#47 RESNOV

Lupita, Lu Pikir Gua Pengemis Cinta
Dian Kristiani
Bhuana Sastra
2013
978-602-249-393-8

What else do I need? – kalimat terakhir novel, hal. 278

Ini kisah cinta tentang gadis berusia dua puluh dua tahun yang bernama Lupita. Nama Lupita sendiri singkatan dari Lu Pikir Gua Pengemis Cinta. Aneh? Sama, gue juga merasa aneh dengan nama itu. Tapi ternyata sejarahnya adalah saat mamanya sedang kontraksi pembukaan sepuluh, papanya malah meninggalkan sang mama dan anak yang belum juga menengok dunia. Dan teriakan ‘Lu Pikir Gua Pengemis Cinta’ buah ekspresi kekesalan mama pada papa.

Kebencian mama pada papa sengaja diturunkan pada Lupita. Ini jelas mempengaruhi pandangan Lupita akan pria lokal. Dan ketika Lupita beranjak dewasa, ia pun selalu berharap akan mendapatkan jodoh bule. Prinsipnya memilih bule ya seperti kalimat di bawah ini.

Once a bule said “I love you”, he really means it. – hal. ix

Akhirnya Lupita berkenalan lewat dunia maya dengan bule New Zealand bernama Phil Loveridge. Hubungan mereka dekat tapi sebatas di dunia maya. Lalu saat Lupita ada rencana untuk ke NZ, Phil menghilang tak tahu rimbanya. Patah hatilah Lupita. Ia pun jadi bulan-bulanan Kian, sahabatnya dari SMP, sekaligus cowok yang pernah menyatakan cinta pada jaman SMP itu.

Virtual lover is nearly impossible. – hal. 11

Bule kedua yang dikenal Lupitabernama Corey Greenwood asal Australia. Hubungan mereka diawali dengan hubungan rekan kerja dan berlanjut ke hubungan asmara. Bahkan Corey sempat melamar Lupita. Namun saat Corey mengajukan kepada Lupita untuk tinggal di Australia pasca menikah nanti, Lupita berada di persimpangan. Sang mama tidak mengijinkan Corey membawa Lupita.

Pria ketiga, bukan bule tapi membuat warna hidup Lupita makin ragam adalah Kian. Ia sudah menikah, punya anak satu, tapi tuhan menggariskan cerita lain. Istrinya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Kemana hati Lupita akhirnya berlabuh?

Gue awali dengan alasan  kenapa novel ini sempat tersendat dibaca dulu, karena di awal cerita karakter Lupita ini sangat tidak cocok dengan usianya. Ia sangat ceria seperti anak SMA. Gue malah sedikit bergidik membayangkan ada gadis berusia 22 tahun tapi ekpresinya seperti anak SMA yang suka heboh mendunia begitu. Ini alasan kenapa dulu novel ini tertumpuk di buntelan.

Setelah di baca ke belakang, gue menangkap perubahan karakter Lupita. Terutama saat Kian terpuruk atas kematian istrinya. Dan sejak itu gue baru bisa menikmati Lupita yang dewasa. Enggak menutup sih sifat hebohnya itu, tapi masih bisa ditolerir.

Plot maju dengan gaya bahasa ringan membuat gue anteng melanjutkan hingga kalimat terakhir. Dan harus gue akuin, Mbak Dian hebat membuat novel dengan ending yang tidak terburu-buru. Banyak sih penulis yang membuat ending-nya terlalu cepat. Kesannya ingin segera mengeksekusi novel, padahal pembaca akan sangat merasakan emosi saat bab-bab terakhir karena menjelang cerita tamat, pembaca sudah masuk sepenuhnya ke dunia cerita itu.
Karakter-karakter di sini sangat hidup. Ada Mamanya Lupita yang gokil, ada Kian yang ceria, ada Corey si romantis dan Lupita sendiri yang manis. Porsi setiap tokohnya pas. Sangat manusiawi kalau mengingat kehebohan dan tabiat mereka.

Setting kehidupan Lupita di tempat kerja membuat gue merasa bisa melihat kesibukannya. Yup, perusahaan ekspor impor furniture. Di sini dijelaskan sedikit dan pas mengenai dunia dan istilah ekspor impor. Seperti proses pembayarannya yang menggunakan LC atau Letter Credit. Dan ada beberapa informasi lainnya mengenai packing, pengangkutan barang dan lainnya.

Dari keseluruhan yang membuat gue merasa perlu memberi catatan adalah soal Bryan, anak Kian. Kemana dia? Bryan hanya muncul beberapa kali dan itu sangat tidak memberi arti dengan cerita Kian sebagai single parent dan duda. Poin ini yang sangat disayangkan sekali harus miss. Padahal menurut gue, Bryan bisa memberi konflik sendiri buat Lupita dan Kian.

Berikut ini ada catatan yang gue tandai selama membaca novelnya:
1. Jangan mencintai fisik. Fisik itu bisa berubah. Ibarat baju, kalo udah luntur warnanya, nggak lebih dari sekedar kain gombal. – hal.31
2. Kita tak mungkin duduk berpangku tangan dan berharap jodoh dari langit. – hal.55
3. Seorang pria yang sedang jatuh cinta, pasti akan mencari tahu semua hal tentang pujaan hatinya. –hal.78
4. Aku rasa, itulah cinta. Memberi kebahagiaan pada pasangan kita dan tidak menyakitinya. –hal.108
5. Aku percaya, tak ada keberhasilan untukku tanpa restu darinya/mama. –hal.166
6. Lamaran adalah salah satu peristiwa yang ditunggu-tunggu dan diidamkan oleh seorang wanita. Kaum pria harus merancangnya sebagai peristiwa yang istimewa. –hal.207-208
7. Tapi cinta bukan satu-satunya hal yang menguatkan perkawinan. –hal.215
8. Perkawinan itu sebuah kompromi. Kita tidak bisa mengubah pasangan kita, yang bisa kita lakukan hanyalah berkompromi dengan semua sifat dan kebiasaannya. –hal.236-237
9. Cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya, saat kamu hidup berdua dengan suami yang mencintaimu. –hal.238
10. Tapi, dicintai lebih enak daripada mencintai. –hal.243
Novel ini rekomendasi atau tidak?
Rekomendasi buat yang butuh cerita anak muda dengan kehidupan menjelang pernikahan beserta konflik-konfliknya. Yuhu!! 
Share:

5 komentar:

  1. Waah, terimakasih ya atas reviewnya. Maaf kalo Lupitanya heboh ala anak SMA ya >.< soalnya penulisnya juga heboh hihihi. Ketauan banget, belum bisa create karakter sendiri, numpang karakter si penulis :))

    Sekali lagi makasiiih.

    BalasHapus
  2. Waah, terimakasih ya atas reviewnya. Maaf kalo Lupitanya heboh ala anak SMA ya >.< soalnya penulisnya juga heboh hihihi. Ketauan banget, belum bisa create karakter sendiri, numpang karakter si penulis :))

    Sekali lagi makasiiih.

    BalasHapus
  3. Waah, terimakasih ya atas reviewnya. Maaf kalo Lupitanya heboh ala anak SMA ya >.< soalnya penulisnya juga heboh hihihi. Ketauan banget, belum bisa create karakter sendiri, numpang karakter si penulis :))

    Sekali lagi makasiiih.

    BalasHapus
  4. Waah, terimakasih ya atas reviewnya. Maaf kalo Lupitanya heboh ala anak SMA ya >.< soalnya penulisnya juga heboh hihihi. Ketauan banget, belum bisa create karakter sendiri, numpang karakter si penulis :))

    Sekali lagi makasiiih.

    BalasHapus
  5. Sama-sama Mbak. Tapi tetap aja menarik kok, saya suka.

    BalasHapus