CIRCA - SITTA KARINA



http://resensinovelindonesia.blogspot.com/2010/11/circa.html
CIRCA
SITTA KARINA
GRAMEDIA

Sebenarnya gue sudah lama denger nama penulis yang satu ini. Sitta Karina. Kalo nggak salah dia itu yang bikin serial keluarga Hanafiah yang novelnya sangat terkenal. Dan gue baca buku ini juga karena diperkenalkan oleh Stefani Sugia, si pemilik blog Bookie-Looker.

Terkejut. Yap, gue emang terkejut begitu mencapai ending cerita si Alma ini. Lalu berikutnya gue cuma bergumam, 'kok bisa ya?'. Aneh banget dengan endingnya dan kayaknya nggak mungkin aja hal itu kejadian di dunia nyata. Bayangkan, si Alma yang masih SMA bisa dapet posisi penting di perusahaan kosmetik yang induknya ada di luar negeri. Terus ditambah juga dengan si Genta yang mendadak menjadi pemilik perusahaan kosmetik itu, pasca meninggalnya sang ayah.Kok bisa si penulis membuat cerita yang sangat tidak mungkin. Analoginya, perjalanan dari Cirebon ke Papua ditempuh hanya 15 menit. Mungkin?

Kalo bicara cerita, isinya memang menarik. Banyak pesan kok yang disisipin di dalamnya. Dari urusan keluarga, percintaan sampai persahabatan. Penulis mahir sekali membuat karakter yang hidup untuk mendukung plot cerita sehingga kekurangan yang ada dapat tertutupi dengan baik.

Jadi, secara garis besar cerita ini mengisahkan si Alma yang akhirnya diterima magang di perusahaan Circa (entah bacanya gimana?) dan di sana dia ketemu sama si Ramya a.k.a Genta yang ternyata musuh bebuyutan kakaknya, Alde. Intens pertemua mereka di Circa menumbuhkan perasaan buat keduanya. Alma awalnya menyukai Sailendra, temen sekolahnya, namun sejak kenal Genta, ia sendiri heran kok rasa deg-degan yang dulu ada mendadak menghilang. Si Genta juga sama, ia naksir berat sama si Linka, tapi lama-lama tabiat Linka membuatnya nggak naksir lagi. Nah, kalo sudah begini, kalian taulah cerita dibawa kemana oleh penulis.

Mungkin yang paling menarik dari keseluruhan dan lumayan membuat terharu adalah bagaimana Genta dan Alde kembali menjadi temen setelah konflik kecelakaan Anthi yang membuat hubungan mereka renggang.

Pokoknya buku ini menghibur karena bahasa si penulis yang mengalir apa adanya.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar