[resensi novel] The Last 2%; cinta itu manis



Judul buku                 : The Last 2%
Penulis                       : Kim Rang
Penerbit                     : Haru
Terbit                          : Januari 2014-02-09
Tebal buku                 : 424 hlm
ISBN                           : 978-602-7742-24-6

Ini pertama kalinya gue membaca novel terbitan Haru yang kalau tidak salah, semua novelnya bersetting negeri ginseng, Korea. Dan kenapa gue bisa mencobanya? Gue lagi suka membaca terjemahan novel-novel korea yang menurut gue persis dengan jalan cerita di beberapa drama korea. Gue ini penggemar drama korea.

Pas hunting di Gramedia Grage Mall Cirebon, gue kepincut sama beberapa novel korea. Ada novel korea terbitan Gramedia tapi yang stocknya masih ada adalah buku keduanya. Menghindari ketidaklengkapan cerita gara-gara langsung baca seri kedua, gue urung beli novelnya. Lalu pas lihat novel terbitan haru, gue juga dibikin bingung dengan dua judul Always With Me dan The Last 2%. Akhirnya pilihan jatuh pada The Last 2% karena novel ini baru terbit dibandingkan yang Always With Me.

Hal pertama yang menarik dari The Last 2% ini adalah temanya yang percintaan. Bukan usia SMA lagi sih, tapi tetap enak diikuti.

Perjalanan Eun Jeongha menjadi penulis skenario film tidak mudah. Apalagi di masa lalu ia mengalami pengkhianatan oleh temannya sendiri, Inyoung. Temannya itu mencuri naskahnya sehingga ia menjadi juara di lomba tersebut. Jeongha sangat sedih atas kejadian itu dan ia tidak mempercayai Inyoung untuk semua hal.

Jeongha bertemu pertama kali di Hotel Arizona. Ia sedang menikmati voucer menginap. Dan kebetulan ia juga sedang galau karena mengetahui Minsu pacarnya menduakannya dengan wanita lain. Lalu saat ia memancing amarah Minsu di telepon dengan mengatakan kalau ia sedang bersama pria lain, Seongwoo memergokinya. Setelah kejadian ini, hubungan antara Jeongha dan Seongwoo semakin dekat.

Ceritanya sungguh manis ala drama korea. Setiap tokoh sangat berkarakter. Bahkan karena novel ini berlabel novel dewasa, ada banyak deskripsi yang menyebutkan bagian-bagian tubuh yang mencerminkan keseksian. Agak panas membaca bagian itu. Dan urusan sex memang disinggung beberapa kali disini.

Karakter Jeongha dan Seongwoo tetap pada lingkarannya meski cerita bergulir dari rentang waktu yang lama, mulai perkenalan hingga ending kisah mereka. Endingnya kayak apa? Silakan baca sendiri novelnya.

Novel ini juga cukup memberi renungan terutama untuk masalah keluarga. Hubungan anak dan orang tua yang baik. Bahkan gue sempat membaca dengan berkali-kali nasihat-nasihat yang diucapkan orang tua Jeongha pada Jeongha.

“... Masing-masing manusia berusaha menjalani hidup mereka dengan baik, dengan cara mereka sendiri-sendiri. Kalau ada temanmu yang berhasil tentu saja kau harus memberikan ucapan selamat mereka, karena di saat itu, tanpa kau sadari, kau pun membawa keyakinan kalau suatu saat nanti akan ada waktu yang tepat untuk keberhasilanmu sendiri...” (hal. 202)

Cover novelnya sangat gue suka. Begitu manis. Dan soal beberapa kesalahan, memang masih gue temukan. Maaf, gue enggak mencatat karena memang lagi seru-serunya baca.
Setelah membaca novel ini, gue jadi ingin segera menulis novel sejenis yang sangat manis. Tapi ala Indonesia. Semoga deh.
Share:

1 komentar:

  1. Aku juga sudah membaca buku ini. reviewnya disini :D Mampir yuk

    http://theboochconsultant.blogspot.co.id/2016/12/review-last-2-by-kim-rang.html

    BalasHapus