Samantha's Secret

Samantha’s Secret

Shandy Tan

Gramedia

November 2010

978-979-22-6372-5

Bukan karena mereka meninggalkannya, melainkan karena Samantha telah kehilangan kemampuan akibat tadi kepalanya terbentur lagi (kalimat terakhir novel, hal.191)
Membaca Samantha’s Secret sungguh membuat perasaan menjadi senang. Berkat humor yang ada di dalamnya, gue ikut merasa beruntung mendapat bacaan yang segar. Lagian, hantu kok sangat kocak banget, terutama Tobi yang dikenal punya penyakit 'Dialeksia'; sering salah pengucapan kata-kata. Sebenarnya novel ini tidak lucu keseluruhan, penulis juga menyelipkan konflik utama dan menurut gue cukup menyita banyak perhatian, yang sangat mengharukan. Dan dari konflik itu ada hikmah yang bisa dipetik.

Ceritanya mengenai cewek 15 tahun bernama Samantha, yang bisa melihat roh orang meninggal setelah dirinya mengalami kecelakaan di tangga. Raka, Hana dan Tobi adalah tiga roh yang kemudian menjadi teman Sam (panggilan Samantha). Kemampuannya ini kemudian digunakan Sam untuk mengetahui cara belajar Ruby, saingannya dalam peringkat kelas. Bukan itu saja, Sam juga pernah meminta Raka cs untuk mencuri lihat soal ujian di ruang guru. Terpuji lagi saat bantuan Raka cs mampu menggagalkan tawuran antara murid sekolahnya dengan sekolah lain. Dan yang memiliki efek jelek, Sam juga meminta Raka cs mencari tahu cewek yang ditaksir Albert. Informasi inilah yang menjadi sulut permusuhan Sam dengan teman sebangkunya, Angela.

Sam mendiamkan Angela tanpa Angela ketahui apa permasalahn mereka. Dan begitu Angela terpuruk dengan masalah keluarga; Jesicca, kakaknya dihamili pacarnya, orang tuanya bertengkar dan memutuskan bercerai, ia tidak memiliki Sam untuk berbagi pilu. Lalu Angela berusaha bunuh diri dengan menenggak racun serangga.

Endingnya manis banget. Dengan percampuran humor dan pilu kemudian berakhir melegakan, novel ini berhasil membius pembaca. Meski banyak pesan yang disampaikan, kesan yang gue dapat, novel ini tidak menggurui sama sekali. Pembaca diajak untuk merenungkan keputusan yang dibuat Sam dan memetik hikmahnya. FYI, novel ini mungkin kategori Romance Kristen mengingat latar belakang agama si tokoh utama.

Plot-nya lumayan cepat, fakta ini bisa dilihat dari rentang perkenalan Sam dengan Raka cs yang mencapai 2 bulan tapi mampu dipaparkan penulis dalam 191 halaman utama cerita. Sedangkan untuk POV-nya, sangat rapi meski sering ada perpindahan antara Sam, Simon dan Angela. Tidak membingungkan sama sekali. Untuk cover, menurut gue sudah cukup manis, meski kalau ditilik lebih dalam, gue bingung itu gambar pas adegan yang mana. Sebab pertemuan pertama Sam dengan Raka, posisi Sam justru berbaring di sofa, bukan berdiri.

Ini novel pertama hadiah Giveaway HOP BBI 2014 dari Mbak Stefani Sugia, pemilik Bookie-Looker.

Novel ini cocok untuk yang mencari bacaan ringan tapi berkesan dalam.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar