DUET - ANGELA MARCHELIN, NITA RAMADITHA, RYVANNAFIZA


DUET
ANGELA MARCHELIN, NITA RAMADITHA, RYVANNAFIZA
PENERBIT HARU
NOVEMBER 2012

Black Café. Shin Young Hee memiliki trauma kekerasan dengan pacarnya yang dahulu, Kim Tae Sik. Dan ketika ia bertemu dengan Martin Jo, orang yang akan berinvestasi di Black Café dengan Woo Jeong, perasaannya susah untuk diakui.
Martin lagi-lagi terkekeh. “ Aku hanya ingin merasa diistimewakan olehnya,” ujarnya penuh harap. (hal.70)

Chasing The Sunset. Benarkah cinta bisa salah? Tae Joon adalah pemburu matahari. Pencariannya mempertemukan dirinya dengan gadis bernama Kwon Na Bi, si pemburu angin. Cinta menyusup pelan tapi pasti. Namun Peter Pan syndrome menjadi tembok keduanya.
“Kebahagiaan ada dimana-mana. Mengejar angin, bermain dengan kucing, melihat matahari, menari bersama hujan, itu semua kebahagiaan yang tidak bisa diajari siapa pun.” (hal.97)“Mungkin selama ini aku yang buta. Kau ada di depanku dan aku tak pernah menyadarinya.” (hal.126)

Duet. Berkat tugas psikologinya, Han Min Woo bertemu dengan Park Sun Ho. Park Sun Ho adalah pria aneh yang suka bertindak sesuka hatinya. Namun perkenalannya dan audisi duet membuat keduanya memahami arti teman.

“Kau menjadi sukses bukan karena orang lain mengatakan kau sukses, tapi karena ada kebahagiaan dalam pekerjaan yang kau lakukan dengan tulus.” (hal.184)“Manusia selalu punya dua pilihan: lakukan atau tidak. Ini hidupmu, pilihanmu. Jangan biarkan orang lain yang memilihkannya untukmu.” (hal.185)

Saya kira saya akan tidak menyukai novel dengan setting luar negeri dan karakternya pun dari negara asalnya. Seperti fanfiction gitu. Karena jadinya nggak tergambar aja adegan yang dilakukan. Tapi ternyata perkiraan saya salah. Membaca Duet menjadi terobosan yang lumayan besar untuk saya. Saya bisa menikmati tiga cerita dari tiga penulis yang benang merahnya, ini cerita korea lho dan setting-nya pun korea abis.

Black Kafe dan Chasing The Sunset, temanya cinta. Hanya untuk CTS, percintaannya lebih rumit dibandingkan dengan BK. Ini yang membuat saya lebih menyukai cerita BK. Sedangkan untuk Duet, saya hanya merasa aneh saja dengan tema pertemanan tapi di usia 20-an. Ceritanya nggak nampol. Coba kalau usia mereka di-muda-kan beberapa tahun, mungkin akan terbaca wajar.

Untuk penokohannya, saya tidak mendapatkan karakter yang sangat berkesan. Akibat dari cerita yang dibuat terlalu singkat, sehingga karakter yang ada tidak terolah sampai tuntas. Tapi ketiga cerita di Duet ini banyak memiliki pesan moral kok. Jadi nggak rugi bacanya.

Keseluruhan, novel ini pas banget buat yang suka korea-koreaan.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar