[komik] New Sexy Simpleton seri 2

Judul komik   : New Sexy Simpleton 2
Penulis           : Hwang Mi-Ree
Alih Bahasa   : Meirawati
Editor             : Bagus
Desain Sampul: Ae
Penerbit         : PT Elex Media Komputindo
Terbit              : 2010
Tebal komik   : 162 hlm
ISBN               : 978-979-27-7633-1
                        : 978-979-27-7635-5

Tidak lama setelah mem-posting New Sexy Simpleton 1(NSS1), gue langsung membuka NSS2.

Di ending NSS1, gue penasaran kelanjutannya saat Lee Jin menyentuh sepatu bebat dan saat itu ia berkeinginan kembali ke masa lalu. Dan di NSS2 ini kisah diteruskan kembali.

Di buka dengan Eun Bi atau Ko Mi Ju (ke depannya gue akan menyebutnya Ko Mi Ju aja sebab nama ini yang paling sering dilafalkan. Kayaknya nama Eun Bi hanya nama populernya sebagai superstar) yang terbaring di tengah hutan. Ia mengingat kembali dengan apa yang menimpanya. Ternyata saat Lee Jin tersedot ke masa lalu, Ko Mi Ju yang tidak ingin kehilangan Lee Jin, menahan kakinya. Bukannya berhasil menahan Lee Jin, Ko Mi Ju justru ikut terbawa.

Ada adegan yang lumayan menyentuh di awal-awal cerita. Saat Ko Mi Ju sadarkan diri, ternyata Lee Jin sudah tidak ada di dekatnya. Dan kejadian dahulu saat ia bertemu perampok kembali terulang. Ko Mi Ju sangat ketakutan saat para perampok mau menggeledah tubuhnya untuk memcari barang bawaannya. Saat itulah Lee Jin muncul. Spontan Ko Mi Ju menghambur dan memeluk Lee Jin.

“O..Orang-orang itu…te…telah menyakitiku.”- Ko Mi Ju
“Berhentilah menangis, ‘kan aku sudah ada di sini. Kamu sangat ketakutan ya”- Lee Jin
Ah…untunglah ada Raja di sini.
(semua dialog ada di hal. 23)

Yang lebih lucu lagi, Lee Jin terpaksa merampok dari para perampok untuk mendapatkan baju pada masa itu.

Setelah memeriksa keadaan di sekitar hutan, Lee Jin sadar kalau mereka terdampar di tahun 1234, tepatnya di Negeri Song. Waktu mau menuju ibu kota, di tengah jalan Ko Mi Ju kehilangan Lee Jin dan justru ia bertemu dengan para prajurit. Ko Mi Ju dibawa ke perkemahan para prajurit dan hendak dipersembahkan untuk menjadi wanita penghibur Tuan Kubilai.

Di saat Tuan Kubilai ingin menikmati tubuhnya, Ko Mi Ju protes dan memberontak hingga Tuan Kubilai marah dan memukulnya. Lalu Tuan Kubilai menyuruh pengawal untuk memotong tangannya. Ternyata pengawal yang datang adalah Lee Jin. Tuan Kubilai curiga karena Ko Mi Ju dengan santainya menyerahkan diri pada sang pengawal. Lalu Lee Jin dan Tuan Kubilai beradu pedang. Namun Lee Jin dan Ko Mi Ju masih sempat melarikan diri.

Agar bisa kembali pulang ke abad 21, syaratnya ternyata harus membakar sepatu bebat yang membawanya ke jaman itu. Kendalanya adalah pada masa itu hampir para wanitanya mengenakan sepatu bebat. Ko Mi Ju dan Lee Jin bingung sepatu siapa yang harus dibakar.

Hampir mendekati ending cerita, Ko Mi Ju bertemu pria bernama Sa Muhu yang menganggapnya cantik. Lalu dengan bangga Ko Mi Ju memamerkan kalau kecantikannya masih ada yang menghargai. Rasa pede Ko Mi Ju memang kelewat tinggi. Dan dia merasa bangga sekali kalau ada yang mengatakan dirinya cantik di jaman kebanyakan orang mengatakan dirinya jelek karena perbedaan konsep cantik.

“Kamu de..dengarkan, Raja?Dia menyukaiku. Walaupun ini bukan abad 2, tetap saja ada pria yang terpesona olehku.”- Ko Mi Ju

Sa Muhu ternyata tahu tentang keberadaan sepatu tersebut. Dan Sa Muhu menawarkan perjalanan menuju istana kepada Lee Jin dan Ko Mi Ju. Perjalanan pun dimulai.

Seperti apakah perjalanan Ko Mi Ju dan Lee Jin ke istana untuk mendapatkan sepatu bebat yang akan membawa mereka kembali ke abad 21?

Penasaran? Gue juga merasakan hal yang sama. Akhirnya komik ini menghanyutkan juga. Dan saat gue membaca bagian yang mengupas sepatu bebat, gue jadi ingat sama novel East Wind West Wind karya Pearl S. Buck. Novel ini mengisahkan putri yang keturunan Cina dan kakinya dibebat hingga bentuknya kecil. Ini pengajaran ibunya yang mengatakan kalau kecantikan wanita ditentukan oleh ukuran kakinya. Namun sang suami yang sudah pernah bersekolah di luar negeri dan tidak berpikiran kolot tidak setuju dengan pendapat istrinya itu. Perbedaan pendapat itu sempat membuat pernikahan mereka di awal usia menjadi sangat dingin. Namun perlahan-lahan, sang istri mengerti pola pikir sang suami. Pokoknya di novel itu diceritakan betapa menderitanya seorang wanita yang harus membebat kakinya agar dianggap cantik. Padahal cara tersebut justru membahayakan kesehatan.
 
diunduh dari google
Balik lagi ke NSS2, ada catatan penting yang gue tangkap dari karakter Lee Jin. Ada perubahan yang sangat besar pada sifat Lee Jin. Gue bisa sangat merasakannya. Dia tidak semenyebalkan saat di abad 21. Kepolosannya menghilang. Gue positif aja, mungkin ini dikarenakan tempat keberadaan Lee Jin yang memang asalnya dari masa itu. Sehingga ia kenal betul situasi dan budaya sehingga ia menjadi penguasa keadaan. Dan yang menjadi biang kerok untuk semua masalah, tetap Ko Mi Ju. Karakternya tetap ceria, percaya diri dan mungkin bisa dikategorikan, ceroboh juga.

Sejauh 2 seri yang sudah gue baca, komik ini sangat menghibur. Mungkin ini awal gue akan menyukai komik. Dan semoga novel tidak tergeser dalam list hobby bacaan gue.

Menunggu kesempatan membaca NSS3. Semoga bertambah seru…





Share:

0 komentar:

Posting Komentar