[resensi novel] Putih dalam Cinta, Penyesalanku









Judul buku                 : Putih dalam Cinta
Penulis                       : Mursal Fahrezi
Penerbit                     : Elex Media Komputindo
Terbit                          : -, 2013
Tebal buku                 : x+150 hlm
ISBN                           : 978-602-02-2903-4

Bagaimana perasaan seorang pria sebagai suami yang kemudian didatangi oleh istrinya setelah empat tahun istrinya itu meninggalkan dirinya dan anaknya yang masih bayi?

Marah, benci, kesal, semua perasaan itu beraduk menjadi satu. Ray tidak menyangka istrinya itu akan kembali muncul di hadapannya setelah kejadian empat tahun lalu menghapus semua perasaannya.

Manisha merasakan rindu pada suami dan anaknya sehingga ia memutuskan untuk menemui keluarganya itu. Ada rasa malu dan pasrah saat ia mendatangi rumah Ray. Namun rasa cintanya pada Naira, anak perempuannya, Manisha mengabaikan semua egois dan akhirnya bertandang ke rumah suaminya.

Meski pernah melakukan kesalahan besar pada suaminya, Manisha sungguh masih mencintainya. Perasaan itu makin jelas saat anaknya menyebut nama perempuan yang sedang dekat dengan papanya itu. Perempuan itu bernama Risa.

Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya? Penasarankan? Silakan langsung cari novelnya di toko buku terdekat dengan anda.

Tema keluarga kecil dan konfliknya memang sangat gue suka. Selain untuk belajar berumah tangga, gue juga menyukai cara tokoh dalam novel menyelesaikan konflik yang muncul.
Dalam novel Putih dalam Cinta, memang gue merasa sedikit terkejut mengetahui alasan Manisha meninggalkan suami dan anaknya yang masih kecil karena kemiskinan yang mendera dan niatnya Manisha ingin memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Sayang sekali, kepergiannya tak bisa dicegah meski dilarang oleh sang suami. Ada kesan aneh saja dalam keputusan Manisha yang meninggalkan keluarganya dan Ray sebagai suami, begitu mudahnya membiarkan istrinya pergi.

Namun jalinan kisah saat Manisha kembali dan tinggal di rumah Ray, gue sangat menyukainya. Begitu indah meski antara Ray dan Manisha masih dipisahkan jarak yang begitu lebar. Terlebih bagaimana hubungan Manisha dan Naira yang sangat menggemaskan.

Mursal Fahrezi hebat dalam meramu kisah ini. Tokoh Risa sebagai antagonis memiliki porsi yang pas. Dia tidak terlalu jahat untuk menjadi seorang antagonis berhati. Sangat manusiawi sekali sifatnya.

Setelah membaca tuntas novelnya, gue sadar satu hal, penyesalan selalu datang di akhir. Tapi semua kesalahan selalu bisa diperbaiki.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar