Istana di atas Pasir by Bey Tobing


Judul buku: Istana di atas Pasir
Penulis: Bey Tobing
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit:2015
Editor: Ruth Priscilia Angelina
Cover: Eduard Iwan Mangopang
ISBN: 9786020316536

Setelah lama hiatus dan tentu saja tidak pernah setor resensi, kali ini saya ingin memulainya kembali. Dan untuk resensi kali ini saya sengaja membeli novel label kesukaan saya, metropop.

Istana di atas Pasir berkisah tentang perjalanan cinta Amara - Ivan yang tidak mudah. Secara garis besar kisah mereka saya rangkum seperti ini: pacaran - putus - bersatu. Proses mereka pacaran tidak diterangkan sebab untuk prolognya sendiri sudah  masuk kepada konflik yang langsung menguji hubungan keduanya. Ibunya Amara menginginkan mahar pernikahan sebesar 100 juta. Sejumlah ini belum termasuk biaya resepsi. Murni untuk harga mahar. Sedangkan waktu itu kondisi keuangan Ivan belum stabil lantaran dirinya masih harus membiayai pengobatan sang ayah. Begitu masuk bab pertama cerita meloncat jauh. Amara sedang mempersiapkan pernikahannya dengan pria bernama Adrik.

Kisah bergulir maju pada kekelaman kehidupan Amara - Ivan. Amara harus menanggung pernikahan yang didasari tanpa cinta. Sementara Ivan harus benar-benar terpuruk setelah putus dengan Amara, sampai dirinya kehilangan pekerjaan.

Bagaimana akhir cerita Amara dan Ivan, silakan beli dan baca novelnya.

Bukan kebetulan kalau pilihan saya kali ini tepat untuk membeli novel sebagai pemanasan sebelum giat kembali membaca dan mengulas novel. Saya mengkategorikan novel ini di jajaran novel standar. Sebab saya tidak menangkap kesan yang mendalam pasca menyelesaikan membacanya. Alasannya, beberapa momen yang seharusnya bisa digali menjadi nilai dramatis karena tema cerita yang kelam, justru ditinggalkan penulis dan beberapa hanya dibuat narasi. Contohnya, tidak diceritakan bagaimana Amara - Ivan mengakhiri hubungan. Luput juga menerangkan perasaan Amara saat pesta pernikahannya, sedangkan yang menjadi pasangan pengantinnya bukan pria yang disayanginya.

Tema percintaan memang tidak pernah bosan diangkat oleh penulis novel dengan kemasan yang beragam. Istana di atas Pasir pun menjadi salah satu novel percintaan dengan latar karakter yang dewasa. Sehingga di novel ini pembaca diajak merenungkan persoalan memilih pasangan. Pernikahan adalah pintu gerbang menuju fase menjadi seseorang yang melepaskan  tanggung jawab pribadi menjadi tanggung jawab bersama. Dan menjalani pernikahan jangan dianggap judi apalagi berkaitan dengan perasaan. Dicontohkan oleh Amara yang menikah dengan  Adrik dan ia berharap perasaan sayang dan cinta akan muncul dengan berjalannya waktu. Namun sampai ia nemiliki seorang anak perempuan, harapannya tersebut tidak kunjung menjadi nyata. Kehidupan pernikahan yang ia jalani berubah menjadi hambar.

Ada 4 karakter sentral yang saling berkaitan. Namun jujur saja, saya tidak menemukan salah satunya menjadi favorit saya. Amara, karakter ini sangat lemah. Saya tidak mendapatkan karakter kuat di dalam dirinya. Padahal nasib hidupnya pernah disetir oleh sang ibu dan sang suami. Ivan, sosok pria yang tidak dewasa. Sebab pernah terpuruk karena cinta dan berimbas pada prestasi kerja. Pria dewasa akan sama terluka ketika kehilangan kekasih. Tapi dia tidak akan membiarkan banyak kehilangan menderanya. Termasuk pekerjaan. Andrik, maniak kerja yang buta dengan kebahagiaan orang-orang sekitarnya. Amara bisa dikatakan korbannya. Kia, dia sosok perempuan yang terlampau penunggu. Mengenal Ivan membuatnya menunggu hati Ivan memilihnya meskipun dia tahu betul di hati Ivan masih ada masa lalu yang belum hilang.

Soal 4 karakter yang saya sebutkan tadi, benar-benar pendapat. Saya mempercayai setiap kepala memiliki ragam daya tangkap rasa. Sehingga pengalaman yang saya rasakan setelah membaca novel ini, pasti akan berbeda dengan pengalaman blogger pecinta buku lainnya.

Meski begitu, novel ini masih bisa dinikmati. Selamat membaca.
Share:

2 komentar:

  1. keren nih ceritanya
    cari dulu ke gramedia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Ada poin kita belajar dewasa. Isi novelnya masih bisa diserap kok.

      Hapus