... sakitnya dicuri masa lalu; Love Lock by Pia Devina

Jika namamu dan namanya tertulis di gembok itu, kau dan dia akan menjadi pasangan abadi. Begitu yang mitos itu katakan, bukan?

“Apa semua orang yang menuliskan nama mereka dan pasangan mereka di sini, mengalami hidup happily ever after dan hubungan yang tak terpisahkan?”

Seandainya mitos itu sungguh ada… Dan seandainya mitos itu berbaik hati untuk mengikat kisah kita.

Namun…, mengapa orang yang kucintai itu harus kau? Aku tahu, dan kau pun jelas tahu. Kita hanya akan terluka dengan apa yang kita miliki. – Rhinea

Jangan pernah tanya, mengapa aku bisa mencintaimu. Karena bila hati bisa memilih, aku tentu akan memilih orang lain untuk kucintai. Bukan kau.

Mungkin, takdir sedang mempermainkan kita? Atau, justru… masa lalu memang ingin menyergap langkah kita? – Mario





Judul buku: Love Lock
Penulis: Pia Devina
Editor: Mita M. Supardi
Proofreader: Christian Simamora
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain cover: Adryana Putri
Ilustrasi isi: Ria Rizki Azib
Penerbit: Gagas Media
Terbit: 2014
Tebal buku: vi + 298 hlm
ISBN: 9797807142

Sedikit menyinggung tentang Wishful Wednesday yang saya pernah posting setiap hari Rabu. Ke depannya saya akan memilih (membeli) novel yang pernah masuk WW. Ini bentuk apresiasi saya terhadap WW dan bukti kalau saya memang serius menginginkannya.

Novel yang berhasil saya comot pertama untuk memenuhi WW ini adalah Love Lock karya Pia Devina. Saya pernah memasukkan novel ini ke list WW lantaran kovernya yang menurut saya kece.

Love Lock bercerita tentang Rhinea dan Mario yang melakukan perjalanan ke Jerman. Awalnya, Rhinea akan pergi dengan papanya. Namun karena urusan di Indonesia yang tidak bisa ditinggalkan, papanya meminta Mario menemani Rhinea ke Jerman. Alasan ke Jerman, Rhinea untuk menengok mamanya. Sedangkan Mario mengurus bisnis papanya.

Perjalanan selama di Jerman membuka tabir tentang masa lalu orang-orang yang paling disayang Mario dan Rhinea. Buku harian milik Erika yang saat itu dimiliki Mario menjadi kunci jawaban untuk kebencian yang mengendap di hati Mario dan Rhinea. Ada apa dengan masa lalu? Saya sarankan baca novelnya dan rasakan efek masa lalu yang kedua tokoh alami.

Tema Love Lock berkutat dipercintaan yang dibalut masa lalu. Bisa dikatakan ceritanya sedih meski ending-nya cukup mengejutkan dan menggembirakan. Saya bahkan harus menebak ending-nya; bagaimana hubungan Rhinea dan Mario selanjutnya dengan terkuaknya fakta masa lalu yang menjadi dinding tebal untuk kelangsungan hubungan percintaan mereka. Ada fase deg-degan mengikuti alurnya.

Rasa deg-degan ini terbangun karena gaya menulis Mbak Pia yang menurut saya runut sekali dengan keterangan waktu, dimulai dari masa lalu hingga masa saat kedua tokoh utama melakoni jatahnya. Beberapa fakta kejadian dibeberkan dengan perlahan sehingga mengikuti lembar demi lembar novel ini cukup memikat.

Tokoh-tokoh yang muncul juga sedikit sehingga karakter Mario dan Rhinea cukup terbentuk dengan khas. Rhinea yang ceria dan polos. Sedangkan Mario adalah sosok pendiam namun dewasa. Karakter kedua tokoh tidak digambarkan dengan narasi yang panjang, melainkan dengan beberapa adegan bagaimana mereka menyikapi jalan-jalan di lingkungan berbeda, menyikapi karakter teman seperjalanan yang berbeda karakter, menyikapi masa lalu yang mereka temukan secara beruntun.Pokoknya, Mbak Pia sukses membuat plot yang rapi.

Selama membaca novel ini saya menemukan dua kalimat sakti yang menyentuh.

“Ich vermisse Mama…” (Aku kangen Mama) / hal.20

Kalimat ini menarik lantaran ungkapan kerinduan yang mendalam yang dirasakan Rhinea akan sosok mamanya. Saya menangkap getar haru akibat rindu itu. Sehingga saya menganggap kalimat singkat ini sebagai kalimat paling keren.

“… Dua orang bisa bersama karena kedua hati mereka saling memilih bersama, bukan?” / hal.143

Kalimat ini diucapkan ketika Rhinea menceritakan tentang masa lalunya dengan Willy yang kandas karena kehadiran orang dari masa lalu kekasihnya sekaligus tunangannya itu. Saya menganggap makna kalimat ini sebagai penegasan kalau ia baik-baik saja meski pernah merasa sakit.

Selain kalimat sakti tadi, saya juga merasa senang dibawa ke tempat-tempat yang menarik. Saya sarankan nama-nama tempat di bawah ini untuk meng-googling-nya biar tahu semenarik apa setting yang ada di novel ini.

Cologne Cathedral, Kolner Dom, Ojendorfer See, Jembatan Hohenzollern, Cologne Central Station, Deutz Station, Hohe Starsee, Schildergasee, Gunung Siebengebirge, Museum Ludmig, Imhoff-Schokoladenmuseum / Museum Cokelat, Cologne Triangle, Koelner Zoo, 4711 Eau De Cologne Original

Cologne Cathedral

Ada satu kalimat yang menurut saya mencubit pribadi.

“Ah, kenapa orang lain… jatuh cinta itu terlihat sangat indah?” / hal.275

Terus saya juga menemukan beberapa kesalahan penulisan.

olehnya = Olehnya / hal.2
tempatayahnya = tempat ayahnya (spasi) / hal.14
Aber er ist... " lanjut Sania, ... = "Aber er ist... " lanjut Sania,...(tanda petik) / hal.46
tenggorokanmya = tenggorokannya / hal.147
yangada = yang ada (spasi) / hal.220

Buku pas dibaca untuk pembaca yang belum bisa memaafkan masa lalu. [bukuguebaca.blogspot.com]
Share:

4 komentar:

  1. waah bukunya menarik juga nih jadi pengen baca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, harus baca. Pokoknya keren deh bukunya. :)

      Hapus
  2. sepertinya bukunya menarik ya. Selalu ragu buat beli buku ini.

    BalasHapus
  3. Mungkin dengan cerita buku dari saya, bisa membuat mbak nggak ragu lagi heheh :)

    BalasHapus