...Sebesar Apa Pun Dendam, Harus Dimaafkan, Unplanned Love by Jenny Thalia F

Judul buku: Unplanned Love 
Penulis: Jenny Thalia Faurine / @JennyThaliaF
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Terbit: 2014
Tebal buku: x + 298 hlm
ISBN: 9786020248585

Saya tidak mempunyai ekspektasi tinggi ketika memilih novel ini. Karena pengaruh novel Malaikat by Agung Rusmana, saya sempat mencari-cari novel dengan penulis pria dan cerita yang tidak biasa dari penerbit Elex Media. Namun saya tidak menemukan novel kriteria saya dan akhirnya, saya mencomot novel ini.

Dari biografi penulisnya, Jenny ini masih terbilang muda. Sudah ada lima novelnya yang terbit. Bagi saya, rekam jejak yang sudah lumayan ini menjadi bukti kalau di novel ini ia sudah lancar dan terlatih sebagai penulis. Saya bisa menangkap bagaimana gaya bercerita Jenny yang khas, ringan dan penuh semangat. Pendapat saya ini mohon dibetulkan jika salah karena saya hanya menilai dari judul novel ini saja, novel lainnya belum pernah saya baca.

Jenny merangkum kisah cinta yang lumayan ‘kental’ meski dikemas penuh keceriaan. Lho? Iya, kisah cintanya sangat terasa. Dimulai dengan konflik Runa yang ditinggalkan sahabatnya entah kemana, kemudian didatangi oleh Seta yang dengan bossy-nya meminta Runa menikah dengannya, percintaan mulai digiring dengan intens melalui perseteruan dua tokoh muda ini.

Saya sangat menikmati hubungan yang tak akur antara Runa dan Seta. Membaca perjalanan mereka ke beberapa tempat di Indonesia; Lampung, Jogja, Bali, membuat atmosfir romantis yang tidak tanggung-tanggung. Meski di tengah cerita, saya sudah menduga ending-nya akan bagaimana, saya tetap bisa menikmati lembar demi lembarnya.

Kepiawaian Jenny membuat karakter juga terbaca di sosok Seta. Sifat yang suka memaksanya itu yang sempat membuat saya super jengkel dengan karakter Seta. Bagi saya, keterlaluan sekali cara Seta memaksa gadis menikah hingga harus membuntutinya sampai lintas pulau. Nah, membuntuti lintas pulau ini menjadi tanda tanya besar saya. Oke, faktanya Seta adalah pengacara terkenal. Dan waktu senggang, maaf bukan senggang, tapi super senggang hingga dia bisa melakukan penguntitan itu, terasa janggal. Sekeras-kerasnya keinginan Seta untuk menikahi Runa, cara ini terasa aneh dipikir logika. Pasalnya, pernikahan itu sendiri dilakukan tidak dalam kondisi mendesak.

Kesan paling dalam selama membaca novel ini adalah ketika Seta berusaha memaafkan masa lalu antara dirinya dengan sang ayah. Selain menguras emosi, ketegangan Seta menghadapi kenyataan pahit itu, mengajarkan pembaca untuk membesarkan hati. Menyimpan dendam tidak menguntungkan apa-apa, justru menyakiti hati secara perlahan-lahan hingga merubah kebaikan pribadi yang sebenarnya sudah terbentuk sejak perjalanan pertumbuhan manusia.

Ada kejadian apa antara Seta dan ayahnya hingga hubungan mereka memanas?

Bagaimana kelanjutan Seta dan Runa?

Apa alasan Seta meminta Runa menikah dengannya?

Temukan jawabannya di novel dan bersiaplah untuk mesem-mesem sendiri.

#Selamat membaca.
 ...................................................
Aruna –penulis terkenal- memiliki sahabat bernama Acintya. Cintya dengan segala kesempurnaan dan kecantikannya, sedangkan Aruna harus menerima pernyataan orang-orang yang menganggap Runa adalah sidekick-nya Cyntia.

Suatu saat, sahabatnya tiba-tiba menghilang seiring dengan tagihan kartu kredit dengan nominal yang cukup fantastis. Runa kelabakan, ia berusaha mencari di mana sahabatnya tersebut namun hasilnya nihil. Seakan semua itu belum cukup, seorang lelaki bernama Seta mendatanginya dan menyuruh Runa menikah dengannya-sebagai akibat dari Cintya yang menjanjikan pernikahan dengannya namun saat ini menghilang. Jelas saja Runa menganggap Seta adalah lelaki paling waras saat ini. Ia, seorang Philohobia tentu tidak akan menerima lamaran itu. Kalaupun ia takut terhadap hal bernama cinta, setidaknya ia tidak ingin menghabiskan sepanjang hidupnya dengan pernikahan berlandaskan keterpaksaan.

Runa saat ini tengah menggarap novel romance keempatnya di bawah tekanan deadline. Saat itulah, editornya menyarankan Runa untuk berlibur-sekedar untuk menemukan summer fling dan membuat Runa bisa merasakan jatuh cinta agar tulisannya bernyawa. Saat yang tepat ketika dia harus kabur dari kejaran Seta yang sepertinya kurang waras. 












Share:

4 komentar:

  1. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Harus sering mampir ya :)

      Hapus
  2. saya pernah lihat mbak jenny di goodreads :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, penasaran orangnya gimana, hehe :)

      Hapus