SECRET LOVE - ROSI L. SIMAMORA

Secret Love
Rosi L. Simamora
Gramedia
2013
312 hlm
978-602-03-0058-0

Betapa menyesakan. (kalimat terakhir novel, hal. 311)



Gadis itu bernama Lexara Irevitari atau biasa dipanggil Ara. Ia punya 2 sahabat dekat, Kimira ‘Kimi’ Ananke dan Monik. Ketiga gadis ini mempunyai masalah cinta sendiri-sendiri.

Ara sering ganti-ganti pacar. Kimi terikat janji dengan orang tuanya untuk tidak pacaran. Sedangkan Monik sosok tenang yang hanya menyimpan perasaannya untk dirinya sendiri.

Karena nilai Ara jeblok, sekolah memasukannya ke program Belajar Mengajar atau BM dengan mentor dari siswa cerdas kelas XII yang terpilih. Ara mendapat mentor dari cowok bernama Dion. Dan kesan pertama bertemu dengan Dion, Ara menganggapnya cowok angker.



“Lagian itu orang sok galak banget! Kamis lo gue tunggu. Bla bla bla… bossy banget, ya?...” hal. 23



Namun setelah sering BM-an, hubungan Dion dan Ara semakin dekat. Dan saat perasaan mereka mulai merekah, muncullah Randy yang merupakan sepupu Dion. Ara bingung memilih antara Dion dan Randy.

Masalah Kimi beda lagi. Ia dibuat pusing oleh SMS-SMS manis yang mampir di ponselnya. SMS-SMS itu membuatnya gamang antara memilih perasaannya atau janji yang pernah dibuatnya. Kimi sangat penasaran tentang siapa pengirim SMS itu.

Kalau Monik, konfliknya sedikit. Dia hanya menyukai Dion. Tapi rasa sayangnya itu hanya bertepuk sebelah tangan. Sebab Monik tahu siapa cewek yang disukai Dion.

Tema cinta untuk usia sekolah SMA di novel ini sangat terasa. Mungkin di awal cerita akan terkesan sangat lebay dengan tingkah polah tiga gadis yang menurut gue aneh gara-gara keterlaluan hebohnya. Itu memang cirri khas anak SMA saat ini. Bahasa yang mereka gunakan dalam percakapan pun sangat gaul sekali. Gue seperti melihat sinetron-sinetron di televisi.

Buat gue, plot novel ini sangat rapi. Dan novel setebal ini sudah cukup detail menerangkan kegiatan anak SMA. Bahasanya juga tidak bertele-tele. Tidak ada yang membingungkan selama membacanya dan ini adalah keda kalinya gue membaca novel ini.

Banyak sekali pesan yang disampaikan di dalamnya. Terutama pesan untuk mereka yang masih duduk di bangku SMA. Salah satunya, “Rajinlah Belajar”. Pesan ini memang klise tapi di novel ini gue seperti menemukan penyampaian yang berbeda. Lebih bisa dimengerti dan diterima.

Karakter-karakternya sangat hidup. Ara yang blak-blakan, spontan sekaligus kesepian. Kimi yang pemikir dan penuh obsesi. Monik yang tenang walau kadang ia bersikap sangat polos. Dion punya sisi penyayang, bertanggung jawab dan dewasa. Randy lebih ke sifat berandal, kesepian dan pembenci. 

Berikut ini catatan yang gue gue tandai selama membaca novel ini:

1. Tersenyum, tersenyum, biar pada berdatangan semua kebahagiaan. –hal.109
2. Dan kehilangan orang yang kita sayangi selalu memberikan efek seperti habis disambar petir. –hal.12
3. Konon orang yang kesepian nggak bisa menyembuhkan orang yang kesepian lainnya. Kita harus penuh dulu, baru bisa membantu orang lain mengisi kekosongan hatinya. Hal.137
4. Namun katanya waktu bisa menyembuhkan apapun. –hal.193

Menikmati karya Mbak Rosi ini jadi teringat karya Mbak Orizuka. Novelnya rinci dan mengundang emosi. Jadi penasaran, masih adakah judul-judul lain karya Mbak Rosi?




Share:

0 komentar:

Posting Komentar