MENCARIMU - RETNI S. B.


MENCARIMU
RETNI S. B.
BENTANG PUSTAKA

Memilih novel Mencarimu – Retni S.B. lantaran saya terpengaruh oleh resensi dari Bang Ijul. Katanya, kekuatan novel ini tuh ada di diksinya yang enak dan lincah. Saya pun berburu.

Matahari memutuskan untuk bekerja di majalah travelling Jelajah untuk memburu seseorang yang akan mengikis pertanyaan dari masa lalunya. Dia bernama Irsal Mahangka, yang kata Om Dud, pria bergelar raja media ini adalah bapaknya. Namun ternyata untuk bertemu dengan bapaknya itu butuh kesabaran karena bapaknya itu orang yang sibuk.

Matahari kemudian dekat dengan atasannya, Rakho. Dan saat pulang dari Kepulauan Anambas, Matahari mendapati kenyataan yang membuat hubungannya dengan Rakho harus direvisi.

Mengikuti kisah Matahari sangat nyaman sekali. Gejolaknya tidak meledak-ledak. Saya tidak tahu apa yang kurang, tapi hampir seluruh ceritanya tidak membuat saya tegang dan terkejut. Terutama pas ketika Matahari bertemu bapaknya untuk pertama kali. Saya tidak mendapatkan efek terkejut yang gimana gitu. Padahal saya berharap lebih untuk adegan ini.
Ya Tuhan, mengapa aku tak pernah membayangkan ini? Irsal adalah ayah Rakho! (hal.130)
Kalimat di atas adalah versi Matahari saat mengetahui bapaknya. Dan kalimatnya tidak membuat saya merinding terkejut. Ditambah, ada juga versi Rakho dan hasilnya sama. Mungkin karena narasinya diletakkan pada sudut pandang Rakho. Jadi tidak ada gebrak emosi yang membuat pembaca seperti saya terkesima dan hanyut oleh adegannya.

Minimnya kejutan dari adegan yang ada, cukup tertutupi dengan plotnya yang teratur, diksinya yang enak –benar kata Bang Ijul, penokohannya yang hidup. Saya justru sangat menyukai karakter Owan yang lebih hidup dengan lelucon-lelucon garingnya. Sedangkan untuk penokohan Matahari dan Rakho, saya tidak mendapatkan kesan berarti.

Ending novel ini adil banget untuk hubungan Rakho dan Matahari. Tidak ada yang dibuat aneh dan tergesa-gesa. Dan hubungan mereka yang awalnya rumit, dieksekusi dengan baik oleh penulis sehingga tidak ada pihak yang merasa disakiti. Walapun pada awalnya, saya sendiri merasa ikut berjuang kalau saya berada di posisi Matahari dan Rakho. Dan memang perjuangan mereka bukan hal gampang.

Yang masih mengganjal di benak saya, semoga hanya di benak saya, bagaimana hubungan Matahari, Rakho dan Owan yang baru melalui pertemuan tidak berapa lama, langsung terikat hubungan akrab. Ini yang sedikit menjadi tanda tanya saya. Sepele banget mendekatkan diri dengan orang baru. Bukan apa-apa, mereka baru bertemu dan hubungan mereka langsung mencair seperti es. Memang ada ya orang seperti itu?

Keseluruhan, novel ini manis banget dan saya rekomendasikan untuk dibaca yang suka bacaan romantis.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar