Tentang Cinta - Nahra Laily

Mari kita perbincangkan hidup di sini. Hidup yang penuh warna, bukan hanya hitam putih. Kita bincangkan juga cinta. Cinta akan selalu menjagamu dari malam-malam kelam, dari kegamangan, pun dari prasangka yang terburuk. Karena itulah memperbincangkan cinta selalu menarik, tak ada habisnya.

Suatu ketika, saat kau tak yakin akan jalan yang kau pilih, tengok lagi ke belakang sana. Ada tangan-tangan yang selalu bersedia meraihmu, mendengarkan kisahmu, menjagamu.

Hapus air matamu. Kisah cinta seharusnya bahagia. Jika tidak, mungkin itu bukan cinta-bukan cinta yang kita tunggu. Setiap orang berhak bahagia, dan berhak mengusahakan dirinya bahagia. Begitu seharusnya, bukan?


Judul buku: Tentang Cinta
Penulis: Nahra Laily
Penyunting: Widyawati Oktavia
Proof reader: Syafial Rustama
Penata letak: Ilham Pungkas Winasis
Desainer sampul: Gita Mariana
Penerbit: Bukune
Terbit: 2012
Tebal buku: iv + 224 hlm
ISBN: 6022200261

Tentang Cinta bercerita tentang tiga sahabat; Alin, Rika dan Fanny menghadapi percintaan mereka. Alin yang harus terpedaya oleh pria yang menguras kelebihan yang dimilikinya. Rika bersedih atas kehilangan orang yang ia sayangi padahal beberapa waktu yang lalu, kebahagiaan membuncah di dadanya. Sedangkan Fanny sedang membutuhkan kepastian hubungannya dengan sang kekasih di saat ia merasa jenuh dengan kondisi percintaannya.

Lagi-lagi tema percintaan dewasa dan entah kenapa saya selalu merasa tertarik dengan tema ini. Mungkin karena perbedaan romantis percintaan dewasa dibandingkan romantis percintaan khas anak sekolah yang membuat saya menyukainya karena saya pun banyak belajar dari kisahnya.

Tentang Cinta meramu kisah percintaan dari beberapa sisi. Banyak sekali bentuk dari sebuah hubungan yang dilandaskan cinta. Dan penulis sepertinya ingin memberikan pelajaran kepada pembaca tentang cinta. Saya pun mendapatkan banyak kesadaran terutama kepercayaan terhadap ‘pacar’ yang tidak boleh terlalu besar. Kita tidak pernah tahu hati orang jadi harus tetap waspada.

Yang paling mengganggu dari novel ini adalah bahasanya yang bertele-tele. Saya menyadari hal ini sejak dari bab-bab pertama. Yang paling saya ingat adalah ketika penulis ingin menyampaikan kekasih Rika yang meninggal karena kecelakaan, penulis merunut cerita Rika dari mulai bangun tidur sampai kabar itu didengarnya. Sepanjang menceritakan itu, saya sangat bertanya-tanya maksudnya apa penulis membuat cerita panjang lebar hanya untuk mendengar kabar kecelakaan. Sangat mengganggu.

Satu lagi, karena penulis mengambil tiga tokoh di dalam novel ini sebagai pusat cerita, saya merasa porsi mereka sama-sama mengambang. Saya merasa tidak fokus dengan konflik yang dihadapi mereka sehingga banyak sekali emosi yang tidak terungkap mengena. Padahal, konflik itu memiliki potensi untuk menghanyutkan pembaca. Contohnya, ketika kekasih Rika meninggal, seharusnya ada bab yang porsinya banyak untuk menceritakan bagaimana Rika sangat bersedih dengan kehilangan kekasihnya itu. Namun nyatanya, kehilangan itu hanya digambarkan sekilas dan kesedihan Rika tidak terceritakan dengan baik.

Buku ini cocok untuk mereka yang masih gamang kemana hubungan percintaan akan dibawa. Saatnya memutuskan cinta mau dibawa kemana.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar