Scarlet Preludium - Silvia Arnie

Scarlet Preludium
Silvia Arnie
Gramedia
2014
296 hlm
978-602-03-0239-3
Bersamaan dengan ini, kisahku yang baru dimulai….(kalimat terakhir novel, hal.290)
Membaca novel Metropop seperti sedang main tebak-tebakan berhadiah. Karena tidak semua novel Metropop menarik ceritanya. Berbeda dengan Scarlet Preludium yang dilabeli sebagai novel dewasa, gue yakin cerita di dalamnya pasti seru. Dan dugaan gue tepat, novel ini melebihi penilaian awal gue.

Ini tentang Scarlet, gadis 23 tahun, berjuang dengan kehidupannya yang dihantui masa lalu. Hidupnya hancur berantakan dimulai dengan kesukaannya pada musik. Dia yang pada saat itu masih murid SMA dengan semangat yang menggebu untuk mencoba segala hal baru, akhirnya terjebak sebagai peminum alkohol dan pemakai narkoba. Kemudian, ia dikhianati oleh pacar dan sahabatnya. Penderitaan tidak berhenti sampai di situ, Scarlet harus kehilangan ibunya pada sebuah kecelakaan. Rentetan masalah terus menderanya hinga ia pun harus drop out dari kampus. Masa lalu hitam inilah yang terus melekat tak mau pergi.
“Bukan, percayalah… Aku nggak bermaksud untuk bunuh diri. Aku nggak bisa tidur berminggu-minggu. Aku lelah, aku cuma ingin tidur.”-hal.258
Scarlet 23 tahun jadi seorang pianis di sebuah lounge dan pengisi kolom pada sebuah majalah. Keadaanya sekarang tidak mengubah Scarlet jadi lebih baik. Kemudian kemunculan Devon membawa angin segar buatnya. Pria ini bahkan mampu melambungkan perasaannya walaupun akhirnya ternyata keliru. Hal paling bodoh yang dilakukan Scarlet adalah mengakui kalau ia menyukai Devon yang akhirnya menjadi pacar Aira, sahabatnya.
“Aku nggak bisa berdiri di sini dan ngobrol sama kamu seperti nggak terjadi apa-apa. Aku bukan sahabatmu. Kita sudah selesai.”hal.138
Bagaimanakah Scarlet melepaskan masa lalunya dan menata hatinya?

Overture, cavatina, interlude, cabaletta dan finale menjadi bagian-bagian di luar 12 bab yang ada. Kelima bagian tadi merupakan proses panjang Scarlet menuju titik bahagia yang selama ini di cari. Penulis dengan apik mencoba mengaduk emosi pembaca dengan membuat kejutan-kejutan tidak terduga dalam kehdupan Scarlet. Juga membuat pembaca gemas pada interaksi Scarlet dan Devon yang keduanya tidak mau jujur dari awal tentang perasaan masing-masing.

Dari keseluruhan cerita, penulis jelas sekali ingin menyampaikan pesan kalau hidup ingin bahagia maka berdamailah dengan masa lalu dan move on. Sosok Scarlet yang rapuh begitu sangat nyata membawa pesan ini.

Novel ini juga spesial dengan covernya yang anggun. Porsi yang pas dengan tampilan seorang wanita yang duduk di depan piano dengan latar absurd yang gemerlap. Judulnya yang berwarna emas menambah kesan mewah seperti ceritanya yang menjadi cirri khas novel Metropop. Meski nama penulisnya menggunakan font yang kekecilan sehingga terlihat tidak mencolok, tidak megurangi kekaguman gue pada penulis yang saat ini sedang fokus pada modeling dan musik.

Berikut ini catatan gue saat membaca novelnya:
  1. Lebih baik kita menghadapi masalah daripada lari dari masa lalu.-hal.21
  2. Belajarlah memaafkan dirimu sendiri, saat itulah kebahagiaan akan datang padamu.-hal.22
  3. Jika kita ikhlas dan menganggap bahwa hidup yang kita jalani ini sudah cukup baik, maka kita akan bahagia.-hal.49
  4. Jangan pernah protes tentang idelisme dan ego kita kepada atasan jika kita belum mau kehilangan pekerjaan itu.-hal.61
  5. Hidup itu naik turun. Selama kamu masih berusaha, kamu tidak akan terus-terusan berada pada satu titik.-hal.63
  6. Jauh lebih sulit menemukan cinta saat semua orang cuma menilai dari luarnya saja.-hal.99
  7. Tuhan nggak akan kasih kita cobaan lebih daripada apa yang mampu kita hadapi.-hal.208
  8. Persahabatan nggak diukur dari lamanya kamu kenal sama seseorang.-hal.220
Dan penting juga untuk diketahui beberapa typo yang gue temukan di dalam novel:
  • Hebatdari = harusnya menggunakan spasi.-hal.51
  • Istirahatdan = harusnya menggunakan spasi.-hal114
  • Menggu-na-kan = pemenggalan kata bukan di sisi halaman, aneh.-hal.144
  • Ditujukankepada = harusnya menggunakan spasi.-hal.267





Share:

0 komentar:

Posting Komentar