#44 RESNOV

A Mother’s Gift (Karunia yang Terindah)
Britney & Lynne Spears
Gramedia
Maret 2012
184 hlm
979-686-690-0





Awalnya gue enggak yakin pas baca nama penulisnya. Britney Spears yang penyanyi itu? Yap! Gila, jadi dia juga sempat mencicipi menjadi penulis novel pas jadi megabintang? Keren.

Novel ini berkisah gadis yang berumur empat belas tahun bernama Holly Faye Lovell yang tinggal di daerah terpencil Biscay, Mississippi, bersama sang Ibu, Wanda, dan ia berusaha mewujudkan impiannya masuk sekolah Haverty School of Music and the Performing karena pada saat itu untuk bisa memasuki sekolah itu adalah sesuatu yang sulit dibayangkan. Haverty bukan sekolah biasa, karena sekolah itu menciptakan banyak musisi handal. Dan impian Holly salah satunya adalah tampil di acara The Haverty Talent Hour. Tidak ada yang meragukan kemampuan Holly bernyanyi karena Holly biasa bernyanyi solo di Gereja.

“Kalau suaramu tidak bisa mengalahkan setiap makhluk sombong di Haverty, aku pasti tolol.” Celetuk Juanita

Berkat rekaman sang pacar, Tyler, yang dikirimkan ke Haverty, akhirnya Holly mendapatkan panggilan untuk tes beasiswa di sekolah tersebut. Holly akhirnya diterima masuk sekolah tersebut dan ia harus meninggalkan ibunya sendirian di rumah.

Di sekolah, Holly berusaha menjadi yang terbaik. Selain belajar menyanyi, Holly juga belajar kehidupan gadis-gadis yang terlahir dari keluarga kaya seperti Lydia atau biasa dipanggil Ditz. Ternyata kekayaan tidak menjamin kebahagian, itu yang Holly tangkap dari kehidupan Ditz.

Bagaimana Holly bertahan di sekolah itu? Silakan baca novelnya ya…

Secara cerita, A Mother’s Gift sangat sederhana. Bagaimana Holly ingin menjadi penyanyi dan kehidupannya selama di sekolah. Tapi setelah selesai membacanya, justru gue terharu dengan hubungan Holly dan Ibunya yang hanya seorang penjahit. Mereka berdua hidup dalam kesederhanaan. Tapi kesederhanaan itu tidak membuat keduanya merasa terpuruk. Justru Holly menampakan kedewasaan dengan sadar diri tempat ia berasal.

Holly juga manusia. Ia merasa malu pada Ibunya saat mobil rongsoknya mogok tepat di depan lobi gedung sekolahnya yang memancing ejekan dari orang tua murid lainnya yang mengendarai mobil mewah. Ditambah dengan tanda lahir yang ada di wajah Ibunya, Holly benar-benar merasa sangat malu. Tapi dengan cepat, ia kembali berpikiran positif.

Alur cerita yang dipakai adalah alur maju. Kalaupun ada flashback, itu hanya untuk mengungkapkan rahasia yang tidak pernah diceritakan Wanda, sang Ibu, pada anaknya, Holly. Dan gue terkesan dengan cara bercerita begini. Bahkan di awal cerita, gue tidak menyangka kalau ada rahasia besar yang selama ini disembunyikan Wanda.

Gue banyak memetik pelajaran di novel ini. Jadi gue merasa enggak percuma membeli novel bekas ini. Dan buat yang butuh cerita sarat pesan, novel ini sengaja banget gue rekomendasikan. 



Share:

0 komentar:

Posting Komentar