THEN I HATE YOU SO - ANDRY SETIAWAN


THEN I HATE YOU SO
ANDRY SETIAWAN
PENERBIT HARU
MARET 2012

Tujuh tahun lalu, Isobe Nana pernah terluka oleh teman SMA laki-lakinya, Luca. Sakit hati yang begitu dalam membuatnya hijrah ke Korea dan meniti karir sebagai model disana dengan mengganti nama menjadi Naran. Luca sendiri menjadi sosok yang sukses di Jepang dalam bidang pekerjaan IT. Namun gempa dan tsunami yang melanda negara itu membuat Luca memutuskan untuk pindah ke negara Korea. Di Korea, Luca bertemu dengan gadis cantik yang langsung membuatnya jatuh hati. Dia seorang model. Ya, benar, namanya Naran. Bagi Naran pertemuan ini seperti takdir. Ia pun merancang skenario balas dendam untuk menuntaskan kebenciannya atas kejadian tujuh tahun lalu.

Saya berterima kasih sekali buat @OceMei yang sudah memperkenalkan saya dengan penulis Andry Setiawan di Then I Hate You So.

Membaca di awal-awal novel ini, ceritanya terkesan sangat rapi tapi rumit. Lho? Betul. Rapi karena plotnya dan bahasa yang dipakai sangat datar dan lancar. Saya bisa menikmatinya dengan tenang tapi saya merasa tidak penasaran ada apa di dalamnya. Jadi saya seperti membaca sebatas menuntaskan saja. Namun jangan salah, ketika di akhir cerita, pembaca akan diaduk emosinya oleh adegan bagaimana kesalahpahaman tujuh tahun lalu antara Naran dan Luca menyusahkan percintaan mereka. Saya pun mulai menikmati dan menyukai tepat di bab-bab terakhirnya.

Lalu rumit yang saya maksud adalah setting novel ini yang buat saya agak susah dibayangkan. Lokasi dan situasinya benar-benar tidak sampai di otak saya. Belum lagi ditambah dengan bahasa asli, entah bahasa jepang atau bahasa korea yang menurut saya lumayan banyak bertebaran. Memang ada catatan di setiap halamannya, tapi itu yang membuat saya tidak nyaman, harus bolak-balik membaca terjemahannya.

Ah, tapi kekurangan novel ini tertutupi oleh penokohan yang baik. Naran sebagai tokoh perempuan utama begitu manisnya dengan sosok model yang sinis dan tertutup. Kalau dibayangkan, sosok Naran ini model kelas atas hingga mempunyai karakter model yang mahal. Sedangkan Luca, bagi saya sangat menyebalkan. Sok pinter, sok kaya, sok paling berpengaruh dan masih banyak sok-sokan lainnya. Nggak tahu ini kebetulan atau bukan, begitu Luca jatuh hati pada aktingnya Naran, sifat aslinya yang sok-sokan ini hilang. Cinta begitu dasyat banget ya, bisa merubah karakter orang. Saya setuju banget nih.

Selain tokoh-tokohnya, keunggulan novel ini juga terletak pada covernya yang manis banget. Dominasi warna biru membuat kesan dramanya muncul mencolok. Keren.

Pesan paling menonjol dari kesalahpahaman Naran dan Luca adalah untuk tidak mempercayai sesuatu jika tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri. Saya pun belajar banyak dari kisah Naran dan Luca ini.

Buku ini direkomendasikan buat yang suka kisah manis dengan ending manis.

:) :) :)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar