SELAMANYA CINTA - KIREINA ENNO



SELAMANYA CINTA
KIREINA ENNO
BUKUNE
FEBRUARI 2012

Reina yang awalnya menyukai kakak kelasnya yang bernama Alex, mulai menyukai Abe, teman sekelasnya. Namun karena persahabatan mereka, Reina menepis rasa itu dan mencoba menghilangkannya. Begitu juga dengan perasaan Abe, ia pun menyukai Reina yang menurutnya Reina berbeda dengan gadis lain. Tapi karena takut ditolak dan merusak persahabatan mereka, Abe pun hanya memendam perasaannya. Tapi ia menjadi sahabat terbaik yang selalu siap dan bisa diandalkan oleh Reina.

Selamanya Cinta menjadi buku berikutnya yang gue baca ulang karena belum pernah diresensi di blog ini. Pilihan gue tidak salah memilihnya. Ceritanya dengan latar SMA hingga Kuliah, membuat novel ini sangat renyah dibaca. Tema percintaan yang dibalut cerita persahabatan di dalamnya benar-benar mengharukan.

Di beberapa bagian, gue dibuat gemas oleh Reina dan Abe yang saling memendam rasa.
Abe merasakan kemarahan dalam dirinya. Marah atas kebimbangannya, kepengecutannya, ketakutannya akan kehilangan Reina jika ia mengungkapkan isi hatinya.Hal.141
Di bagian lain, gue juga dibuat hampir menangis. Apalagi persahabatan yang kental antara Reina, Abe, Dinda dan Teddy membuat iri.
Bahkan, Abe tak ingat bagaimana caranya mereka memindahkan Teddy ke mobil Kepala Sekolah dan membawanya ke rumah sakit. Ia hanya ingat terus duduk memandangi Teddy sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit dan menunggu di depan ruang UGD. Sampai beberapa jam kemudian, yang rasanya seperti bertahun-tahun, kedua sahabat perempuannya datang berlari-lari, menghujaninya dengan pertanyaan sambil berurai air mata. Hal.182
Kejutan demi kejutan diberikan sepanjang cerita. Kisah mereka pun bertambah seru ketika muncul peran antagonis, Jordy.
"Dinda, kamu tahu kenapa aku sampai kayak gini? Itu karena aku cinta sama kamu. Selama di penjara, yang ada dalam pikiranku cuma kamu. Kenapa kamu nggak pernah bisa ngerti?" Hal.226
Keunggulan novel ini terletak pada karakter tokoh-tokohnya yang sangat hidup. Tidak lebay, tapi wajar. Sosok Reina sangat periang. Sedangkan Abe khas banget anak laki-laki yang mulai dewasa. Pola pikir tokoh-tokohnya pas sesuai usia mereka yang masih SMA. 

Gaya menulis Mbak Kireina juga begitu lancar mengikuti plotnya yang bergerak cepat. Padahal kisahnya bergerak dari zaman SMA sampai tokohnya kuliah. Ada rentang waktu 3 tahun lebih yang harus dikemas, tapi novel ini berhasil merangkung rentang waktu itu dengan sangat baik. Gue hanyut dalam ceritanya. Mengikuti banyak kejadian yang dialami tokoh-tokohnya sewaktu SMA, gue seperti bernostalgia. Kadang membaca novel ini membuat gue tersenyum sendiri. Betapa enak dan indahnya kala itu.

Yang lebih keren lagi, cerita Reina itu sebenarnya kisah Dita yang dituangkan dalam novelnya. Gue hampir tidak sadar dengan hubungan Dita dan Reina kalau belum mencapai prolognya. Di akhir cerita pun ada kejutan yang manis. 
"... Apa kabar Dita - Reina? Novel itu memanggilku." Hal.296
:) :) :) 


Share:

2 komentar: