CHERISH CHERI - NITA TRISMAYA

Cherish Cheri
Nita Trismaya

Plotpoint

April 2013
vi + 244 hlm
978-602-9481-38-9 

Puisi yang ditulis oleh Mikka untuk Cheri, sehari sebelum keberangkatannya kembali ke Melbourne pertengahan Januari (kalimat terakhir novel, hal.233)

Cheri masih kelas XII. Ia pacaran dengan Mikka yang sedang kuliah di Australia. Mereka LDR-an. Cheri kadang kangen banget dengan Mikka. Hubungan jarak jauh yang hanya bisa dilalui dengan gadget tidak cukup mengobati semua rindu Cheri. Tapi setidaknya kangen itu teralihkan dengan kehadiran teman dekat Cheri; Anto, Dodi, Thomas dan Kenny. Mereka cowok semua. Inilah uniknya Cheri.

Saat Cheri menghadiri ulang tahun mamanya Mikka, ia berkenalan dengan salah satu anak teman mamanya Mikka, Ebran. Pertemuan itu kembali terulang di sekolah. Ebran pindah sekolah ke sekolah Cheri.

Diam-diam Ebran menyukai Cheri meskipun ia tahu Cheri sudah punya pacar. Ebran pun berusaha memikat hati Cheri. Bahkan ia sempat menyatakan suka pada Cheri.
Hati Cheri sempat goyah saat Ebran mengatakan kalau tentang kemungkinan buruk dari LDR-an.

“Kalo suatu hari nanti Mikka berhenti mencintai lo, gimana?” –hal.102

Wajar kalau Cheri khawatir sebab saat ia butuh banget kehadiran Mikka, sosoknya tidak ada. Justru yang ada di sampingnya adalah Ebran. Ebran juga perhatian padanya.

Lalu saat liburan panjang, Mikka datang ke Indonesia dan menemui Cheri yang mau pergi berdua semobil dengan Ebran. Di sinilah persaingan dimulai.

Siapakah hati yang akan dipilih Cheri?

Mengikuti cerita Cheri dalam novel ini sungguh menjadi hiburan tersendiri. Gue bisa menikmati sosok Cheri yang aneh dan ajaib. Dia bukan gadis sembarangan. Dia bukan gadis manis seperti teman-teman perempuan yang lainnya.

Konflik utama dari novel ini mengangkat soal susahnya menjaga perasaan saat hubungan diuji dengan jarak. Kadang rasa curiga menyeruak. Tapi sebenarnya komunikasi yang baik sudah menjadi kunci utama untuk permasalahan ini. Sama dengan yang dilakukan Mikka dan Cheri. Mereka tidak boleh putus komunikasi.

Menelusuri hubungan Cheri dan keempat temannya, membuat iri. Bahagia sekali tampaknya saat masa SMA. Selalu saja ada ide gila buat Cheri dan teman-temannya itu.

Covernya keren. Meskipun gambarnya absurd dengan tampilan kepala tiga orang, yang gue tebak; Cheri, Mikka dan Ebran, terus ada lingkaran aneh berwarna-warni yang menutupi sebagian wajah mereka, gue tetap menyukainya. Dan ternyata itu bikinan Mbak Diela Maharani. Bio-nya ada di belakang buku, berdampingan dengan Bio-nya Mbak Nita Trismaya.

Berikut ini beberapa catatan yang gue catat sewaktu membaca novelnya: 

- Cinta emng suka bikin org brubah (kalimat SMS)-hal.38
- Semakin lo ngotot merasa nggak punya kekurangan, semakin jelas lo banyak kekurangannya.-hal.45
- Cinta itu bukanlah benda yang bisa disentuh, diraba, atau dilihat kecuali dengan hati. Cinta terkadang nggak terlihat secara nyata kecuali oleh orang yang menyadarinya dengan segenap perasaannya. tapi cinta itu sering kali bersembunyi di tempat yang susah dijangkau, smpai tiba saatnya dia nanti muncul dan menampakkan raut wajahnya yang lembut.-hal.113
- Mengeluh dan merengek itu nggak bakal nyelesain masalah.-hal.143
- Seseorang tidak akan berhenti mencintai karena memang dia tidak punya alasan untuk tidak lagi mencintai. kalau ada rang yang bilang bisa berhenti mencintai, itu karena dia memang tidak mau mencintai, tapi hanya ingin dicintai. hal.216 



Gue rada terganggu dengan nomor halaman yang berbayang akibat jenis huruf yang aneh. Angka1 mirip sekali dengan angka 4. Sempat repot pas mencatat note-note yang harus membubuhkan nomor halaman.

Pesan dalam novel ini juga banyak. Persahabatan mengajarkan untuk selalu menyayangi mereka. Percintaan mengajarkan untuk bisa saling menjaga kepercayaan. Keluarga mengajarkan untuk tetap bahagia. Gue tidak menyesal menyelesaikan novel ini.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar