar