...Patah Hati?? Disenyumin Aja!, Koala Kumal by Raditya Dika

Judul buku: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Editor: Windy Ariestanty
Penerbit: Gagas Media
Terbit: 2014
Tebal buku: x + 250hlm
ISBN: 979780769X

Raditya Dika itu multitalent. Selain penulis buku, dia juga blogger, artis, sutradara dan comic stand up comedy. Kalau saya harus menjabarkan pujian tentang dia, kayaknya sudah basi. Sebab, pasti blogger lain sudah menyampaikan bagaimana unik dan kerennya cowok yang 'katanya' bertumbuh pendek itu.

Yang mau saya sorot untuk ulasan bukunya ini adalah konten menarik di bukunya, menurut saya.Dari 12 cerita yang dibuat Radit, ada 2 kisah yang sangat BERKESAN. Lebih Seram dari Jurit Malam dan Patah Hati Terhebat.



Lebih Seram dari Jurit Malam menurut saya unggul dari kisah yang konyol, polos dan ajaib. Saya tidak habis pikir dan rasanya susah membayangkan saat tengah malam tiga orang anak SMA (Dika, Lina dan Nikolas) berteriak kencang ketakutan melihat pocong yang ternyata pocong-pocongan; teman sendiri. Membaca kisah ini membuat saya guling-guling di kasur.

Patah Hati Terhebat menjadi berkesan lantaran dramanya yang kuat. Kehilangan orang tersayang bukan perkara mudah. Akan menyisakan kepingan memori indah hingga bertahun-tahun lamanya. Saya paham dan bisa ikut merasakan bagaimana Trisna berjuang menata hati dengan kehilangan yang mendadak itu.

Oya, Dika juga curhat banyak hal di buku ini. Ada kenangan pembuatan Malam Minggu Miko, asal usul judul bukunya yang nyeleneh ini, dan konyolnya Dika 'nyaris' berkencan dengan Lady Boy di Bangkok.

Patah hati menjadi tema besar buku ini. Patah hati yang dikemas dari berbagai sudut pandang dan akhirnya menjadi kesimpulan sebagai pembelajar hidup. Gelak tawa yang diciptakan Dika dalam buku ini memang tidak seheboh buku Marmut Merah Jambu (saya belum baca buku lainnya). Alasannya, mungkin karena tema besar yang akhirnya membuat batas bercerita agar tidak terkesan 'nyimpang' dari alurnya.

Namun, kesenduan yang disajikan di Koala Kumal ini menjadi jeda dari humor yang biasa Dika suguhkan. Seperti spasi dari rangkaian tulisan sehingga pembaca bisa menemukan sisi berbeda dari sosok Dika yang terkenal dengan humorisnya. Ini bukan kesalahan, ini manusiawi.

Nah, ngomongin sisi manusiawi, saya juga menemukan sedikit kesalahan cetak.

Astra menghela napas panjang... gue pun putus dengan Astra... / seharusnya nama Deska yang tertulis, ini ada di hal. 66

Keliahtan / Kelihatan, ada di hal.44

Ada kalimat favorit yang jleb banget, Perlu berapa kali diselingkuhi agar kita kuat menghadapi patah hati? (hal.68)

#Selamat membaca

Share:

0 komentar:

Posting Komentar