Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Tere Liye
Gramedia
Oktober 2010 (cetakan kedua)
264 hlm
978-979-22-5780-9

Ibu memang tahu segalanya (kalimat terakhir novel, hal.256)
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, judul novel ini, kata penulisnya, diambil dari anonymous: The falling leaf doesn’t hate the wind, yang dipopulerkan dalam film Jepang, Zatoichi. Meskipun gue sudah membaca 2 kali novel ini, gue belum paham apa arti dari judulnya padahal gue sudah mencoba menyakut-pautkan dengan keseluruhan cerita. Tetapi meski begitu, gue tetap suka dengan jalan ceritanya.

Penulis yang sudah menelurkan banyak novel berkualitas seperti Bidadari-Bidadari Surga (sudah difilmkan), Hafalan Solat Delisa (sudah difilmkan), Burlian, dan masih banyak judul lainnya, seperti menjaga gaya penulisannya yang penuh pesan moral. Tidak menggurui, tapi cukup mengena. Di DYJTPMA ini juga, penulis melakukan hal yang sama, menyisipkan banyak pelajaran yang bisa diambil usai tuntas membaca hingga lembar terakhir. Yang paling melekat di benak gue pesan yang ada adalah, kalau menyukai seseorang, sebaiknya dikatakan meskipun misteri sekali jawabannya. Dan kalau ingin merubah keadaan, maka berjuanglah lebih keras.

Tania, si tokoh aku di DYJTPMA ini, berubah dari ulat bulu menjadi kupu-kupu indah. Semua berkat pria muda 25 tahun yang bertemu dengannya saat dirinya berusia 11 tahun. Danar, nama pemuda itu, mendorong Tania menjadi gadis cantik dan cerdas. Namun ada yang keliru pada hubungan mereka berdua. Cinta, mungkin ini nama tepat perasaan yang dipendam Tania. Tania menduga perasaan Danar padanya hanya sebatas sayang kakak kepada adiknya. Waktu berkehendak lain, Danar tidak pernah mengatakan apa-apa kecuali kebanggaannya akan prestasi yang diraih Tania. Lalu pernikahan Danar dengan Ratna menjadi tsunami besar untuk hati Tania yang mulai merekah. Semua kandas dan harus diselesaikan. Sulit, itu yang ada dipikiran Tania. Tapi dia merasa harus menyelesaikannya hingga berakhir di ujungnya.

Tokoh Tania sangat hidup dengan semua pernak-pernik masalah yang menderanya. Manusiawi kalau ia pun ingin diperhatikan oleh Danar karena jasa sang malaikatnya itu sudah sangat besar. Tania bahkan terlalu nyata ketika berjuang menjadi yang terbaik di lini akademiknya. Dede, sang adik, begitu menggemaskan. Dewasa sebelum waktunya membuat sosoknya sangat istimewa. Pola pikirnya sudah sangat matang berkat hidup yang serba susah yang pernah dijalaninya. Ia bahkan bisa dibilang unik dengan kemampuan menyelesaikan permainan lego yang rumit. Yang paling jelas nyata adalah sikap manjanya jika berinteraksi dengan si kakak. Lalu Danar, pria dewasa yang terpaut umur dengan Tania, 14 tahun, memang sangat matang dan terlihat begitu kebapakan. Ini mungkin yang membuat Tania dan Dede nyaman berada di dekatnya. Tapi karakternya yang plin-plan soal perasaan, membuat Danar sangat mencolok di cerita ini.

JTPMA sudah sangat istimewa buat gue. Covernya yang didominasi warna cokelat daun tua dan hijau, membuatnya terlihat sangat kalem. Judul yang tertulis di selembar daun menambahkan kesan ada hubungannya dengan daun. Dan daun yang dimaksud adalah daun pohon linden.

Novel ini sangat cocok bagi yang membutuhkan pencerahan semangat belajar.

Share:

2 komentar:

  1. film zatoichi tentang apa sih? bisa minta juful dan tahun film yang jelas?

    BalasHapus
  2. informasi film silakan cek di sini: http://id.wikipedia.org/wiki/Zatoichi

    BalasHapus