3600 DETIK - CHARON


gambar diunduh dari www.kutukutubuku.com
3600 DETIK
CHARON
GRAMEDIA

Dengan plot dan ending cerita yang gampang ditebak, tidak lantas membuat 3600 Detik tergolong novel biasa. Buktinya, setelah membaca untuk kedua kalinya, novel ini masih mengharu biru. Salah satunya adalah adegan ngedropnya kondisi Leon sepulang dari taman rekreasi. Menyayat hati.

Ide novel ini sebenarnya sederhana. Sandra, si gadis nakal yang memiliki pengalaman buruk setelah orang tuanya bercerai, bertemu dengan cowok -Leon- tepat, yang menularkan dampak baik. Mereka jatuh cinta. Kemudian mereka terpisah oleh kematian. Namun dari cerita yang terasa sangat cepat alurnya, banyak sekali pesan moral yang bisa dipetik.

  • Jadi yang terbaik di kelas harus belajar sungguh-sungguh
  • Jangan menilai orang dari penampilan
  • Seburuk apa pun orang tua, mereka menganggap anak-anaknya sebagai harta terpenting mereka. Dan masih banyak lagi pesan lainnya.

Di 3600 Detik, karakter yang paling gue suka adalah Sandra. Metamorfosis-nya itu yang mengesankan. Karakternya sangat hidup. Mengikuti kisahnya, pembaca kadang dibuat kesal, kadang dibuat senang.

Kesuksesan novel 3600 Detik bukan perkara novelnya yang naik cetak hingga belasan kali. Tapi pada tahun 2014 novel ini juga berubah menjadi tontonan layar lebar dengan arahan dari Nayato Fio Nuala sebagai sutradara. Film yang naskahnya ditulis oleh Haqi Achmad dibintangi oleh aktris dan aktor berbakat sekelas Shae, Stefan William, Wulan Guritno, Febi Febiola dan masih banyak nama besar lainnya. Informasi film, klik di sini.
gambar diunduh dari http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:3600DETIKPOSTERFILM.jpg

Novel ini sangat cocok dibaca remaja. Tepat dengan genrenya, teenlit.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar