SO REAL / SURREAL - NUGROHO NURARIFIN

SO REAL / SURREAL
NUGROHO NURARIFIN
GRAMEDIA
MARET 2008
Aku tidak tahu akan ke mana dan aku terus berjalan.
Mungkin aku terus membuat keputusan-keputusan yang salah dalam hidupku.
Mungkin hidupku seluruhnya adalah kesalahan.-hal.169
Rocky memutuskan untuk mejalani hidup sekali pakai. Dari makanan, pakaian dan semua dalam hidupnya ia batasi tidak untuk jangka panjang. Baginya sesuatu yang memiliki jangka panjang akan berakhir melukai. Semua akan pergi, hilang dan mati.

Pemikirannya yang seperti itu akibat dari pahitnya pengalaman hidupnya. Orang tuanya bercerai setelah memberitahu kalau dirinya bukan anak kandung, pengasuhan sang ayah yang membuatnya menjadi gay dan pengkhianatan dari orang yang ia cintai sekaligus menjadi sosok ayah yang tak pernah ia miliki.
Entah kenapa saya ngerasa begitu kehilangan sampai kayak gini. Mungkin karena dia adalah jawaban buat kesepian saya selama ini. Saya nggak pernah merasa sekehilangan ini.-hal.167
Raymond adalah pengusaha sukses. Ia terkenal dengan ke-playboy-annya. Tapi itu untuk menutupi aib besarnya. Saat mengenal cewek kecil yang imut dan kemudian mereka tidur bersama, Raymond merasa kehilangan.
“Aku pergi sama Raymond.” Gue ngulangin kalimat itu entah untuk yang keberapa kalinya. Gue nggak bisa nemuin kata-kata yang lain lagi. Otak gue kayak mampet tiba-tiba. “Bukan cuma kamu yang bisa selingkuh,” kata gue nyambung yang tadi. Gue ngarasin suara gue bergetar dan mat ague berkaca-kaca. Hal.165
Anisa ini memiliki pacar yang romantis, Nugi. Tapi sifat posesifnya kadang membuat pikirannya melantur. Apalagi saat Prita cerita kalau ia melihat Nugi duduk di kafe dan kayak yang lagi nunggu seseorang. Anisa pun merasa patah hati. Dan saat ia bertandang ke rumah calon bos barunya itu, kesalahan besar terjadi dan membuatnya menyesal.
Tiba-tiba gue ingin kehidupan lama gue kembali. Tanpa ada cewek yang selalu ngerecokin gue dengan ketakutan-ketakutan dia. Takut dikhianati, takut dikira orang goblok, takut dirinya gak cukup cantik untuk membuat satu laki-laki setia sampai mati, dan gue nggak tau jutaan ketakutan-ketakutan apa lagi yang riuh bersahutan di kepalanya dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu. Hal.171
Nugi ini pacar Anisa. Ia setia meskipun saat mengenal ‘Bunga’ melalui emailnya, sempat terbersit untuk melakukan selingkuh, tapi begitu tahu kalau ‘Bunga’ ini adalah homo desperate, keinginan itupun sirna. Tapi pengakuan Anisa membuatnya geram dan marah.

Empat karakter dipadukan dalam satu cerita menjadi sangat indah. Saya sangat menyukai cerita di dalamnya. Tidak mendayu-dayu, tidak meye-meye. Jarang banget saya menemukan novel yang bercerita apa adanya.
Cerita pun dikisahkan dari sudut pandang masing-masing. Dan saya tidak merasa kacau membacanya karena pemisahan sudut pandang dipisahkan melalu bagian-bagian dan  jenis font yang berbeda-beda.

Karakternya pun sangat hidup dengan ketakutan, keunikan, kehebohan, ambisi dan kerapuhan. Memang sih settingnya yang di kota metropolitan membuat saya harus miss dengan bayangan lokasinya. Tapi itu tidak mengurangi saya menikmati bab demi bab yang menginspirasi saya.


Saking menikmatinya, saya membaca buku ini sudah untuk yang ketiga kalinya. Artinya, saya sangat menyukai buku ini dan saya rekomendasikan untuk yang pengen baca cerita nggak lebai.
Share:

2 komentar:

  1. Lupa sama kisahnya, tapi saya ingat saya suka buku ini, sampai hunting buku lain dari penulis ini. Dapet BIDIK tapi belum dibaca sampai sekarang. Nice review, bro....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya nyari BIDIK malah nggak nemu-nemu. Referensi sih, dimana bisa dibelinya bang/

      Hapus