[Resensi] Mimpi Padma by Ayu Dipta Kirana

Judul: Mimpi Padma
Penulis: Ayu Dipta Kirana
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Terbit: Agustus 2014
Tebal: vi + 198 hlm
ISBN: 9786021383087
Versi: Ebook

Aku belum pernah setakut ini untuk terlelap. Betapa enggannya bertemu Ayah lagi meski hanya dalam mimpi. (hal. 10)
Harapan saya pada buku ini sama tingginya dengan rasa suka saya pada buku Darklit Salon Tua by Christina Juzwar, yang sebelumnya saya baca. Namun setelah saya menamatkan novel ini, saya hanya bisa memberi rating 3/5. Nilai 3 dari rate 5. Ada apa dengan Mimpi Padma?

Novel ini menceritakan tentang gadis bernama Raina Padmadewi, mahasiswi jurusan Arkeologi yang sepeninggal ayahnya belum juga move on. Bawaanya sedih melulu dari mulai prolog hingga ke beberapa bab selanjutnya. Sosok Ayah yang seorang arsitek dan pernah membawanya saat kecil hijrah ke Jakarta, menjadi sosok yang paling diingat Padma. Bagaimana Ayah menggantikan Ibu untuk menceritakan dongeng sebelum tidur. Bagaimana Ayah yang membelai rambutnya sambil bercerita. Bagaimana nasihat-nasihat hidup yang kemudian diingat Padma setelah beliau meninggal. Move on dari sosok Ayah inilah yang menjadi bagian tersulit  bagi Padma.

Sebelum lanjut saya ada beberapa hal yang masih bingung.
1. Saat Padma pindah ke Jakarta, apakah Ibu dan adiknya; Ariana, ikut serta? Sebab tidak ada kisah yang melibatkan mereka selama Padma di Jakarta.
2. Padma pergi ke Jogja sebenarnya untuk pulang kampung atau kuliah? Sebab saya menangkapnya seperti pulang kampung. Tapi justru aneh karena posisi Padma justru ngekos.

Lanjut ya. Padma kuliah dan di tengah ketidak-moveon-an dari kehilangan Ayah, ia bertemu dengan pria bernama Haga Bandawasa, seorang asisten dosen. Mimpi-mimpinya yang dulu selalu soal Ayah berubah dengan munculnya sosok Haga dalan mimpinya. Aneh. Dan sosok Haga inilah yang kemudian membawa Padma pada petualangan di kerajaan Mataram Kuno dan dongeng Roro Jonggrang.

Novel Mimpi Padma bagi saya tidak murni soal hantu. Sebab banyak bagian yang justru membahas tentang sejarah dari candi-candi yang bertebaran di Jogja dan mengulik dongeng Roro Jonggrang. Ini yang kemudian membuat saya bertanya-tanya dimana cerita seramnya. Mungkin ini yang menjadi ketidakpuasan saya akan lini Darklit tapi dibumbui cerita rakyat. Seramnya berkurang banyak.

Kalau membicarakan soal sejarah saya menyukai buku ini. Saya jadi tahu sejarah Mataram Kuno, cerita rakyat Roro Jonggrang, Candi Boko dan masih banyak lainnya. Pokoknya informasi sejarah di Darklit ini sangat kaya. Okelah kalau dalam perjalanan Padma dan Haga memasuki dimensi lain, mereka bertemu dengan banyak mahluk halus. Tapi hantu disini hanya sebatas pelengkap sebab memburu Padma dan Haga sangat singkat dengan alasan Padma dan Haga memasuki dunia mereka. Jadi hantu dalam novel ini bukan letak seramnya.

Porsi kisah roman di novel ini pun sangat mendominasi. Mungkin tujuannya ingin mengeksplor karakter Padma yang awalnya sangat cuek terhadap pria, berubah banyak setelah ia bertemu sosok Haga. Roman yang menurut saya kebanyakan ini otomatis mengaburkan cerita seram. Meskipun romannya memang membuat penasaran. Tapi kan kembali lagi lini novel Mimpi Padma ini Darklit.

Karakter yang ada baik Padma, Haga, Ariel, Bandung Bandawasa, semuanya tidak kuat. Saya tidak mendapatkan karakter favorit di novel ini.

Berikut beberapa catatan saya:
* Jangan bersikap terlalu berlebihan ketika mendapatkan kebebasan tinggal jauh dari orang tua (hal.18)
* Cowok yang punya karakter akan memandang orang lain dengan tatapan tegas (hal.22)
* Prinsip nomor satu dari sehat adalah perut yang terisi (hal.67)
* Tapi tidak ada kematian yang terlalu cepat atau terlalu lama. Semua itu sudah diatur oleh tuhan..(hal.70)
* Jangan pernah sakit ketika sendiri. Rasanya tidak enak kalau terkapar tak berdaya, tapi tidak ada orang yang merawat (hal.)

Untuk typo di novel ini saya hanya menemukan satu. Saya kira itu tidak mengganggu.

Saya sangat bersyukur bisa membaca ebook ini karena pengetahuan sejarah saya bertambah. Ini berkat Bentang Pustaka yang memberi download gratis di Playbooks. Semoga di lain kesempatan ada gratisan ebook novel roman meski bukan judul-judul baru.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar