Mencoba Ebook

Sebelum punya smartphone, saya tidak tertarik dengan bacaan berupa ebook. Selain membacanya harus di gadget canggih dengan fitur yang memungkinkan, membaca ebook di layar komputer juga sangat membuat mata sangat lelah. Makanya saya menghindari mendownload ebook gratis apalagi harus membelinya.

Kondisi ini berubah setelah saya mempunyai smartphone. Tepatnya tadi pagi saya mulai menjajal keunggulan 'seandainya saya memilih ebook'. Pertama, harga buku menjadi lebih murah. Alasan ini bisa jadi dalih utama kenapa saya mau memilih ebook. Keuangan saya tidak akan habis banyak untuk pos memuaskan hasrat membaca. Dan dana hemat ini bisa digunakan untuk pos lainnya seperti beli kaos atau makan saat hangout. Kedua, sama mudahnya membaca dimana saja seperti membaca buku fisik. Justru dengan ebook saya tidak perlu membawa beban banyak di tas. Sebab semua buku sudah di dalam handphone. Ketiga, menjaga kebiasaan membaca kapan pun waktunya. Ini sangat positif bagi pembaca yang sama tipenya dengan saya: pembaca yang gampang beralih fokus dengan hal/kebiasaan baru.

Meskipun 3 hal tadi menjadi hal yang membuat saya mau mencoba ebook, ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya dengan keputusan ini. 1, untuk kesehatan mata, saya tidak boleh memaksakan diri membaca ketika mata sudah lelah menatap layar handphone. 2, kesediaan batrei harus diperhatikan. Jangan sampai saat sedang seru-serunya membaca tiba-tiba handphone harus dimatikan sebab batrei sudah lemah. 3, mengendalikan diri saat membaca di tempat yang tidak lajim: tempat kerja, ruang makan dst. Menghindari menjadi sosok yang autis terhadap handphone sehingga tidak sadar dengan lingkungan sekitar.

Seperti yang sudah saya bilang di atas, pagi ini saya sudah membeli satu judul buku: Madre by Dee dan Coupl(ov)e by Rhein Fathia.

 

Alasan saya memilih Coupl(ov)e karena novel ini pernah menjadi harapan saya ingin membacanya pas kunjungan ke Gramedia. Membeli ebooknya jelas membuat saya senang. Sedangkan novelet Madre saya pilih karena harganya yang murah: 10K. Anggap saja harga murah ini sebagai harga kenalan dengan ebook.

Harapan saya semoga ebook tidak membuat saya kapok dalam membaca buku dengan format yang tidak seperti biasa. Dan saya memiliki harapan penerbit besar seperti Gramedia, Gagasmedia, Bentang Pustaka, mau mengupdate kesediaan novel barunya dalam format ebook di situs seperti Google Store, Scoop dan situs penjualan ebook lainnya. Karena pengalaman tadi pagi saya tidak menemukan ebook novel dari pengarang Christia Simamora.

Ebook kini menjadi pilihan. Entah sampai kapan bisa terpilih.

Share:

4 komentar:

  1. Aku belum pernah coba baca ebook. Tapi kayaknya enak ya, lebih praktis gitu hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seperti alasan saya di atas. ada baiknya ada buruknya. tinggal menyikapi aja sih

      Hapus
  2. Sekarang banyak yang make e-book ya. Gue juga gitu, soalnya enak dan praktis.
    Tapi tetep, dikala tertentu make buku fisik. Nggak bisa ngilangin sensasi ngebalik-balik halamannya itu loh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kebiasaan juga. tp dari sensasi lebih suka buku. hanya ebook digunakan sebab hemat. hehe

      Hapus