[Resensi] I am Yours by Kezia Evi Wiadji

Buku: I am Yours
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Penyunting: Denis Agung
Penerbit: Bhuana Sastra
Terbit: April 2014
ISBN 10: 6022495806
ISBN 13: 9786022495802

Alex: Loe milik gue & selamanya akan menjadi milik gue.
David: Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu.
Daniel: Dia cantik. Dia berbeda. Dia sungguh istimewa.
Amelia: Seandainya aku bebas menentukan pilihan hidupku ...

Kisah tentang cinta yang terkhianati. Kisah tentang hati yang patah. Kisah tentang harapan yang tak kunjung padam. Kisah tentang ketidakpastian dan janji yang harus ditepati.

Haruskah Amelia menentukan pilihannya sendiri?
Atau justru takdir yang mengambil alih..


Sebelumnya saya mau ngucapin terima kasih buat @Lovaren_ dan @KeziaEviWiadji atas bingkisan novelnya.

Saya lebih senang menyebut cerita I am Yours ini dibagi menjadi dua babak. Babak pertama lebih condong menceritakan bagaimana Amelia bisa menyatu dengan David. Saya jelaskan pelan-pelan, Amelia ini gadis yang ditaksir David saat ia melihatnya di kantin kampus. Gerak David yang kurang agresif membuatnya kalah duluan dari Alex, sahabatnya, dalam mendapatkan hati Amelia. Sedangkan Sandra yang sejak pertemuan pertama dengan David sudah menaruh hati, justru diabaikan David. Singkatnya keempat tokoh terlibat cinta segiempat. Dan disini cerita mulai dibumbui perselingkuhan, ketidakjujuran hingga terbongkarnya rahasia yang berakhir pada kematian.

Babak kedua lebih banyak menyingkap perjodohan Amelia dengan sosok yang tidak punya identitas. Sebab perjodohan ini dilakukan sewaktu dirinya masih kecil dan hanya ada amanat antara papanya dengan sang pengacara sebelum papanya meninggal. Di pihak David, dirinya harus berurusan dengan masa lalu yang kelam. Namun sikap dewasanya mampu memandang masa lalu itu sebagai sebuah rasa syukur yang tak ternilai.

Konfliknya adalah siapa yang akan dipilih Amelia antara pria yang dijodohkan sejak kecil atau pria yang sekarang menjadi pasangannya sekarang?

Saya harus jujur jika konflik yang sangat menarik ini justru dieksekusi dengan sangat cepat sehingga pembaca atau saya sendiri, merasa kurang mendapatkan greget penasaran dari beberapa rahasia yang ada. Contohnya, begitu mudahnya saya menebak apa yang terjadi antara Alex dan Sandra. Begitu mudahnya menebak siapa sosok Daniel yang sebenarnya. Seharusnya penulis menggiring pembaca dengan terus menutup rahasia tersebut sampai ending novel sehingga pembaca akan ber’Ooh’ pas mencapai akhir cerita.

Untuk karakter, Mbak Kezia patut mendapatkan lebih dari dua jempol. Baik karakter Amelia, David, Daniel, dikemas dengan konsisten dan cukup memuaskan dengan sifat-sifat wajarnya seperti sosok nyata. Amelia yang pada awal cerita sangat ceria dan menurut saya sangat kekanak-kanakkan, berubah menjadi sosok gadis dewasa pasca sang kekasih meninggal. David yang di awal sangat peragu berubah menjadi sosok pria yang dewasa dengan mau menyatakan perasaannya. Daniel yang merupakan sosok baru di babak dua, dibentuk sebagai sosok pria dewasa yang mau menerima kenyataan tentang keluarganya dengan hati besar.

Plot I am Yours sangat padat. Akibat dari beberapa kali penulis meloncat jauh memindahkan cerita dari kejadian satu ke kejadian yang lain. Contohnya, perselingkuhan Sandra dan Alex dibuat sangat sederhana tanpa ada rincian kenapa bisa menyatu. Proses terungkapnya rahasia keluarga David juga dibuat tidak dramatis sehingga saya sendiri hanya bisa mengernyitkan dahi, kurang setuju eksekusinya hanya sebatas, “Dani…nng, David ini… ka-kakakmu.”

Melihat fakta jumlah lembaran di novel ini tebal, saya merasa heran kok bisa ceritanya tanggung dari segi eksekusi. Ah, padahal segi tema, karakter, plot sudah menarik. Saya hanya bisa memberi 2,5/5.Tapi saya penasaran dengan novel terbarunya, The Unbroken Vow.
Share:

1 komentar:

  1. Setujuu sependapaat! Apalagi tentang fakta mengejutkan yg sengaja penulis tunjukkan di pertengahan, yang seharusnya akan lebih baik kalau itu ditaruh di akhiiir

    BalasHapus