MENGAPUNG BERSAMA NIL - ARIF FRIYADI


koleksi sendiri
MENGAPUNG BERSAMA NIL
ARIF FRIYADI
LINGKAR PENA

Membaca novel Mengapung Bersama Nil (MBN) mengingatkan gue pada novel-novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta, Cinta Suci Zahrana dan beberapa judul lainnya. Karena novel MBN ini masuk kategori novel islami, maka tak heran pembaca akan menemukan banyak kutipan ayat Al-Quran, cerita teladan Nabi dan para sahabat serta nasihat-nasihat yang berlandaskan hadist.

MBN berkisah tentang penderitaan gadis muda bernama Salwa. Sebagai putri dari seorang bawwab (penjaga apartemen), hidupnya seperti selalu berada dalam kubangan lumpur derita. Ditambah kondisi sang Baba (ayah) yang sakit TB, Salwa akhirnya memutuskan untuk mencuri dompet dari salah satu penumpang kereta. Penumpang itu mahasiswa Indonesia bernama Naufal.Pertemuan itu mengawali kisah Salwa dan Naufal.

Kemudian sang Baba menceritakan rahasia besar mengenai Salwa. Rahasia apakah itu? Dan adegan yang paling menguras emosi adalah saat Salwa harus memilih menjadi penari perut di kapal Niel Paraoh untuk bisa membebaskan sang Baba dari penjara akibat fitnah Rommy Syallal.Peristiwa ini juga akhirnya mempertemukan Salwa dengan rahasia besarnya.

Meskipun MBN menggunakan bahasa yang puitis tidak membuat novel ini menjenuhkan. Alur yang maju dengan rentetan peristiwa membuat novel ini selalu menegangkan dan membuat penasaran. Hanya yang paling mengecewakan adalah ending kabar dari sang Baba dan Mama Salwa yang tidak terungkap tuntas. Padahal nasib sang Baba akan sangat mengharukan ketika diungkap. Kemudian nasib sang Mama juga seharusnya dijelaskan setelah dirinya meminta Salwa membebaskan sang Baba dengan menjadi penari perut.

Novel ini sangat bagus sebagai bacaan pembangung jiwa.


Share:

2 komentar: