KUCING MELULU & CERITA CINTA (ME)LULU - WIDYA OCTAVIA

gambar diunduh dari www.gagasmedia.net
KUCING MELULU & CERITA CINTA (ME)LULU
WIDYA OCTAVIA
GAGAS MEDIA

Novel ini bercerita tentang percintaan Lulu yang sempat salah sasaran dan kucingnya yang bernama Sesil. Jadi Lulu ini naksir berat sama cowok teman kuliah yang beda jurusan namanya Gilang. Setiap ketemu Gilang bawaannya salah tingkah terus. Kedekatan mereka berkat hadirnya kucing bernama Sesil. Selain ada Gilang, Lulu juga punya sahabat deket bernama Reya dan Nino. Dua orang inilah yang selalu ada kapanpun kalau Lulu butuh bantuan. Tapi begitu Lulu tau perasaan Gilang, ia pun menangis bombay meratapi perasaannya. 

Begitu habis di halaman terakhir, gue malah bingung mau menceritakan buku ini dari segi apanya. Tapi ada yang mengganjal sejak gue baca di halaman-halaman pertama. Gue kurang sreg sama gaya berceritanya Mbak Widya. Terutama dengan sudut pandang orang pertamanya, Lulu. Alasannya, tokoh utama yang sudah kuliah serasa masih ABG labil macam anak SMP atau SMA kelas sepuluh. Begitu heboh, lebai dan alay. Jadi pas gue baca mengenai latar belakang pendidikannya yang kuliah di FBI, kayak nggak nyambung. Terus ditambah dengan seringnya Lulu berbicara pada diri sendiri. Kok jadinya gaya berceritanya aneh ya? Makanya gue rada susah menyelesaikan buku ini.

Meskipun ada minus, tapi gue suka plot yang ada. Apalagi banyak informasi seputar kucing yang disampaikan membuat gue sedikitnya paham dunia perkucingan. Untuk tema percintaan remajanya terasa sangat manis. Dan awalnya gue mengira Lulu bakal mengejar Gilang sampai ujung dunia lalu mereka berdua bahagia berpacaran. Tapi begitu mendekati akhir cerita, barulah si penulis menceritakan kesibukan Gilang dengan ponselnya yang entah siapa orang yang sedang dihubunginya. Lalu tersingkaplah tujuan akhir hati Lulu.


Hubungan antara Lulu, Nino, Reya dan Gilang sangat pas menurut porsi perannya masing-masing. Dan gue bersimpati dengan Nino yang akhirnya memilih jalan dewasa menghadapi Lulu. Bahasa gaulnya, gentlemen. Mungkin yang rada nanggung adalah sisipan humornya. Gue nggak dapet bagian yang bisa bikin ketawa sendiri. Tapi kalau diperhatikan, kayaknya si penulis sudah sangat berusaha membuat novel ini ceria dan humor.

Novel ini direkomendasikan untuk yang suka memelihara kucing. Banyak informasinya lho!
:) :) :)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar