#45 RESNOV

Athena; Eureka!
ErlinNatawiria
Gagas Media
2013
viii + 284 hlm
979-780-671-5





Widha akhirnya harus melewati kembali kenangan masa lalunya bersama Wafi yang ujung-ujungnya membuat pertahanannya gagal. Yup! Selalu saja melintas tanda tanya besar setiap kali memikirkan Wafi. Apa alasan paling logis bagi Wafi yang menghilang setahunan dan saat ia menemukan titik terang, Widha harus menelan pil pahit kalau pacarnya sudah memiliki wanita lain, Keira.

Dengan bekal uang beasiswa yang ia kumpulkan, Widha terbang ke Yunani untuk menemukan jawabannya. Saat di Yunani, Widha justru bertemu Nathan. Sebelum ia benar-benar siap bertemu Wafi, Widha memilih untuk mengunjungi tempat wisata di Yunani bersama teman dan partner perjalanannya, Nathan.

Perjalanan itu bukan sekedar perjalanan biasa. Nathan mulai merasakan perasaan yang tidak biasa. Ah, jelas-jelas ini di Yunani inilah ia mencoba lari dari masa lalunya yang sangat tidak ingin ia ingat. Tapi kenapa justru ada rasa baru sebelum rasa lama ia lunturkan?

Bukan Nathan saja kok yang merasakan hal yang sama. Widha juga, merasakan perasaan nyaman kalau sedang bersama Nathan. Tapi demi tuhan, Widha bingung, sedangkan Wafi belum memberikan penjelasan yang akan membuat masalah hatinya kelar.

Lalu akhirnya terungkap hubungan Wafi, Widha, Nathan dan Keira. Bagaimana sih rumitnya hubungan keempat anak manusia ini di kubangan yang disebut ‘cinta’?

Novel ini akhirnya gue pilih untuk diselesaikan karena gue kira gue akan dapat cerita yang WAH. Setelah membaca hingga tuntas, gue harus menelan rasa kecewa yang teramat dalam (lebay). Apa pasalnya?

Sekelas GagasMedia dengan seri Setiap Tempat Punya Cerita / #STPC, jelas alasan ini yang akhirnya membuat gue membeli seri Athena ini. Sebelumnya gue sudah membaca seri Melbourne – Winna Effendi dan okelah, tidak begitu Wah juga tapi tidak mengecewakan juga. Yang Athena ini, gue kira ini kegagagalan. Ide cerita sangat simple. Mohon diralat kalo salah ya: Berdamai dengan masa lalu. Kehilangan kontak, orang baru, mungkin alasan dari 1000 cerita yang akhirnya menimbulkan masa lalu. Pertanyaannya adalah bagaiamana caranya berdamai dengan masa lalu dan kembali move on? Tapi Athena menjadikan ide sederhana itu menjadi cerita panjang yang bertele-tele hingga gue harus menghabiskan sebanyak-banyaknya sabar untuk lolos sampai tamat.Semoga ini tidak menjadi  ciri khas Gagas Media. Sebel kalo satu masalah diceritakan berulang-ulang sehingga gue jenuh membacanya padahal sudah cukup jelas masalahnya tuh apa. Contohnya; Widha mengetahui Wafi sudah pacaran dengan Keira. Ini ada beberapa kali pengulangan lho.

Yang menyebalkan lainnya; nama karakter tokoh yang ribetnya minta ampun. Artemis, Ares adalah contohnya. Gue terganggu dengan nama yang tidak familiar ditambah di novel Athena ini ada banyak istilah Yunani yang bikin keblinger! Double pusing. Dari nama-nama yang bagus-bagus-bagus banget itu (maksa), karakternya malah tidak timbul. Kayak yang gaya-gayaan aja tuh. Ini perlu dibenahi segera. Muncul banyak karakter tapi tidak bisa dibayangkan sifat dan sikap tokohnya oleh pembaca, sayang banget bukan?

Setting cerita di tempat wisata yang bagi sebagian pembaca banyak tidak diketahui juga seharusnya tidak terlalu banyak. Gue kira fungsi ilustrasi akan maksimal untuk sebuah buku ketika ia bisa memberi potongan informasi yang ingin disampaikan yang sekiranya tidak akan bisa disampaikan oleh narasi. Setting tempat dengan detail yang banyak, akan membuat pembaca jenuh. Apalagi yang tidak punya bayangan tempatnya. Duh! Mungkin dengan gambar yang detail, pembaca terbantu memahami lokasi cerita. Di Athena ini sebaliknya. Narasi tempat begitu banyak tapi susah dibayangkan (pendapat objektif). Nah, ilustrasi yang ada tidak dibuat dengan format detail dan tidak membantu melukiskan lokasi wisata. Gue blank lokasi wisata di Yunani terutama Athena pasca selesai membaca novel ini.

Biarpun hasilnya demikian, gue berharap bisa mengkoleksi seri #STPC ini. Biar bisa membandingkan.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar