[resensi novel] That Summer Breeze; Berubah









Judul buku                 : That Summer Breeze
Penulis                       : Orizuka
Penerbit                     : Puspa Populer
Terbit                          : 2013 (cetakan kedua)
Tebal buku                 : iv + 236 hlm
ISBN                           : 978-602-8290-92-0

Ada janji antara Ares, Orion dan Reina yang kemudian tak terwujud. Janji untuk membuka surat yang mereka kubur di tanah dekat pohon akasia dan akan mereka baca tepat tanggal 14 Februari 2005. Sebabnya, Reina yang berada di Amerika tidak mempunyai kontak dengan Orion dan Ares. Sehingga janji itu berlalu tidak terlaksana.

Janji yang tidak bisa ditepati Reina mengikis kepercayaan Ares pada orang-orang. Ditambah lagi dengan perlakuan Ayah dan Ibunya yang lebih menyayangi dan memperhatikan Orion, membuat Ares menjadi anak yang bengal, nakal dan tidak bisa diatur. Dan ada rahasia yang tidak mereka tahu tentang Ares dan Ares tidak bisa memberitahukannya.

Sepuluh tahun kemudian, Reina datang kembali. Namun kebahagiaan  Reina pupus melihat Ares yang sangat membencinya. Dengan tekad kuat, Reina ingin membuat Ares kembali diterima oleh keluarganya.

Ares sebenarnya sudah menyukai Reina sejak pertemanan masa kecilnya. Namun kehadiran Reina setelah dewasa, Ares merasa tidak cukup layak untuk memiliki Reina jika membandingkan dirinya dengan Orion. Ares juga tahu kalau saudara kembarnya itu menyukai Reina juga.

Lalu siapa yang akan dipilih Reina?

Gue membaca karya Orizuka pertama kali adalah novel I For You. Dan gue menyukai bagaimana Orizuka bercerita. Tema yang diangkatnya dalam novel I For You sama dengan tema novel ini. Kehidupan SMA dan intrik percintaannya.

Untuk tokoh Ares dan Orion, gue kurang bisa membayangkan kesamaan wajah mereka. Justru gue terkonsep akan anak kembar ini sangat berbeda. Pertama yang menurut gue kurang dalam penokohan adalah soal nama yang berbeda. Kedua, tidak ada deskripsi detail tentang bagian wajah yang sama. Entah mata, bibir atau hidung, Orizuka tidak memasukkan detail ini sehingga gue enggak bisa menemukan kesamaan mereka berdua.

Kisah mengenai hubungan keluarga di novel ini juga cukup mengharukan. Ternyata di balik kemarahan dan kekecewaan orang tua pada Ares, mereka sebenarnya sangat menyayangi Ares. Waktu dan keadaan membuat Ayah dan Ibu Ares tidak tahu memulai menyayangi anak sulungnya itu.

Gue jadi ingin baca novel-novelnya Orizuka. Seru kayaknya.
Bicara pesan yang ingin disampaikan Orizuka dalam novel ini, Tidak ada kata terlambat untuk berubah.
Share:

1 komentar:

  1. ini novel bikin nangis dari awal.. apalagi pas ending nyaa..gak tega sama ares punya kehidupan yang jauh dari kata bahagia.. sekalinya bahagia dia malah di panggil sang pencipta untuk kembali ke dunia lain dunia keabadian..



    Numpang promo, jangan lupa juga untuk berkunjung ke blog aku.
    obat kista tradisional.
    obat pelangsing herbal.
    thanks before sis..

    BalasHapus