#41 RESNOV

Super What?
Jax Abbott
Gramedia
Desember 2010
256 hlm
978-979-22-6477-7


Jessie Drummond yang sebentar lagi akan jadi enam belas tahun memang bukan remaja pada umumnya. Tentunya dia menyukai cowok-cowok, bermimpi dicium Orlando Bloom, dan cemas akan rambut gila merah keritingnya yang tampaknya tidak pernah bisa diatur.

Tapi kebanyakan remaja bukan anggota keluarga pahlawan super seperti Jessie. Dan kebanyakan remaja tidak perlu khawatir kenapa mereka tidak mendapatkan kekuatan super, sementara adik perempuan tujuh tahun mereka menerbangkan barang-barang dengan kekuatan pikiran, dan kebanyakan remaja tidak memiliki ayah yang terbunuh ketika memerangi kejahatan untuk Liberty League.

Tapi sekarang, keadaan berubah ketika kekuatan super Jessie muncul. Sekarang Jessie harus menyelamatkan dunia, memilih cowok yang dia sukai, dan pergi dengan cowok itu ke Mini Prom. Tentu saja, itu semua pekerjaan sehari-hari seorang pahlawan super.

Yeah, akhirnya gue berani juga membaca novel jenis aneh begini. Sebelumnya gue takut enggak bisa menyelesaikan karena kadang-kadang novel jenis ini sedikit menyimpang dari nalar. Beuh, tapi setelah selesai membaca Jessie si pahlawan super, gue kesemsem pengen baca novel aneh lainnya.

Ini bukan jenis novel yang banyak adegan perangnya tapi justru dibalut dengan kisah romantis dan persahabatan. Enggak tau kenapa gue kayaknya jatuh cinta sama Jessie. Bukan gadis cantik dan popular seperti Kelli. Dia gadis biasa dengan rambut keriting merah dan sampai usianya yang hampir enam belas tahun tapi belum ciuman. Oh may god! Sungguhan ternyata ciuman menajdi hal lumrah di novel ini. Ehm!

Novel ini jenis remaja banget. Gue berani bilang begini karena karakternya yang sangat muda dan energik. Tau tidak kalau pikiran nakal gadis muda juga sempat memikirkan untuk melihat bokong para pria muda. Asemm.. porno banget kan?

Hahaha. Gue akhirnya tahu kalau gadis muda juga kadang punya pikiran jahat soal bagian tubuh laki-laki. Terlebih ternyata mereka juga memikirkan ciuman yang nikmat. Gue enggak habis pikir kalau sampai ketemu cewek yang kelewat liar otaknya. Tapi Jessie ini bisa mengendalikan matanya yang bisa menembus baju pria. Bukan lantas semena-mena mengintip perkakas laki-laki. Apaan ya perkakas? Kayak tukang aja.

Tapi bukan cuma kegilaan remaja doang yang ditampilkan di sini. Gue cukup terharu dengan kedewasaan Jessie menghadapi Mom-nya yang ingin menikmati indahnya kencan dengan sang Sheriff. Anak gadis yang mulai beranjak jadi wanita terlihat sekali di sini. Salut.

Terus kekonyolan juga tidak luput dibawa oleh keluarga Jessie. Terutama oleh tingkah adiknya, Chloe. Lucu abis pokoknya.

Nah, jalan cerita yang memenuhi isi novel ini adalah tema percintaanya. Jessie harus memilih antara Mike dan Seth. Hingga Jessie harus menilai mereka berdua dengan mengadakan kencan percobaan. Dan hasilnya Mike unggul dibandingkan Seth. Tapi jalan cinta selalu menuju orang yang benar.

Okelah, secara keseluruhan gue suka novel ini. Menghibur sekaligus memberikan pelajaran. Dan gue suka gaya penulisan yang sedikit nyeleneh itu. Penasaran sehebat apa novel ini. Cek deh novelnya langsung. Enggak akan menyesal kok.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar