#38 RESNOV

Winter in Tokyo
Ilana Tan
Gramedia
Agustus 2013, (cetakan kedua puluh dua)
320 hlm
978-979-22-3983-6
 
Keiko adalah gadis yang mudah panik karena pernah mengalami pengalaman buruk dengan yang namanya penguntit. Waktu itu ia diganggu oleh penguntit yang mabuk lantaran si penguntit mengira Keiko sebagai Naomi, saudara kembarnya. Dan kepanikannya membuat pertemuan pertamanya dengan tetangga baru yang apartemen berjalan tidak mulus. Keiko mendengar kabar kalau tetangga barunya itu belum keluar dari apartemennya sejak ia datang tadi siang hingga malam hari. Keiko memastikan kebenaran kabar itu dengan menempelkan telinga ke pintu apartemennya, mencoba mendengar kehidupan di balik pintu. Keiko hanya takut tetangganya itu sakit atau ada kejadian buruk lainnya. Namun begitu ia mencoba mendengarkan kehidupan di dalamnya, mendadak pintu dibuka oleh seseorang. Keiko terjengkang dan tersungkurdi lantai hingga membuat tetangga lainnya ikut keluar. Ternyata tetangga barunya itu bernama Kazuto.  
      
Kazuto adalah seorang street fotografer yang datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru saat hatinya patah hati karena gadis yang disukainya lebih memilih teman baiknya untuk jadi pendamping. Sejak pertemuannya dengan Keiko, bayangan gadis yang disukainya mulai luntur. Ia mulai menyukai Keiko namun belum siap untuk mengatakannya.

Pada malam Natal setelah mengantarkan Keiko ke stasiun, Kazuto diserang oleh beberapa orang yang sebelumnya orang itu pernah Kazuto hajar saat mereka mengganggu Haruka, teman Keiko. Kazuto dipukul kepalanya hingga ia mengalami gegar otak. Dan ingatan kejadian sebulan terlupakan oleh Kazuto termasuk kedekatannya dengan Keiko.

Bagaimana hubungan mereka akan berlangsung?

Winter in Tokyo adalah novel kedua dari karya Ilana Tan yang sukses membuat gue terharu. Percintaan dari dua orang yang dipertemukan secara tidak terduga dikemas Mbak Ilana dengan sangat romantis. Novel ini murni novel romance. Kalaupun ada cerita mengenai keluarga dan persahabatan, itu hanya pemanis. Dan novel ini memang sangat manis.

Ada satu persamaan antara Winter in Tokyo dengan Sunshine Becomes You yaitu kedua tokoh utama dipertemukan secara tidak terduga, barulah cerita mengalir dengan kemelut percintaan yang sebenarnya tidak begitu komplek.

Yang paling gue suka dari novel Ilana Tan ini adalah bagaimana penulis membuat paragraph yang begitu mengalir dan enak untuk diikuti. Meski gaya bahasa yang digunakan seperti novel-novel lama –yang engak pake gue atau loe-, tetap bisa diikuti dengan lancar.

Berkat dua novel Ilana Tan –Winter in Tokyo dan Sunshine Becomes You – gue berharap bisa melengkapi koleksi lainnya.

Selama membaca novel ini, gue menemukan beberapa hal yang agak mengganggu seperti :

Kini Akira berdiri tertegun di pintu kamar rawat Keiko yang terbuka sedikit. Matanya menatap sosok Kazuto yang duduk di kursi di samping ranjang Keiko…. Sepemahaman gue, yang duduk di kursi itu Keiko bukan Kazuto. Justru Kazuto yang terbaring di ranjang. Paragraf ini rancu. (hal. 281)

Ada kalimat “Aku hanya berharap akulah melindungimu saat itu.” Ini juga kalimat rancu. Akan lebih baik kalau dirubah “Aku hanya berharap akulah yang melindungi mu saat itu.” (hal 285)
Kazuto melihat melihat tangan Akira memegang kedua bahu Keiko,… ada pengulangan yang membuat gue mengernyitkan kening, aneh. (hal. 286)

Biarpun ada yang keliru, itu tidak mengurangi gue dalam menikmati bacaan ini.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar