#37 RESNOV

Koma
Rachmania Arunita
Bentang Pustaka
2013
vi + 298 hlm
978-602-7888-89-0


Jani mengalami kecelakaan mobil bersama sang pacar, Raka. Dan saat ia siuman, Jani merasa sangat terkejut saat ingin membuka pintu. Tangannya tak mampu menyentuh benda. Leo, pria yang sudah berada di dekatnya sejak ia terbangun mengatakan kalau Jani sudah menjadi Roh. Jani koma.

Perjalanan komanya Jani membuka semua jalan pikirannya yang dulu sempit menjadi sederhana dan bijak. Leo dan Toni, teman sesama roh, memberikan banyak renungan yang Jani tidak bisa menolak kebenarannya. Tentang sahabat, tentang keluarga dan tentang cinta menjadi hal yang banyak dibicarakan Jani dengan Leo.

Kedekatan ini menjadi sebuah hubungan yang tidak biasa. Jani yang pada mulanya hanya mengagumi Leo, perasaannya itu berubah seiring waktu berlalu. Ledakan dan letupan hatinya tak bisa disembunyikan lagi. Perasaannya yang baru ini sempat membuat Jani ragu dengan perasaannya pada Raka.

Membaca novel Koma karya Rachmania Arunita seperti membaca sastra yang memiliki bahasa super dalam. Kayak filsafat begitu. Gue sendiri membacanya membutuhkan konsentrasi tinggi untuk dapat memahami setiap kalimatnya. Ini karena banyak sekali yang perlu direnungkan.

“Kamu bahagia karena kamu semangat. Kamu semangat karena kamu yakin. Kamu yakin karena kamu positif. Kamu positif karena kamu bahagia. Itu sebuah lingkaran dan kamu boleh mulai dari mana saja yang kamu mau….”

“…Menjadi bahagia itu tidak perlu menunggu kondisi dan alasan. Just be happy.”

“…Terkadang kamu tidak perlu merangkai kata-kata indah untuk berdoa. Tuhan lebih tahu daripada itu…”

Itu hanya beberapa kalimat yang gue kutip dari banyaknya kalimat indah yang mengingatkan kita pada banyak hal. Meski di awal-awal gue merasa sangat bosan membaca paragraf yang sangat sarat makna  tapi setelah semakin ke belakang, gue bisa menikmatinya.

Sosok Jani di novel ini tidak memiliki ciri khas yang bisa gue tangkap dibandingkan dengan banyak tokoh dalam novel yang lain yang gue baca. Karena hal ini, gue tidak mendapati kesan akan sosok Jani. Untuk karakter Leo yang cerdas dan sangat dewasa, gue sangat mengaguminya. Rasanya segala permasalahan hidup akan sangat mudah diatasi dengan karakter Leo yang ‘super positif’. Belajar bahagia bisa terrefleksi dari Leo.

Awalnya gue berharap akan mendapatkan novel yang seru seperti film ‘EIFFEL…I’M IN LOVE’ yang diangkat dari novel karya Mbak Nia sebelumnya. Tapi harus diakui, harapan gue tidak terpenuhi dengan membaca novel tipe seperti ini. Namun untuk cover novelnya, gue suka. Sederhana dan simbolis.

Dari semua penilaian dari gue, novel ini tidak akan gue masukan ke novel rekomendasi. Alasannya, bukan bacaan ringan.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar